Minggu, 08 Juni 2014

Libur Dan Rasa

Libur Dan Rasa akan terbaca aneh dan bahkan tanpa makna. Tapi kenyataannya, Libur Dan Rasa adalah "momok" yang menakutkan bagi aku dan kamu. kehadiran Libur Dan Rasa ditengah2 kita kadangkala menjadi suatu perasaan yang tak menentu. Karena itu aku selalu berusaha menghilangkan keberadaannya diantara kita. Bagaimanapun cara dan resikonya. Aku cuma ingin memastikan apa yang sudah kita bangun bersama kita akhiri bersama dengan sebuah akhir indah seperti yang selalu kira impikan sejak dulu dear. Ini waktu terlama kita berpisah dalam beberapa tahun belakangan.. doaku untuk kesehatanmu disana. Love u.

Sabtu, 10 Mei 2014

JADWAL ATLS 2014


JANUARI
10-12 Jakarta/Surabaya
17-19 Bandung/Jogya
24-26 Jakarta/Medan/Bali
31-2/2 Semarang/ Pekanbaru

FEBRUARI
7-9 Jakarta/Kupang/Bukittinggi
14-16 Balikpapan/Palembang/Solo
21-23 Jakarta/Malang/Medan
28-2/3 Jambi/Semarang

MARET
7-9 Jakarta/Makassar/Bangka
14-16 Sby/Bandarlampung/Solo
21-23 Jakarta/Bandung
28-30 Yogya/Manado/Banjarmasin/Batam

APRIl
4-6 Jakarta/Solo/Ambon
11-13 Semarang/Medan/Malang
25-27 Pekanbaru/Purwokerto

MEI
2-4 SBY/Palembang/Pekanbaru
9-11 Jakarta/Makassar/Padang
13-17 PIT PABI Bandung
23-25 Jakarta/Solo/Samarinda

JUNI
6-8 Jakarta/Bandung
13-15 SBY/BdLampung/Yogya
20-22 Jakarta/Bangka/Denpasar

JULI
4-6 Denpasar (kelas puasa)
11-13 Denpasar (kelas puasa)

AGUSTUS
22-24 Jakarta/Bjmasin/Solo
29-31 Bandung, Malang, Bktinggi

SEPTEMBER
5-7 Jakarta/Pekanbaru/Denpasar
12-14 Yogya/BandaAceh/Manado
19-21 Jakarta/SBY/
PIT Medan

OKTOBER
10-12 Jakarta/Bandung
17-19 Jambi/Medan/Jayapura
31-2/11 Jakarta/Surabaya

NOVEMBER
7-9 Medan/Samarinda/semarang
14-16 Jakarta/Pekanbaru/Makasar
21-23 Blpapan/Yogya/Palembang
28-30 Jakarta/Manado/Padang

DESEMBER
5-7 Jakarta/Semarang
12-14 Surabaya/Bandarlampung
19-21 Solo/Bandung/Palembang

Tidakkah Kita Cemburu??

Sabtu, 10 Mei 2014

Cinta Bersujud di Mihrab Taat | Salim A. Fillah

Julaibib, begitu dia biasa dipanggil. Sebutan ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri jasmani serta kedudukannya di antara manusia; kerdil dan rendahan.

Julaibib. Nama yang tak biasa dan tak lengkap. Nama ini, tentu bukan dia sendiri yang menghendaki. Tidak pula orangtuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan yang mana bundanya. Demikian pula orang-orang, semua tak tahu, atau tak mau tahu tentang nasab Julaibib. Tak dikenal pula, termasuk suku apakah dia. Celakanya, bagi masyarakat Yatsrib, tak bernasab dan tak bersuku adalah cacat kemasyarakatan yang tak terampunkan.

Julaibib yang tersisih. Tampilan jasmani dan kesehariannya juga menggenapkan sulitnya manusia berdekat-dekat dengannya. Wajahnya yang jelek terkesan sangar. Pendek. Bungkuk. Hitam. Fakir. Kainnya usang. Pakaiannya lusuh. Kakinya pecah-pecah tak beralas. Tak ada rumah untuk berteduh. Tidur sembarangan berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tak ada perabotan. Minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapak. Abu Barzah, seorang pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, ”Jangan pernah biarkan Julaibib masuk di antara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!”

Demikianlah Julaibib.

Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmatNya, tak satu makhlukpun bisa menghalangi. Julaibib berbinar menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaff terdepan dalam shalat maupun jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah dia tiada, tidak begitu dengan Sang Rasul, Sang rahmat bagi semesta alam. Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari ditegur oleh Sang Nabi, Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. ”Ya Julaibib”, begitu lembut beliau memanggil, ”Tidakkah engkau menikah?”

”Siapakah orangnya Ya Rasulallah”, kata Julaibib, ”Yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini?”

Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum. Tak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun air mukanya. Rasulullah juga tersenyum. Mungkin memang tak ada orangtua yang berkenan pada Julaibib. Tapi hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, Rasulullah menanyakan hal yang sama. ”Wahai Julaibib, tidakkah engkau menikah?” Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.

Dan di hari ketiga itulah, Sang Nabi menggamit lengan Julaibib kemudian membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar. ”Aku ingin”, kata Rasulullah pada si empunya rumah, ”Menikahkan puteri kalian.”

”Betapa indahnya dan betapa berkahnya”, begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa Sang Nabi lah calon menantunya. ”Ooh.. Ya Rasulallah, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram dari rumah kami.”

”Tetapi bukan untukku”, kata Rasulullah. ”Kupinang puteri kalian untuk Julaibib.”

”Julaibib?”,  nyaris terpekik ayah sang gadis.

”Ya. Untuk Julaibib.”

”Ya Rasulullah”, terdengar helaan nafas berat. ”Saya harus meminta pertimbangan isteri saya tentang hal ini.”

”Dengan Julaibib?”, isterinya berseru. ”Bagaimana bisa? Julaibib yang berwajah lecak, tak bernasab, tak berkabilah, tak berpangkat, dan tak berharta? Demi Allah tidak. Tidak akan pernah puteri kita menikah dengan Julaibib. Padahal kita telah menolak berbagai lamaran..”

Perdebatan itu tak berlangsung lama. Sang puteri dari balik tirai berkata anggun. ”Siapakah yang meminta?”

Sang ayah dan sang ibu menjelaskan.

”Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah lah yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku.” Sang gadis shalihah lalu membaca ayat ini;

Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al Ahzab [33]: 36)

Dan Sang Nabi dengan tertunduk berdoa untuk sang gadis shalihah, ”Allahumma shubba ‘alaihima khairan shabban.. Wa la taj’al ‘aisyahuma kaddan kadda.. Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atas mereka, dalam kelimpahan yang penuh berkah. Janganlah Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”

Doa yang indah.

Sungguh kita belajar dari Julaibib untuk tak merutuki diri, untuk tak menyalahkan takdir, untuk menggenapkan pasrah dan taat pada Allah dan RasulNya. Tak mudah menjadi orang seperti Julaibib. Hidup dalam pilihan-pilihan yang sangat terbatas. Kita juga belajar lebih banyak dari gadis yang dipilihkan Rasulullah untuk Julaibib. Belajar agar cinta kita berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tak suka. Karena kita tahu, mentaati Allah dalam hal yang tak kita suka adalah peluang bagi gelimang pahala. Karena kita tahu, seringkali ketidaksukaan kita hanyalah terjemah kecil ketidaktahuan. Ia adalah bagian dari kebodohan kita.

Isteri Julaibib mensujudkan cintanya di mihrab taat. Ketika taat, dia tak merisaukan kemampuannya.

Memang pasti, ada batas-batas manusiawi yang terlalu tinggi untuk kita lampaui. Tapi jika kita telah taat kepada Allah, jangan khawatirkan itu lagi. Ia Maha Tahu batas-batas kemampuan diri kita. Ia takkan membebani kita melebihinya. Isteri Julaibib telah taat kepada Allah dan RasulNya. Allah Maha Tahu. Dan Rasulullah telah berdoa. Mari kita ngiangkan kembali doa itu di telinga.”Ya Allah”, lirih Sang Nabi, ”Limpahkanlah kebaikan atas mereka, dalam kelimpahan yang penuh barakah. Janganlah Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”

Alangkah agungnya! Urusan kita sebagai hamba memang taat kepada Allah. Lain tidak! Jika kita bertaqwa padaNya, Allah akan bukakan jalan keluar dari masalah-masalah yang di luar kuasa kita. Urusan kita adalah taat kepada Allah. Lain tidak. Maka sang gadis menyanggupi pernikahan yang nyaris tak pernah diimpikan gadis manapun itu. Juga tak pernah terbayang dalam angannya. Karena ia taat pada Allah dan RasulNya.

Tetapi bagaimanapun ada keterbatasan daya dan upaya pada dirinya. Ada tekanan-tekanan yang terlalu berat bagi seorang wanita. Dan agungnya, meski ketika taat ia tak mempertimbangkan kemampuannya, ia yakin Allah akan bukakan jalan keluar jika ia menabrak dinding karang kesulitan. Ia taat. Ia bertindak tanpa gubris. Ia yakin bahwa pintu kebaikan akan selalu terbuka bagi sesiapa yang mentaatiNya.

Maka benarlah doa Sang Nabi. Maka Allah karuniakan jalan keluar yang indah bagi semuanya. Maka kebersamaan di dunia itu tak ditakdirkan terlalu lama. Meski di dunia sang isteri shalihah dan bertaqwa, tapi bidadari telah terlampau lama merindukannya. Julaibib lebih dihajatkan langit meski tercibir di bumi. Ia lebih pantas menghuni surga daripada dunia yang bersikap tak terlalu bersahabat kepadanya. Adapun isterinya, kata Anas ibn Malik, tak satupun wanita Madinah yang shadaqahnya melampaui dia, hingga kelak para lelaki utama meminangnya.

Saat Julaibib syahid, Sang Nabi begitu kehilangan. Tapi beliau akan mengajarkan sesuatu kepada para shahabatnya. Maka Sang Nabi bertanya di akhir pertempuran, “Apakah kalian kehilangan seseorang?”

“Tidak Ya Rasulallah!”, serempak sekali. Sepertinya Julaibib memang tak beda ada dan tiadanya di kalangan mereka.

“Apakah kalian kehilangan seseorang?”, beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallambertanya lagi. Kali ini wajahnya merah bersemu.

“Tidak Ya Rasullallah!” Kali ini sebagian menjawab dengan was-was dan tak seyakin tadi. Beberapa menengok ke kanan dan ke kiri.

Rasulullah menghela nafasnya. “Tetapi aku kehilangan Julaibib”, kata beliau.

Para shahabat tersadar.

“Carilah Julaibib!”

Maka ditemukanlah dia, Julaibib yang mulia. Terbunuh dengan luka-luka, semua dari arah muka. Di seputaran menjelempah tujuh jasad musuh yang telah dia bunuh.

Sang Rasul, dengan tangannya sendiri mengafani Sang Syahid. BeliauShallallaahu ‘Alaihi wa Sallammenshalatkannya secara pribadi. Ketika kuburnya digali, Rasulullah duduk dan memangku jasad Julaibib, mengalasinya dengan kedua lengan beliau yang mulia. Bahkan pula beliau ikut turun ke lahatnya untuk membaringkan Julaibib. Saat itulah, kalimat Sang Nabi untuk si mayyit akan membuat iri semua makhluq hingga hari berbangkit. “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku. Dan aku adalah bagian dari dirinya.”

Ya. Pada kalimat itu; tidakkah kita cemburu?

sepenuh cinta,

Salim A. Fillah

Senin, 05 Mei 2014

Berasa Tumpul

Berasa tumpul...
Mgkin itu yg skrg sy rasakan.. 
Dipenghujung karir akademik bukannya senang terbebas dari status mahasiswa. Sy malah banyakan bingungny. Hhahaha. Bukan bingung mau kemana. Karena sudah jelas internship menunggu. Tapi bingung ttg apa yg bisa sy lakukan...

Hobby bisnis ini harus disalurkan..
Tapi untuk berbisnis.. belum ada ide klopp.. selalu ada rasa gagal yg menghantui.. selalu ada rasa ide yang mentok.. dan selalu merasa intuisi ini menumpul. Suatu kemunduran signifikan bila benar adanya demikian..

Maka dari itu... mei. Juni. Juli. Agustus. Harus jadi momen penting pembuktian bahwa semua hal tadi hanya perasaan belaka. Mari mencoba mereset otak ini untuk tidak bergantung pada satu usaha.. tapi mencoba juga ke usaha lainnya... 

Gagal itu hal yang sangat biasa. Karna gagal pula keberhasilan begitu nikmat untuk di rasa.

Jumat, 02 Mei 2014

KULI : Keren vs Cemen

 “Salah satu hal yang bikin saya kabur ke Jerman karena saya gak tahan dengan budaya ceng-cengan di Indonesia. Kuliah sambil bekerja kasar sekalipun, di Jerman dianggap keren. Di Indonesia, kerja kotor diangap cemen. Budaya ceng-cengan itu bikin mental orang gak maju,” ~ Sandhy Sondoro

Rabu, 30 April 2014

ANOMALI di SFS

Ceritanya.. sy baru buka olshop bareng ama temen. Olshop kita menyediakan scrapframe dan popupframe. Bisa buat sahabat. Buat kado pernikahan. Buat hbd pacar. Buat ortu. Buat anniv.dll dehhhh..

Buat pemasaran terbaik. Saat ini kami rasa adalah SocMed Instagram!!!. Nah.. followers kami baru 270. Soalnya yg beli dagangan masih org2 terdekat. Hingga akhirnya tau ttg sfs.

Apa itu sfs? Simplenya gini. Sfs itu kumpulan olshop olshop yg bergabung dan saling promosiin dagangan sesama mereka. Simbiosis mutualisme. Nah.. saking banyaknya sfs akhirnya mulai paham ternyata tiap2 sfs itu punya aturan. Cara. Dan suasana berbeda.

Ada yg sfs kalau mau gabung no minimal followers di instagram. Ada yg harus gabung kalau foll minimal 300, 1K, 5K, 10K, dan 20 K. Ada yg udah ga nerima member baru lagi. Minimal 20 postingan. Minimal 3 testimonial. Dll... ada pula paid promo dgn followers 20K.. jadi promo berbayar gitu. Misal 100 ribu utk promosiin akun kita selama 24 jam, tp bisa sfs free kalau foll kita > 20K jg. Wah..ternyata beragam banget... tapi ya rata2 mau sfsan dgn olshop yg jumlah follnya mirip ama kita. Well..namanya dunia bisnis ya gini... ga ada yg salah kok.hhehee..hak mereka jg.

Tapi ada yg aneh..
Kmaren pas lg on Iine sfs LM ada yg nawarin. Sfs personal khusus foll under 500. Ya sy sih happy happy aja jd ikutan.. terus dia posting lagi. Siapa yg mau ikutan sfs personal, followers sy dah 1.2K.... mendadak sy ga ngeh. Tumben amat foll yg banyak mau bantu kita yg follnya dikit...anomali nih namanya. Akhirnya sy tanya deh karna penasaran :





Setelah dikasih tau. Wah.. sy respect abis deh ama mb yg 1 ini. Selalu inget ama temen2nya yg di bawah...karna. olshop yg follnya puluhan ribu pasti pernah melewati fase ini juga. Tapi untuk turun gunung dan memapah teman2 yg baru mendaki dengan followers hanya ratusan itu luar biasa bgt.

Sy kutip kata2 sentilan di mata najwa semalam. ★★UGM jangan cuma nerima calon mahasiswa yang pintar aja. Kalau gitu.. kapan yg bodoh bisa jadi pintar.★★

  

Senin, 28 April 2014

memberi = menerima. niat..niat..dan niat..

Ketika tangan kita terkepal kita tak mungkin dapat memberikan benda pada org lain
Ketika tangan kita terkepal kita pun tak dapat menggenggam sebuah benda
Bila...
Tangan kita terbuka. Maka kita dapat memberikan benda itu
Saat tngan kita terbukalah kita dapat menggenggam benda tersebut.

Jadi bila kita berpikir bahwa kita memberikan sesuatu kita akan rugi. Maka pikirlah lagi bahwa ada kemungkinan kita bakal untung. Tapi mohon memberi dgn harapan dpt menerima jangan dijadikan niat.riya namanya itu... Sadarilah bahwa rezeki dari Allah SWT selalu datang dari arah tak terduga.

Hari ini.. sy lagi ndak bisa tidur..
Kembali memutuskan menulis blog.. mumpung inget ttg cerita menarik. Tapi sebelum cerita, mohon banget cerita ini jangan disalahartikan sebagai bentuk kesombongan saya atau kami, maupun pamer. Ini murni hanya sekedar sharing ttg nikmat yg Allah berikan melalui jalan yang tak disangka.

cerita pertama adalah tentang sedekah. Saya punya pengalaman menarik, saat saya koassdi bagian litmin, ada pasien rawat inap yang tentunya sangat lama dirawat. Memang kondisinya semakin membaik, tetapi yang mengherankan, kok tidak ada keluarga yang menemani. Ahhh..saya jadi kepikiran hingga akhirnya saya dan teman bertanya.. kira2 beginilah isi cakapnya, agak2 lupa. Awal mulanya percakapan gara2 pasien minta pulang.
Kami : pak,kenapa keluarganya tidak menemani??
Pas : enggak dok. Kalau mereka disini siapa yg cari uang.
Kami : cari uang buat apa pak? Kan gratis.
Pas : iya dok gratis. Tapi kan kalau keluarga disini mereka butuh makan. Dari rumah sakit hanya saya yg ditanggung. Sy juga disuruh banyak minim.4 botol aqua besar. Itu sudah menghabiskan uang 16 ribu dok sehari.saya berapa hari disini.

Hhmmm..16 ribu yang begitu berharga. Pasien yg merasa tidak enak hati menghabiskan uang 16 ribu tiap hari walau untuk kesembuhannya. Yang harus sendirian di rumah sakit ga ada yang ngurusin. Hingga minta pulang agar bisa bekerja lagi. Sanggupkah kita seperti itu??   hingga akhirnya teman2 ngajakin sumbangan.. alhamdulillah banget tadi ada rezeki org bayar fotokopian seharga x ratus ribu. Karena uangnya adalah uang saya dan rahman ya minta izin dulu. Alhamdulillah di acc amazing rahman. Jadi semua uang fotokopian yg tadi didapat kita kasih ke si bapak bareng sumbangan temen2 yg lain. Hehe... kalau diinget lucu2 sih ceritanya soalnya temen2 yang cewe pada bingung gimana ngasih duit yang kami kumpulkan ke pasien tsb.mana di bangsal rame kan.takut menimbulkan kecemburuan. Tapi berhasil kok!!!!   Secara prinsip ekonomi..mungkin saya rugi. Tapi ternyata tidak.hehhe... luar biasanya..  beberapa jam stlh kasi sumbangan, ada telf masuk. Sy yakin itu bukan kebetulan. Tapi rencana Allah. Kami dapat orderan baru sejarga 5x ratus ribu. Entah kenapa saya yakin sekali ini bener seperti sebuah skenario. Dan saya malah yakin, bila ga ikutan nyumbang.mgkin ga dpt orderan tadi.

Dilain kesempatan saya malah dikagetkan ama si rahman. Kebetulan saya punya sahabat karib. Teman saya ini luar biasa mandiri dan paham kondisi ortunya. Kalau soal susah saya rasa teman seangkatan saya di kuliah ga ada yg sesusah dia. Pernah karena ga ada uang dia cuma makan 1   bakwan saja seharian. Kalau sudah benar2 ga ada uang, menunjukkan gejala sakit, sempat ga makan dulu beberapa waktu...barulah dia minjem uang ama temen. Pas kebeneran dia mau minjem. Pas pula saya lagi ga ada uang. Tapi sy tetep ga tega ga bisa bantu beliau. Tapi apa daya... uang ya tetep ga ada. Akhirnya ngehubungin si rahman. Ceritain kondisi sahabat saya sejujurnya.. dan diakhiri. Ente bisa bantu ga?? Hal itu sy lakukan tanpa sepengetahuan temen yg mau minjem tadi. Subhanallahnya si Rahman ngejawab.. oke blek. Nanti ane kirim x ratus ribu. Berapa no. Rekeningnya??    (x lebih besar dari biaya rental mobil+supir).  senang dan bangga punya 2 sahabat yg luar biasa seperti mereka berdua. Walau tak saling kenal. Tapi mereka ikhlas membantu. Respect!!

Ada lagi cerita pas sy agak2 kere. Rencananya ngehemat. Tapi pas lewat depan IAIN. Malah liat budhe2 jualan cendol. Suasana panas. Kasian bgt liat si budhe. Yaudah kayanya ga apa deh cari makan yg harganya segini biar bisa beli cendolnya budhe. Sejujurnya saya ndak suka cendol.dan baru itu juga beli cendol sm beliau... jadi pas beli makan. Yang saya kira harganya x ribu. Ternyata lebih murah dari yg saya duga... dan selisih biaya yg saya anggarkan buat beli nasi bungkus  ini ternyata sama dgn  harga es cendolnya si budhe. Hahahaa... setelah itu saya jadi tertawa menertawakan diri saya sendiri. Kalau ga ada niat puter balik motor untuk beli jualan si budhe ak mgkin ga akan bisa bantu habisin jualan. Padahal sedang program penghematan. Tapi ternyata semua itu harus di awali niat. Kalau Tuhan acc. Ya penghematan bisa jalan dan bantu orang juga bisa jalan. Dengan biaya yang sama lhoooo.. :)). Ga kepikiran. Niat..niat..niat..dan niat..

Yaaaa..bener banget. Ga kepikiran. Kadang yg kita pikirkan itu terlalu fokus pada apa yg kita butuhkan. Bukan pada apa yang bisa kita berikan. Meskipun hanya sebatas niat.

Pertemuan Pertama dgn Dia

Hehee..
Mau ngaku nih. Salah satu yg ngegerakin mood buat ngeblog lagi gara gara kemaren pas beli nasi goreng keinget ama satu kejadian penting dalam hidup gw.

Saat itu gw masih inget banget. Itu bulan puasa. Gw masih tinggal di daerah timbangan indralaya tepatnya di perumahan adinda no 16. Ceritanya sih.. pas awal kuliah kepeleset jadi ketua angkatan di kelas pdu reg 08. Tapi gw akui walau demikian ngapalin nama org sekelas sebanyak 116 org itu susah. Butuh waktu 6 bulan lebih buat ngapal. Lebaran pertama sebagai mahasiswa tentu <6 bulan awal dan saat itu tentu Masih banyak temen2 yg gw gtw namanyaaaaa atau salah manggil namanya.

Jadi ceritanya. Gw nunggu bis di timbangan. Rencananya anak rantau mau pulkam ke bengkulu naek bis putra raflesia. Sembari nunggu ketemulah gw ama temen2 kelas yg asalnya dari lampung. Mereka mau pulkam jg. Mereka ber3. Tapi yg gw kenal sih cuma 1 orang, namanya kak lisa. Secara rambut dia paling panjang dikelas.hahaha... patognomonik yg gampang untuk diinget org yg susah ngapal ky gw. Akhirnya kita ngobrol2. Dan tentu dikenalin lagi ama temennya 2 org yg buat gw ngerasa "kok gw baru liat ni anak. Emang kita sekelas ya? Kok ga pernah liat". Akhirnya taulah nama mereka berdua annisa dan aviandini.. mbak lisa manggilnya icha dan putri. Terus.. yg buat bingung sebagai org yg baru kenal mereka berdua adalah si icha dan putri ini mirip (pas awal awal kenal emang ngerasa mirip banget, susah ngebedainnya, lama lama sih pasti bisa ngebedain). Terus mereka pake baju kembar pula. Warna putih dgn motif lucu. Tinggi hampir sama. Sama sama pakai jilbab juga. Hehehe. Wajar kalau mereka dibilang kembar dan orang orang salah manggil.

Terussss.. darisana. Lama lama jadi lebih saling kenal ama si putri. Haha..yaaaa.. namanya aviandini toga putri, skrg udah ada gelar dr. depan namanyaaa.hahaha..yaap, Itu adalah pertemuan pertama yg gw nyadar kalau ada org yg namanya putri di kelas gw.. ya.... itu pertemuan pertama kita dear. =))

Mgkin kalau ga ada cerita pulang kampung di hari yg sama dan menunggu di loket yg sama pada jam yang sama. Ceritanyaa bakal lain yaaaa... makanya gw selalu yakin betul kalau "rencana Allah itu bakal kita pahami setelah kita melaluinya". 

Kembali NgeBlog!!

Hi guys..
Dah lama sekali ga menyapa pembaca nyasar yg mampir ke blog ini. Hmm.. kalau diingat tahun lalu deh kayanya sy terakhir kali nulis. Dan tahun lalu itu adalah tahun dimana sy masih koass. Tahun ini alhamdulillah fix sudah selesai koass dan sementara ini jadi pengangguran.

Jadi pengangguran (fase koass selesai menuju internshit) itu adalah fase yang mungkin paling ditunggu2 para koass yg masih gentayangan. Ada enaknyaa sihh.. tapi jangan salah. Banyak juga ndak enaknya. Enaknya tentu lo ga ada kewajiban ngapa2in.. ga harus bangun pagi apalagi bangun sebelum subuh untuk follow up. Ga usah pake baju putih koass. Ga ada tugas. No more ujian stase. Say goodbye to "undian" jaga, penguji, refrat dll. hari hari pertama lulus koass begitu bahagiaaaaa.. rasanya matahari itu cerah banget.

Eittsss jgn senang dulu. Gw salah.. ternyata ungkapan "no more ujian" tadi salah. Gw ralat dehhh. Sekarang tamat koass ada yg namanya ujian kompre. Ujian kompre ini mirip UKDI (Uji kompetensi dokter indonesia, skrg jadi Ujian Kompetensi/UK), tapi sifatnya lokal. Ada tes MCQ pake komputer ada yg kasus face to face ama penguji. Kompre ini jadi syarat untuk bisa ujian UKDI.nah UKDI sendiri adalah syarat agar bisa di wisuda. Jadi masih ada 2 ujian lagiii untuk bisa jadi dokter. Yg paling buat stress itu karna UKDI dibatasi 4 kali. Kalau ga lulus 4x. Pilihannya "ga bisa jd dokter atau ngulang lagi koass diseluruh stase biar bisa UKDI lagi". Jadi buat yg mau masuk kedoketeran tapi ga suka ujian..pikir2 lagi deh ya....bisa dibilang tiap bulan kita ujian. Jadi beda jauh bgt jadwal ujiannya dgn fakultas lain #nooffense. Konklusinya sih. Buat masuk kedokteran itu susah.. keluarnya juga susaaaaahhh. Kalau ga siap susah. Mending cari profesi lain.

Setelah UKDI beres kita nunggu jadwal intenship deh.. gw gtw ni kapan bakal berangkat iship. Kabar2nya kalau lancar ya agustus. Di iship kita bakalan belajar lagi. Bakal ada presentasi kasus lagi. Bakal ada semacam tinjauan pustaka gitu. Dll. Sygnya sembari nunggu ini jadi pengangguran itu membingungkan kalau ga ada kerjaan. Ada sih temen2 yg isi klinik. Jd guru bimbel. Isi RS. isi job dokter perusahaan sementara. Ada juga yg jalan jalan. Ada yg diem dirumah maen game. Dan masih banyak lagi laaaah macam macamnyaaa.. sy ndiri sih adem ayem di kosan menikmati libur yg tak akan terulang ini. Hehehe

Karena libur ini juga lah...sy ampe kepikiran nulis di blog ini lagi... alhamdulillah... :)) intinya.apapun kondisi kita. Selalu saja ada hal tak terduga yg akan terjadi.

Thx for reading guysss

Sabtu, 08 Juni 2013

Dari Rebutan Kursi Sama Adek Tingkat Ampe Ujian Koass

Alhamdulillah salah satu minggu yg riweuh terlewati..
Dalam 1 minggu disibukkan dengan berbagai macam hal, padahal otak kita hanya 1.tangan hanya 2. Kaki hanya 2. Tapi tetap sesuai ketentuanNya.. cobaan diberikan pada orang yg harus menyhadapi ujian..walau penuh keterbatasan akhirnya semua dilalui.

Berikut hasil autoanamnesis pada diri sendiri..1 minggu smti (sebelum membuat tulisan ini) saya masih di BARI dan saat itu adalah hari terakhir.. sedangkan saya sama sekali belum maju case. Disaat bersamaan kita kudu pamit sama dr. Konsulen karena hari terakhir. Alhamdulillah  tuhan memberikan pengaturan waktu yang baik. Kami diberikan kesempatan untuk pamitan kepada dr.Hadi A.Sp.A Baru dilanjutkan case tentang neonatus dengan dr. Ridhayani, Sp.A. pada kesempatan ini awalnya saya dapat case yang cukup aneh (bagi saya), yaitu trauma jalan lahir. Setelah buat casenya, baru terbuka pikiran bahwa case ini akan sangat bermanfaat sebagai bekal setelah tamat. Darisana terbuka pemahaman untuk membedakan cephalohematoma .. cerebral hematoma.. caput succedaneum..dan subgaleal hamatoma. Hingga hubungan antara ikterik dan cephalhematoma yang berukuran besar. Setelah case kami pamitan juga sama beliau plus foto foto dong...hehehe. sayang dr. Halimah, Sp.A berhalangan hadir..jadinya belun pamitan. Terimakasih kami buat beliau ber3 yg telah membimbing dan memberikan kesempatan kepada kami untuk memberikan terapi pada pasien2 beliau (tentu dgn acc dari beliau)

6 dan 5 hari smti..saya disibukkan dengan pendaftaran SBMPTN adik saya. Hal yang buat ini memusingkan adalag No KAP  dan PIN yang dibeli pada hari jumat tidak valid. Yang bener ajee... masa iya 175 rebo ilang cuma2. Nekat saya telfon panitia SBMPTN dan minta solusi. Akhirnya disarankan untuk ke Bank lagi..ternyata semua yang transfer hari jumat mengalami hal yang sama dengan saya.

4 hari smti..saya disibukkan dengan berburu rekomendasi dosen pembimbing skripsi untum suatu hal dimasa yang akan datang. (Doain berhasil yaa). Karena beliau pasti di madang.. akhirnya saya ke madang sekalian makan siang . Alhamdulillah ketenu dan heliau welcome banget.. setelahnya mau makan di kantin madang. Sesampainya di kantin ada aja deh yg buat kesel. Haha.. ceritanya saya udah duduk dan jelas2 meletakkan buku dimeja tempat saya duduk. Kemudian saya beli air minum (bentar doaaang).. terus pas mau balik ke tempat duduk eh.. saya liat kok tempat duduk saya diatasnya ada air minum.. dan ada orang disebelahnya... saya berhusnudzhon aja..oh mungkin dia numpang naruh botol air minum.. berinisiatiflah saya untuk meletakan botol tersebut ke atas meja.. eehhhhh tau ga apa yang terjadi. Adik tingkat yang baru saja datang itu mencegahnya swraya bilang , maaf kak ini udah ada orangnya.. jadi maksud dia kursi saya tadi udah dia tandai pakai botol dan dia anggap itu untuk temannya. Saya langsung speecless.. dalam hati saya dongkol aja.. halloo dek..itu kursi kan jelas2 kita yang pakai dulyan..buku saya aja terpampang nyata ada disana.. kalau bisa ngomong tu huku udah saya suruh demo diaa.. berhubung saya males ngomel..yowes saya ngalah aja.  Saya ambil kursi baru dari luar..  setelah meletakan kursi di meja tempat buku saya berada..saya ke tempat bakso mau ambik makanan... sepulangnya.. saya dibuat geleng2 lg.. bangku yang baru saya ambil eh mau di ambil lagi ama adek tingkat yg lain. Padahal ada teman saya disana.dia ambilnya tanpa tanya2 pula.nanya kek ama temen saya "kak bangkunya ada yang pake ga?".. ga rugi toh..    untungnya temen saya langsung nyegat  dia dan ngasi tau kalo bangku itu ada saya yang make... ckckkk... dan kedua orang adek2 itu cewek .. ada ada aja deh km dek.. =___= ga taunya dari angkatan berapa coba?? Buat saya tambah ga habis pikir..kok bisa kaya gitu e..... setelah makan langsubg pulang lg deh ke habitat alias RSMH.

3 hari smti.. adalah salah satu ujian yg saya ndak siap..udah belajar.udah begadang.udah nyoba bangun pagi. Udah hopeless akhirnua.. menghadapi ujian OSCE  .. ternyata super.... susah susyaah soalnya bagi saya yg ndak bisa ngapal dan ndak rajin.. akan saya perbaiki dikemudian hari...

2 hari smti adalah hari libuuur... tapi udah stress aja.. karena sebagian besar teman2 udah ujian dan bisa menikmati sisa stase dengan indahnya... kami kudu belajar.. dan ditambah mendaftarkan online adik saya untuk simak UI... jadi disela2 belajar ..lebihvtepatnya belajarnya saya hentikan dulu buat ngurusin hal tsb bersama ayah saya yg kebetulan datang kesini... pusing juga menentukan jurusan yang adek saya mau. Alhamdulillah bisa kehandle.. sehingga saya tinggal hayar uang pendaftaran  ke bank. Alhamdulillah beres dan semua data2 yang harus di print sudah selesai.

1 hari smti... saya ckp hipotimik.gatau kenapa sakit kepala.. mana was was menanti ujian besok.. belum tau pasien ujian siapa..  dll. Sehingga  habis maghrib kami datang lg ke RSMH untuk melihat2 kemungkinan pasien yang bakal jadi ujian... udah diliat2 ampe jam 10 malem.. dan kami hanya bisa menduga mana aja pasien yang kira2 bisa jadi bahan ujian... jam 10 pulang dan langsung rambut saya dipotong surya gunawan s.ked biar besok ujian keliatan klimis.. saking ngantuknya.  Saya tidur ketika rambut dipotong. Hadehhhhhh....

Hari ini.. pagi pagi sekali datang ke RS.. dan dibagikan pasien   ternyata perkiraan kami meleset.. kami dapat pasien diluar dugaan. Yaaa..memang begitulah kehidupan koass.. kita kan hanya bisa memprediksi ... walau cemas meliputi akhirnya kami ber3 saya..zyska..dan putri akhirnya berkumpul di lt 4 anak jam 9an... ditemani mbak fajar   dr. Sri Utami Fajariyah, calon Sp.A... diskusi dan saling memberi semangat dan pasraaaahh.. hingga akhirnya pukul 10 kurang kita masuk ruang ujian.. ujian berlangsung tanpa terasa 2 jam lebih dengan berbagai pertanyaan.  Hwaaahh... akhirnya selesai sudah.   Hehehe.. terimakasih ya mbak fajar yang rela ngebimbing kami ampe sore   maaf juga ya jadi ditanya2 gara gara kami ga tau jawabannya... moga mbak lancar terus pendidikan spesialisnyaa... aamiin. Buat kita ber3..ga usah muluk2..moga2 kita lulus yaaaaa..aamiin

Oke... setelah itu..kami pulang.dan mendapatkan terapi selanjutnya... tidurrrrrrrrrr dan rehat untuk mengecas jiwa yang terlunta di akhir stase.ahahahaha...  istirahat untuk lebih kuat.. semangat untuk masuk stase selanjutnya ... semoga perjalanan koass ini lancar hingga waktuny tamat aamiin.

Jumat, 19 April 2013

Perjuangan

Kadang perjuangan itu irasional.. bahkan untuk sesuatu yang bagi sebagian orang tidak wajar. Tapi disitulah letaknya kenikmatan berjuang.. yang hanya didapatkan melalui pengalaman, bukan copy paste dari buku..

Salah satu Perjuangan yang saya kenal malah baru saya sadari bertahun2 selanjutnya.. yaituperjuangan ayah saya dalam mencari nafkah.. kami tinggal di kawasan rawa makmur bengkulu. Pinggiran kota rawa makmur.. sedsedangan ayah saya bekerja di taba penanjung sebagai seorang guru kimia.. untuk mencapainya ayah saya harus berangkat pagi hari sekali (sekiranya  jam 6 kurang) untuk mencari angkot ke pasar. Kenapa pagi sekali? Karena angkot menuju taba penanjung terbatas jumlahnya.. dan jam 7 atau 8 sudah habis..dan demi masuk mengajar tepat waktu.. perjalanan dari pasar ke taba penanjung sekitar 1 jam. lalu pulang dari sana juga harus menunggu lagiii... 1 jam lagi. Baru sampai dirumah kami (saat itu rumah kontrakan) ^^..

 so simple tampaknya.. biasa aja. Ga capek. Tapi ternyata... saya dikasih kesempatan untuk mencicipi rasa yang sama. Yaitu menjalani perjalanan kuliah palembang-indralaya ..ternyata capek banget..padahal cm 3 minggu ngejalaninnya... ahh.. ternyata apa yg kita kira mudah tak semudah yg kita jalani...

Betapa banyak yg ayah saya korbankan untuk saya?? sy ga tau..yg pasti saya ga bisa balas itu sampai kapanpun.. sy selalu persembahkan yg terbaik buatmu dad. :)

Sabtu, 09 Februari 2013

DOKTER PERUSAHAAN-KU

DOKTER PERUSAHAAN
Apa yang anda pikirkan ketika mendengar dokter perusahaan?......rasanya nyaman , fasilitas lengkap, gajinya lumayan, kerjanya enak…..Ya itulah yang saya pikirkan ketika saya menerima tawaran pekerjaan menjadi dokter perusahaan. Tapi jauh dari pemikiran itu, perusahaan sawit ini bekerjasama dengan MER-C INA (Medical Emergency Rescue-Commite) untuk membentuk sistem kesehatan terpadu pertama di perusahaan ini. Kenapa MER-C??....Karena menurut perusahaan, ini tugas berat dan harus ditangani oleh orang profesional yang bermental baja. 

Ketika saya pertama kali menginjakkan kaki di sini, saya bingung karena jauh dari bayangan saya. Melayani kesehatan karyawan dan tanggungannya sebanyak 2600 orang dengan satu orang dokter, terdapat 4 klinik, fasilitas kesehatan minimal, SDM Kesehatan yang kurang, obat yang terbatas, Masyarkat “asli” yang keras karena kebetulan sang pemilik perusahaan adalah asli orang sini, kerjasama dengan Puskesmas setempat yang tidak jelas. Satu bulan saya lakukan “maping” lalu saya simpulkan ada 4 masalah utama:
Kesehatan belum dianggap penting oleh perusahaan sehingga Obat, Alat Kesehatan Standar, SDM, Fasilitas Paramedis masih minimal. Hal ini tidak sejalan dengan keinginan kuat Kantor Pusat di Jakarta dengan Kantor Kebun di sini.

Sistem Rujukan, Aturan Berobat, Izin sakit, Aturan Klaim Biaya pengobatan perusahaan yang belum jelas. Hal ini mengakibatkan karyawan langsung berobat ke samarinda tanpa melalui dokter perusahaan. Bisa dibayangkan ongkos transportasi saja PP Kebun-Samarinda Rp.1.200.000 belum ditambah biaya pengobatan di RS. “enak jika benar-benar berobat, jika berobat jadi alasan untuk jalan-jalan ke kota kan repot, wajarlah jenuh, kebun ini kan jarak tempuh 5 jam ke kota!!”

Kerjasama pengobatan Puskesmas. Perusahaan ini dijadikan sapi perah Puskesmas, tarif rawat jalan ±Rp.100.000-Rp.150.000 dan rawat inap ±Rp.1.300.000/malam, Program pemerintah seperti TB, Kusta, Malaria bahkan imunisasi Posyandu pun ditagih bayaran. Jika saya lihat tagihan setahun bisa Rp.90 juta-120 juta diajukan Puskesmas ke Perusahaan

Watak masyarakat yang keras “semau-mau dia saja, menganggap perusahaan ini punya saudaranya kali…hehe” menyulitkan kontrol alur pengobatan. Dan manajemen di kebun menyerahakan masalah ke dokter. Seolah para stakeholder pun ingin lepas tangan dan tak mau bentrok dengan karyawan “jagoan”. Alhasil saya pun beberapa kali bertengkar dengan pasien biasanya karena minta izin sakit namun saya tidak memberi, karena jika tidak ada surat dari saya maka gaji hari kerjanya tidak ada, ada pula pasien datang tiba-tiba minta tanda tangan rujukkan sambil mengancam sebagai syarat ganti biaya pribadinya setelah berobat ke RS namun saat berangkat tidak melalui dokter perusahaan.

Setelah saya lakukan maping dan saya cukup frustasi, selain saya harus memikirkan sistem kesehatan namun saya juga harus fokus ke pelayanan kesehatan. Jadi saya simpulkan harus dibuat aturan jelas di atas hitam putih. Menurut saya harus orang yang berpengaruh di Jakarta yang harus tandatangan, karena menurut saya jika hanya stakeholder kebun, mereka pun kurang berani untuk buat aturan tegas. Lalu saya yakinkan MER-C dan Manajemen Perusahaan bahwa memang harus segera dilakukan rapat untuk menentukan fungsi dokter di Perusahaan ini, apakah sebagai dokter perusahaan yang bertanggung jawab tentang seluruh masalah kesehatan atau sebagai dokter jaga klinik perusahaan yang hanya fokus pada pelayanan kesehatan. Alhamdullilah akhirnya Perusahaan yakin, dan orang ke-3 Perusahan ini datang rapat di kebun ini. Dan telah dibuat aturan jelas di atas hitam dan putih mengenai aturan berobat, aturan rujukan, aturan permintaan izin sakit, standar minimal alkes klinik, fasilitas paramedis, pemenuhan sarana prasarana klinik, pemesanan obat tiap bulan yang dilakukan leh dokter tanpa bisa dikurangi atas nama budget, pemenuhan SDM paramedis. Mungkin terlihat mudah, dibalik itu banyak intrik, perang pemikiran, adu argumen, yang mengingatkan saya “untung saya ikut organisasi dari dulu” lobi-lobi kanan kiri sudah biasa. 
Tapi akhirnya semua bisa berjalan dengan baik.
Tapi ada masalah penting tentang izin klinik, perlu diketahui klinik perusahaan ini belum memiliki izin, dan syarat izin klinik salah satunya adalah rekomendasi Puskesmas setempat. Sedangkan hubungan Puskesmas dengan saya sudah tidak harmonis karena “Pemasukan” mereka sudah jauh berkurang. Saya pun kembali bingung, apakah alasan yang tepat untuk renegosiasi. Selalu ada jalan!!, saya lihat tagihan klaim puskesmas masih ada yang belum dibayar perusahaan, jelas saja karena tagihannya kan mahal sekali. Ini jalannya!!, saya lobi Kepala Puskesmas bahwa akan saya bantu untuk menyelesaikan tagihan dengan membawa Kasie Kebun ke Puskesmas untuk dieksekusi dan saya tawarkan untuk kerjasama Posyandu serta laporan SP2TP bulanan Puskesmas. Alhasil, rekomendasi klinik disetujui, lalu saya bermain cantik membuat surat MoU sepihak yang ditandatangani GM Kebun, inti surat itu adalah setiap biaya pengobatan karyawan yang tidak ada surat rujukkan dokter perusahaan tidak bisa di klaimkan sehingga suka tidak suka meeka terikat aturan itu. Lalu saya sedikit terror Puskesmas mengenai pengobatan dan imunisasi dasar gratis program Kemenkes RI, alasan saya akan saya laporkan ke Dinas Kesehatan jika masih ada Pungli, mereka pun takut akhirnya semuanya kembali digratiskan.

Saya pun cukup senang dengan pencapaian itu, namun saya pikir masa depan saya bukan di Borneo, maka saya putuskan resign dan pulang ke Lampung untuk tantangan serta pekerjaan baru. Selamat Tinggal Borneo!!

“Kesehatan adalah aset penting dan mahal bagi perusahaan maka berpikirlah penting akan hal itu”

“Meskipun disekitarmu adalah ladang emas, namun tugas mulia untuk melayani lebih berharga dari hanya sekedar emas, maka jangan halalkan segala cara untuk dapatkan emas itu apalagi mengorbankan nama mulia kesehatan”

Kamis, 27 Desember 2012

SINGKIRKAN SPEKTRUM SEMPIT KEPEMIMPINAN



Oleh : Franz Sinatra Yoga*

Hampir satu bulan yang lalu saya menerima sms dari sejawat saya di Aceh, Supri, yang juga menjabat sebagai pemimpin BEM di kampusnya berada. Isinya cukup lugas, mengajak saya berbagi tentang kepemimpinan. Pokok yang cukup menarik dan tidak ada habisnya untuk dibicarakan. 

Kepemimpinan sendiri memiliki banyak gradasi. Dari tingkat unit pelaksana hingga tingkatan sistem. Sebelum kita membahas ini lebih jauh, saya ingin anda menyebutkan salah satu pemimpin di lingkungan tempat anda tinggal? (jawablah terlebih dahulu sebelum melanjutkan membaca). Sebagian besar yang saya tanya menjawab seseorang yang memimpin organisasi, sebuah departemen, dan sebagainya. Hampir semua jawaban tekait dengan sebuah posisi formal yang terstruktur. Hal ini merupakan kepemimpinan yang kita sebut “posisi”. Dan tidak sedikit dari yang menjawab tadi mengidolakan posisi pemimpin yang disebutnya.
Tentu tak bisa kita pungkiri peran pemimpin sangat penting dalam dinamika kampus. Karena itulah muncul pelatihan-pelatihan kepemimpinan. Sebut saja di institusi teman-teman fakultas kedokteran, kita kenal LKMM lokal. Di tingkat wilayah ada LKMM wilayah dan di Nasional ada LKMM Nasional. Tentu banyak istilah-istilah lain untuk pelatihan sejenis. Pelatihan tersebut merupakan salah satu cara formal dalam membangun jiwa-jiwa pemimpin di generasi penerus. Tapi, jangan dijadikan kambing hitam untuk mencetak pemimpin. LKMM itu hanya event ataupun momentum, yang harus dimanfaatkan dengan baik, akan tetapi tentu membutuhkan usaha tambahan yang lebih keras, baik pendampingan, diskusi rutin, fasilitasi, dan lainnya.
Dalam praktiknya, John Maxwell menyebut ada lima tingkat Kepemimpinan, antara lain: Tingkat pertama bernama Posisi. Orang mengikuti sang pemimpin tak lain karena posisi pemimpin tersebut dalam struktur organisasi. Anggota bertindak karena harus melakukan tindakan tersebut. Alhasil pengaruh sang pemimpin tidak akan melampaui batasan-batasan deskripsi pekerjaan.
Tingkat kedua disebut Hubungan. Orang mengikuti sang pemimpin lantaran mereka ingin melakukan tindakan itu. Tindakan anggota sudah tidak terbatas pada deskripsi pekerjaan semata. Anggota mengerjakan sesuatu dari pemimpin karena merasa senang dan nyaman. Hanya saja jika ini terjadi terus menerus anggota dengan motivasi dan kreativitas tinggi akan menjadi gelisah dan berujung pada kekecewaan.
Tingkat ketiga dinamakan Hasil. Orang mengikuti sang pemimpin karena apa yang telah dilakukan pemimpin untuk organisasi tersebut. Hasil karya pemimpin diapresiasi anak buah. Mereka menyukai pemimpin dan apa saja yang sedang dikerjakan pemimpin. Tingkat tiga ini memberi landasan kokoh bagi sang pemimpin untuk meraih hasil optimal pada apa yang telah direncanakan.
Tingkat keempat, Pengembangan Anggota. Intinya anggota mengikuti sang pemimpin lantaran apa yang telah pemimpin lakukan untuk mereka. Komitmen pemimpin untuk memberi ruang bagi anggota mengembangkan bakat akan berdampak pada keberhasilan organisasi dalam jangka panjang. Anggota didesain untuk menjadi pemimpin baru yang kelak akan mengganti sang pemimpin.
Tingkat paling tinggi, kelima dinamakan Respek. Anggota mengikuti sang pemimpin karena siapa diri sang pemimpin dan apa yang pemimpin representasikan. Tingkat ini terjadi karena komitmen tanpa jeda yang dilakukan sang pemimpin untuk mengembangkan anggota dan organisasinya. Tingkatan kelima ini bisa disebut sebagai pemimpin inspirational, dimana para pengikut atau anak buah merasa terinspirasi dari sosok sang idola atau pemimpinya, model pemimpin inspirational akan berdaya tahan lama.
Seperti pertanyaan awal saya tadi. sebutkan salah satu pemimpin di lingkungan tempat anda tinggal? Tingkat kepemimpinan pertama bernama Posisi adalah makna tersurat yang menjadi sebagian besar jawaban. Memang seperti itulah sebagian pemikiran mahasiswa tentang “pemimpin”. Jawaban tersebut terbilang wajar terlontar karena  dalam kehidupan akademis kita lebih condong terpapar dengan kepemimpinan formal. Hal ini tentu ada baik dan buruknya.
Hal terburuk yang sering terjadi dan paling tidak saya sukai adalah bahwa hal ini menguatkan paradigma seseorang bahwa dirinya bukanlah seorang pemimpin. Yang mereka tahu pemimpin itu adalah ketua atau presiden direktur, lantas bagaimana dengan CEO, Manager, Owner, bahkan kita. Ingatlah, kita adalah pemimpin, minimal bagi diri kita sendiri. Sehingga seringkali rasa tanggung jawab hanya milik menjadi pemimpin formal. Padahal pemimpin bukanlah suatu yang ditentukan oleh sebuah posisi formal. Hal ini Menunjukkan bahwa masih terdapat spekturm sempit tentang kepemimpinan bagi kebanyakan mahasiswa, apalagi masyarakat. Oleh karena itu, marilah kita sama-sama menrekonstruksi pandangan kita tentang pemimpin, sehingga tidak terjebak didalam spectrum yang sempit.
Untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi dari posisi dimana anda berdiri tentu tidaklah mudah, Ki Hajar Dewantoro memiliki jurus yang menurut saya pribadi luar biasa. “ING NGARSO SUNG TULODO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI” (Jika berada didepan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan). Hal ini dapat anda lakukan bila anda memiliki posisi strategis. Mari definisikan posisi strategis yang saya maksud, posisi strategis bukanlah di posisi tertinggi, melainkan posisi yang mampu untuk menjangkau semua arah. Bila anda bayangkan segitiga sama sisi, posisi strategis adalah di tengah, dimana jara ke tiga sudut adalah sama. Sama pula halnya dengan lingkaran, posisi strategis adalah ditengah dan mampu menjangkau semua sisi dengan jarak yang sama. Istilah ini dalam hitungan matematika kita kenal dengan titik berat. Pemimpin yang baik harus mampu menempatkan posisinya secara cepat menyesuaikan dengan keadaan, dengan posisinya yang berada ditengah pemimpin dapat dengan mudah menggapai semua anggotanya dengan jarak dan akses yang sama, mampu pula untuk dicapai oleh anggotanya, tidak menimbulkan keadaan yang berat sebelah antar anggota, dengan posisi demikian maka kesinergisan akan terbentuk dengan sendirinya bahkan tanpa disadari.
Demi memebentuk jiwa kepemimpinan ideal bagi diri kita, tidak akan bisa dilakukan hanya dengan pelatihan. Sesungguhnya pemimpin yang baik itu bukan yang mampu berteori. Tetapi seseorang yang mampu memadukan teori dan praktik lapangan lalu mengemasnya dengan seni kepemimpinan sehingga semua kondisi tercipta untuk mengikuti perhitungannya. Untuk hal ini, kita semua termasuk saya, harus senantiasa berlatih. Mencoba adalah keharusan bagi kita sebagai mahasiswa, bukan keberhasilan yang menjadi keharusan bagi kita. Keberhasilan hanyalah dampak dari usaha kita dalam mencoba. Lakukan langkah pertama anda dengan menyingkirkan pemikiran spectrum sempit kepemimpinan, baru dilanjutkan dengan berbagai usaha dari yang kecil hingga yang besar. Sebagai contoh menjadi anggota yang baik adalah bentuk upaya menjadi pemimpin yang baik dikemudian hari.
“Pekerjaanmu akan menjadi bagian penting dari kehidupanmu. Satu-satunya cara untuk mencapai kepuasan adalah dengan percaya bahwa apa yang kamu kerjakan adalah pekerjaan yang hebat. Cintai apa yang kamu kerjakan. Jika kamu belum menemukannya, tetaplah cari. Jangan berhenti”. (Steve Jobs, CEO Apple, Stanford commencement speech, 2005). Carilah gaya kepemimpinan yang sesuai bagi anda, jangan mudah percaya dengan omongan orang lain selain anda dapat memastikan hal itu benar. Carilah posisi kepemimpinan yang sesuai bagi anda. Kalau belum ketemu, teruslah mencari!!.Kalau sekarang anda memiliki amanah formal sebagai seorang pemimpin, cintailah hal itu dan berikan yang terbaik yang anda punya. Begitu pula bagi yang tidak di posisi formal. Bahkan bagi anda yang saat ini hanya dalam proses memimpin diri sendiri, semoga tulisan ini jadi pecutan bagi jiwa anda untuk menjadi pemimpin super bagi diri sendiri dan setelahnya mampu memimpin orang lain dalam kebaikan. Setelah ini, berkacalah dan lihatlah pemimpin dalam diri anda setiap pagi.

* 24 Desember 2012
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Angkatan 2008
FB : franz Sinatra yoga , Twitter : @Franz_S_Yoga, Email : franz.sinatra@yahoo.com

Selasa, 30 Oktober 2012

Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit / MTBS ( .pdf )




 

Dapatkan Buku Bagan ini dengan cara Klik => Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit

Apa saja hal yang tercantum dalam MTBS?

ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN

PENILAIAN DAN KLASIFIKASI ANAK SAKIT
Penilaian, Klasifikasi, dan Menentukan Tindakan
Memeriksa Tanda Bahaya Umum
Kemudian Tanyakan Keluhan Utama:
·        Apakah anak menderita batuk atau sukar bernapas
·        Apakah anak menderita diare
·        Apakah anak demam ( Klasifikasikan Malari, Klasifikasikan Campak, Klasifikasikan Demam Berdarah)
·        Apakah anak mempunyai masalah telinga
·        Memeriksa Status Gizi
·        Memeriksa Anemia
·        Memeriksa Imunisasi dan Vitamin A
·        Menilai Masalah/Keluhan Lain

PENGOBATAN
Mengajari Ibu Cara Pemberian Obat Oral di Rumah
Antibiotik Oral
Antimalaria Oral
Parasetamol
Vitamin A
Zat Besi/Tablet Tambah darah
Obat Cacingan

Mengajari Ibu Cara Mengobati Infeksi Lokal di Rumah
Mengobati Infeksi Mata dengan Tetes/Salep Mata
Mengeringkan Telinga dengan Kain/kertas penyerap
Mengobati Luka di Mulut dengan Gentian Violet
Meredakan Batuk dan Melegakan Tenggorokan dengan
bahan yang aman

Pemberian Pengobatan ini Hanya di Klinik
Antibiotik Intramuskular
Suntikan Artemeter untuk Malaria Berat
Mencegah Agar Gula Darah Tidak Turun

Pemberian Cairan Tambahan pada Diare
Rencana Terapi A : Penanganan Diare di Rumah
Rencana Terapi B: Penanganan Dehidrasi Ringan/ Sedang dengan Oralit
Rencana Terapi C: Penanganan Dehidrasi Berat
Pemberian tablet Zinc untuk semua penderita Diare
Pemberian Cairan Pra Rujukan untuk Demam Berdarah Dengue
Tindakan pra rujukan untuk .anak sangat kurus disertai diare

KONSELING BAGI IBU
Makanan
Menilai Cara Pemberian Makan Anak
Anjuran makan untuk anak sehat maupun sakit
Menasihati Ibu tentang Masalah Pemberian Makan

Cairan
Meningkatkan Pemberian Cairan Selama Anak Sakit

Kapan harus kembali
Menasihati ibu kapan harus kembali
Kapan kembali segera

Menasihati Ibu Tentang Kesehatannya Sendiri
Menasihati ibu tentang penggunaan kelambu untuk
pencegahan Malaria

PELAYANAN TINDAK LANJUT
Pneumonia
Diare Persisten
Disenteri
Malaria (Daerah Risiko Tinggi atau Risiko Rendah)
Demam-Mungkin Bukan Malaria (Daerah Risiko Rendah dan Tanpa Risiko Malaria)
Campak dengan Komplikasi pada Mata atau Mulut
Mungkin DBD / Demam : Mungkin Bukan DBD
Infeksi Telinga
Masalah Pemberian Makan
Anak kurus
Anemia

BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN
PENILAIAN, KLASIFIKASI DAN PENGOBATAN BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN
PENILAIAN DAN KLASIFIKASI BAYI MUDA
Memeriksa kemungkinan penyakit sangat berat atau infeksi bakteri
Apakah bayi diare
Memeriksa ikterus
Memeriksa kemungkinan berat badan rendah dan/ atau masalah
pemberian ASI

TINDAKAN/PENGOBATAN
Bayi muda yang memerlukan rujukan segera
Tindakan/pengobatan untuk bayi muda yang tidak memerlukan rujukan
Asuhan dasar bayi muda

PELAYANAN TINDAK LANJUT
Infeksi Bakteri Lokal
Ikterus
Diare Dehidrasi ringan/sedang, Diare tanpa dehidrasi
Berat badan Rendah menurut Umur
Masalah pemberian ASI
Luka atau bercak putih (thrush) di mulut

LAMPIRAN –LAMPIRAN
FORMULIR PENCATATAN :
ANAK SAKIT UMUR 2 BULAN SAMPAI 5 TAHUN
BAYI MUDA UMUR KURANG DARI 2 BULAN
GRAFIK BERAT BADAN MENURUT PANJANG / TINGGI BADANGRAFIK BERAT BADAN MENURUT UMUR
DAFTAR DAERAH RISIKO MALARIA

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by phii | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code