Kastrat- Dari Diri Sejak Dini
kastrat itu ibarat angin segar yg menggugurkan daun daun tua, bukan karna membencinya, tapi karena itulah saatnya gugur...demi mengusung momentum daun muda untuk tumbuh...agar tujuan yg lebih penting, mempertahankan kehidupan si pohon, dapat terlaksana- Franz Sinatra Yoga.
Antara Hipotesis Gaia, Al-Qur'an, dan Inversi Suhu
Apakah yang dimaksud dengan Hipotesis Gaia? Dinamai menurut Dewi Bumi bangsa Yunani kuno, teori ini menggambarkan planet kita sebagai sebuah sistem yang hidup, bernafas dan sebagai satu kesatuan yang memiliki aturan sendiri..
Tampilkan postingan dengan label KASTRAT (Kajian Strategis). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KASTRAT (Kajian Strategis). Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Mei 2012
Terlalu Banyak Hambatan Klasik di MPA ISMKI
Sebagai ketua, rasanya agak tabu membeberkan kekurangan organisasi/ himpunan yang diketuai. Tapi kali ini tidak bagi saya. Semua harus kita awali dengan kejujuran dan introspeksi. Jangan takut untuk dinilai salah oleh orang ketika kita benar-benar salah. Sapa tau nantinya kita malah mendapat inspirasi untuk berubah. Mumpung saya lagi ada sedikit waktu senggang, saya ulas tentang beberapa kelemahan MPA ISMKI saat ini (sebenarnya kelemahan dalam 1 bulan belakangan).
Sejak bulan desember, saat ini memasuki bulan keenam amanah kami sebagai MPA ISMKI. Amanah yang berat karena amanah ini diwariskan tanpa warisan. Bahkan program kerjapun tak ada. Sekarang, alhamdulillah telah terdapat beberapa kejelasan. Dalam 4 bulan pertama, semua baik-baik saja. Rasanya ada 10 kali kami melakukan Net Meeting. Memasuki bulan kelima, semua menjadi berantakan lagi... lagi dan lagi... masalahnya hampir sama, masalah klasik yaitu kesibukan dari masing-masing MPA. Maklum, MPA ini berasal dari kalangan yang sudah sepuh. Campuran sejawat angkatan 2008 dan 2007. Jadi agak sulit mengatur waktunya walaupun hanya 4 orang.
berpose di depan kantor gubernur Jambi
Dapat dibilang ini juga kesalahan saya, 8 minggu yang lalu saya baru masuk koass alias dokter muda. Membutuhkan adaptasi yang luar biasa. 3 minggu yang lalu saya pergi ke jambi untuk koass di RS Jiwa Jambi selama 2 minggu, disana tidak ada sinyal modem smart. So, saya benar-benar hilang dari peredaran dunia maya. 3 minggu belakangan tidak ada NM sama sekali. Rencananya tadi malam mau mengadakan NM, tetapi beberapa MPA tidak mengonfirmasi dan ada yang berhalangan. Jadi, NM dibatalkan. Again. Sebelumnya juga banyak kejadian yang menghambat komunikasi kami ber4, sinyal internet. Ada juga beberapa kondisi seperti sakit, sehingga MPA tidak mungkin kan dipaksa ikutan NM. Bahkan beberapa tugas MPA yang seharunya sesuai deadline menjadi molor. Termasuk NM MPA dan BAPIN, hingga saat ini belum dapat dilaksanakan. Alhamdulillah NM MPA-WILAYAH, MPA BPN, dan MPA PHN sudah terlaksana.
Ingin rasanya direct meeting (DM), akan tetapi dari segi perizinan sangat tidak memungkinkan. Padahal pembahasan kita tentang rekomendasi ketika rakornas masih tersisa. Semakin hari rakornas juga semakin dekat. Untung salah satu MPA berada di Bandung dan mudah-mudahan bisa mewakili kami yang tidak dapat berangkat rakornas. Jujur, menjalankan amanah sebagai seorang organisator bersamaan dengan koass merupakan sesuatu yang sulit. Mungkin inilah yang terjadi pada generasi beberapa tahun sebelumnya.
Sekarang bukan saatnya lagi menggerutu. Yang ada di pikiran saya hanyalah satu. Bagaimana mengefektifkan semua fungsi MPA?? mengingat kita masih punya sisa waktu 7 bulan ke depan untuk merubah apa saja yang perlu diubah. Saya juga sangat yakin dengan kemampuan ketiga orang MPA lainnya. Mereka adalah generasi-generasi yang berkualitas, contohnya Mega, dulunya adalah PH PSDM Nas ISMKI, mas Aldi dulu menjabat koord KIK Nas ISMKI selama 2 periode, dan Arya Giri adalah seorang ketua BEM dan duta kesehatan bali. Mereka orang-orang yang luar biasa. Karena itu saya optimis bahwa kejadian 1 bulan terakhir tidak akan terulang kembali.
Insya'Allah setelah rakornas, akan ada sedikit perubahan teknis kerja di lapangan. Hal ini akan di diskusikan setelah rakornas. Insya'Allah hari rabu malam, 9 mei 2012 kami NM untuk membahas rekomendasi MPA.
Sebagai info tambahan: dulu, sebelum saya jadi MPA, salah satu keinginan saya adalah merubah paradigma DPM FK di Indonesia. DPM dan BEM itu harus dalam satu payung. Karena di beberapa universitas, kadang DPM dan BEM seringkali kurang harmonis. Diharapkan dengan adanya sebuah pelatihan, yang namanya "temu legislatif" kerja DPM dan BEM sinergis. Tapi karena MPA ini ga pernah punya fungsi EO dan tenderisasi gimana cara mengadakannya?? ternyata Allah berkehendak lain. Alhamdulillah melalui beberapa kali perbincangan yang awalnya hanya via facebook, Insya'Allah pihak DPM FK Unsri bersedia menjadi tuan rumah "temu legislatif" tersebut. Mudah-mudahan memang benar-benar terwujud ya. aamiin.
Minggu, 05 Februari 2012
DICARI: Solusi dari Mahasiswa dalam Mengatasi Masalah Rokok!!
“I’m more proud of quitting smoking than of anything else I’ve done in my life, including winning an Oscar.”
- Christine Lahti
Rokok masih memiliki daya tarik tersendiri bagi dunia... tak luput, menarik dunia kesehatan Indonesia. Menarik mereka untuk memutar otak bagaimana meratifikasi FCTC, bagaimana mengGOLkan RUU PDRTK, dan upaya-upaya baik lain yang banyak sekali ditentang berbagai kalangan.... bahkan ditentang oleh orang-orang yang ingin mereka selamatkan. Inilah kenyataan... Karena rokok sangat berkuasa di negara ini...
sebagai mahasiswa yang agak aneh karena doyan membahas hal-hal seperti ini, saya akhirnya mencoba menggali bahan pembelajaran dari dua orang pakar kesehatan paru, yang juga saya kenal sebagai aktivis yang memperjuangkan penekanan efek buruk dari rokok. Berikut diskusi saya dengan kedua Guru yang saya sendiripun belum pernah bertatap muka secara langsung. (bagi yang membaca dan ingin share ide untuk mencari upaya-upaya solutif atas masalah rokok... monggo komen aja ya)
Assalamu'alaikum,,,Prof. Faisal Yunus dan Prof.Anwar Jusuf...sudahkah melihat video ini? saya bela-belain download walaupun sizenya besar prof.. dan ternyata setelah lihat, tantangan kita sangat besar... kita harus memperkuat gerakan juga. bagaimana Prof?
ayoo... pada tonton dulu videonya sebelum melanjutkan membaca:
atau link berikut:
http://www.youtube.com/watch?v=DiyWK3fzTpA
http://www.youtube.com/watch?v=DiyWK3fzTpA
Berikut diskusi yang terjadi:

Anwar Jusuf Franz, sudah saya lihat videonya. Buat saya bukan barang baru, memang amat berat yang harus kita kerjakan. Ini semua akibat ketidak mengertian rakyat dan pengambil keputusan tentang rokok. Karena itulah saya amat nyinyir tentang perlunya pengambil keputusan seharusnya berfihak kepada kesehatan. Tetapi para dokter/petugas kesehatan tak bisa bekerja sendiri. Harus bekerjasama dengan fihak nonkesehatan. Itu membutuhkan proses yang lama. mungkin pergantian generasi. Lagi2 saya nyinyir soal perlunya ISMKI mengajak teman2 mahasiswa ekonomi, budaya, pendidikan, pokoknya nonkedokteran utk membangun budaya tak merokok. Mulailah bergerak, Franz.
Franz Sinatra Yoga investasi terhadap generasi muda memang sangat butuh prof. Tapi waktu yang dibutuhkan juga cukup lama prof..IOMS kesehatan sudah menginisiasi prof, jadi ada lintas profesi kesehatan mulai bergerak.... smga langkah kami dikuatkan.
Mengingat Undang-undang adalah regulasi strategis untuk rakyat yang pemahaman tentang rokoknya masih setengah2, menurut prof apakah bisa kita angkat kembali RUU pengendalian dampak rokok terhadap kesehatan?
saya juga mau tanya prof, banyak sekali penolakan kendali terhadap rokok berasalan banyak rakyat/petani tembakau yang bergantung hidupnya disini, bagaimana menurut prof? pernahkan terpikirkan solusi akan hal ini? *mohon sharing pemikirannya prof... ^^
Anwar Jusuf Banyak pakar dan politisi yang dapat membantu kita. Masalah tenaga kerja, pajak dll memang bukan kita ahlinya. Karena itu memang butuh bantuan pakar2 lain, kita tak bisa sok mampu bekerja sendiri. Hubungi Ngabila Salama dan Ikhsan Johnson, mhs FKUI yang pernah meggelar temu muka dengan pakar tsb tahun ini di UI. Sekali lagi, jangan hanya profesi kesehatan. Pembuat kebijakan kebanyakan bukan dokter. Mereka bicaranya cuma duit.
Franz Sinatra Yoga setuju prof... bisa saya minta rekomendasi dari Prof tentang pakar dan utamanya politisi yg siap bantu?
iya prof, ikhsan memang jadi perwakilan IMSKI yg fokus ke pengawalan isu rokok... sejujurnya, saya masih kesulitan untuk menyatukan dengan mahasiswa lintas fakultas. saya masih berusaha ini prof... hehehe
Faisal Yunus Saya sudah melihat video yang dikrimkan, memang suatu hal yang mengenaskan karena negara ita dijadikan ladang peruahaan asing untuk meracuni penduduk dan menikmati keuntungan tanpa mereka merasa bersalah. Ada beberapa faktor penyebab hal itu, pertama ketidak pedulian pemerintah tentang hal ini, bohong besar kalau mereka tidak tahu bahaya rokok, karena di negara maju hal ini sudah dibuktikan dan dilakukan pengendaliannya, tidak sah jauh-jauh lihat Singapura telah melakukan hal itu. Tidak yakin saya baik SBY, para menteri dan petinggi lainnya tidak tahu hal in. Tapi yang mereka lihat adalah keuntungan uang cukai rokk dan investasi pabrik rokok.
Kenapa ini bisa tejadi? Karena di Indonesia, pemeintah tidak embeikan iaya pengobatan untk rakyatnya, tidak speti di egara maju. Jadi kalau rakyat sakit, mereka engeluarkan iaya sendiri untk engobatannya bukan ditanggung oleh pemerintah. Jadi pemeintah berkatata " Gue dapat untung dari investasi pabrik rokok, dari cukai riokok, makin banyak yang eli rokok gue makin untung. Nah rakyat banyak, kalau kalian pada sakit, silahkan berobat dengan uang sendiri, bukan uang gue, emang gue pikirin?"
Di egara maju, kalau rakyat sakit dibiayai oleh pemerinah, nah sakit akibat rokok biayanya besar bangat karena sakitnya berat dan lama serta obatnya mahal yaitu kaner paru an PPOK. Jadi mereka sudah berhitng, dibandingkan euntungan dari cukai rokok dan pajak pabrik ternyata biaya yang dihabiskan untuk mengobati penyakit akibat rokok yaitu kanker dan PPOK jauh lebih besar, maka tekor jadinya. Oleh sebab itu mereka mai-matian kampanye anti roko karna sudah tahu embiarkan rokok dihisap masyarakat lebih besar ruginya dari untungnya.
Faisal Yunus Sekarang apa yang bisa kita lakukan,1. Memberi edukasi pada masyarakat, terutama anak sekolah, guru dan pemuka masyarakat.2. Memaksa dalam tanda petik pemeintah dan anggota DPR mengesahkan undang-undang rokok adalah bahan adiktif.3. Memaksa pemeintah memberlakukan beberapa peraturan yaitu, (A) Memasang gambar pada bungkus rokok (gambar kanker paru dsb). (B) Melarang iklan rokok dalam bentuk apapun. (C) Menaikkan ukai rokok 300% dari yang berlaku sekarang. (D) Melarang rokok di jual pada anak di bawah usia 18 tahun.
Bagaimana caranya?
1. Secara tetap dan erkesinambungan mengadakan ceramah dan pendidikan untuk awam, terutama di sekolah
2. Menulis di koran, media massa, radio dan TV
3. Menggalang erja sama dengan smua akademisi, LSM dan masyarakat peduli bahaya roko untuk berkampanye dan advokasi bahaya rokok pada pengambil kebijakan
4. Mengajar masyarakat anti roko dan takut bahaya rokok untuk berani bilang "Jangan merokok di sini kepada perokok" di semua tempat, di endaraan umum, di fasilitas umum dan di mana saja
Untuk itu kita harus terus berjuang bersama-sama!!

Franz Sinatra Yoga Prof. Faisal, masukan yg luar biasa Prof. Hal ini dpt jd masukan juga bagi stakeholders SJSN. SJSN bisa tekor misalkan pengendalian rokok ndak maksimal. Begitukah prof?
Kalau dari PDPI sendiri, dlm satu tahun ke depan apa yg dilakukan prof?
*trims sblmnya atas sharing dr prof.
Faisal Yunus Langkah PDPI yaitu advokasi pada pemerintah terutama Menkes untuk meningkatkan usaha agar undang-undang rokok bahan adiktif dan pemasangan gambar pada bungkus rokok bisa terlaksana. Kedua menggalakkan penelitian elihat dampak rokok dan prevalens perokok pada remaja dan anak sekolah, untuk dipakai meyakinkan pengambil kebijakan seberapa besar dampak rokok pada masyarakat.

Anwar Jusuf
Nasib petani tembakau, buruh pabrik rokok dan tenaga kerja lain yang terkait dengan industri dan perdagangan tembakau memang selalu dijadikan kilah untuk mempertahankan eksistensi produk yang satu ini. Ironisnya, isyu ini dinyanyikan dengan baik dalam paduan suara antara penjabat, pengusaha dan tenaga kerja yang tak mau faham dan peduli kepada kesehatan. Buat mereka, sakit adalah "urusan nanti" dan bukan concern mereka. Dokter, dokter gigi, mahasiswa kedokteran/kedokteran gigi, perawat, mahasiswa keperawatan, baik sebagai individu mau pun melalui organisasi (IDI, PDGI, ISMKI dll, mohon maaf kepada yang belum tersebut) memang tak akan mampu mencari solusi utk hal2 yang diisyukan itu. Yang seharusnya mencari solusi utk masalah pertanian, ya mustinya pakar pertanian. Yang seharusnya mencari solusi utk masalah tenaga kerja ya mustinya pakar ketenagakerjaan. Yang seharusnya mencari solusi utk masalah perdagangan ya mustinya pakar perdagangan. Begitu juga masalah budaya, pendidikan, olah raga dll harusnya adalah pakar di bidangnya. Tetapi yang mau mencari solusi ialah orang/kelompok yang mengerti dan peduli akan hubungannya dengan kesehatan yang menjadi korban rokok/tembakau. Harus ada pengusaha yang mengerti dan peduli, harus ada guru2 yang mengerti dan peduli, harus ada seniman yang mengerti dan peduli, harus ada menteri yang mengerti dan peduli, pengacara yang mengerti dan peduli kepada kesehatan, bukan hanya uang. Harus ada mahasiswa yang mengerti dan peduli akan masalah ini. Bukan hanya mahasiswa kedokteran, tapi juga mahasiswa kedokteran gigi, keperawatan, ekonomi, hukum, pertanian, pendidikan, ilmu politik dan sosial, psikologi, komunikasi, jurnalistik, senirupa, grafik dan animasi, hubungan masyarakat, hubungan internasional, ilmu ketatanegaraan dan ilmu pemerintahan dst, dsb. ISMKI harus jadi "whistle blower", penganjur, pemersatu, pemimpin dalam perubahan di bidang ini. ISMKI harus mampu membuat semua fihak faham, peduli dan prihatin akan akibat buruk tembakau kepada kesehatan dan memberi inspirasi kepada semua fihak agar memikirkan, mencari dan menciptakan solusi di bidang masing2 terkait isyu keshatan yang dipengaruhinya. ISMKI tidak dapat bekerja sendiri. Kalau hanya mengurusi isyu kesehatan saja, maka ISMKI hanya akan jadi organisasi yang nyinyir, isinya mahasiswa yang nyinyir, paling-paling menghasilkan doktet yang nyinyir, ... seperti saya.
Sekarang, apakah peran kamu sebagai mahasiswa kedokteran dalam mencegah dampak buruk yang ditimbulkan rokok????Apa? jangan salahkan siapa-siapa dulu, jangan berkilah dulu dengan membawa-bawa bagaimana dengan nasib petani tembakau
Bukankah kita mahasiswa dituntut kreatifdalam memecahkan permasalahan??kalau iya... mari buktikan. Saran-saran dari kedua Professor diatas dapat kita jadikan bahan acuan. Talk Less, DO MORE!!
Selasa, 24 Januari 2012
Ayahku Seorang Tukang Jaga Malam
"Menjadi orang kaya itu tidak perlu dipelajari, yang harus dipelajari itu adalah menjadi orang miskin."
Kalimat di atas sangat pas untuk mengawali kisah ini. Ini kisah tentang Ayah seorang mahasiswa tingkat 4 di sebuah fakultas kedokteran. Kisah yang berbicara tentang Ayahku. Mungkin banyak diantara ayah-ayah lain yang memiliki kisah serupa dengan ini. Perlu diketahui, cerita ini bukan untuk cari sensasi atau sejenisnya, ini Saya tulis sebagai bentuk kekaguman kepada semua ayah yang berusaha mengarahkan hidup anaknya menjadi lebih baik. Terkhusus, Saya persembahkan untuk Ayah saya.
Ayah mana yang tidak senang anaknya kuliah. Terserah jurusan apapun kalian, sang ayah selalu bangga atas yang telah kita capai. Hal yang sama juga saya rasakan ketika saya menginjak (menduduki seharusnya) bangku kuliah. Apalagi sekarang, menghitung minggu menuju tanggal wisuda S-1 saya. Tapi, saya tak kalah bangga dengan ayah saya. Kenapa? karena Ayah saya dulu adalah seorang tukang jaga malam disebuah perusahaan perkebunan. ^^
Ayah mana yang tidak senang anaknya kuliah. Terserah jurusan apapun kalian, sang ayah selalu bangga atas yang telah kita capai. Hal yang sama juga saya rasakan ketika saya menginjak (menduduki seharusnya) bangku kuliah. Apalagi sekarang, menghitung minggu menuju tanggal wisuda S-1 saya. Tapi, saya tak kalah bangga dengan ayah saya. Kenapa? karena Ayah saya dulu adalah seorang tukang jaga malam disebuah perusahaan perkebunan. ^^
Kisah ini pernah diceritakan Ayah saya dulu sekali, jauh sebelum saya ngeBlog, jadi tak pernah terpikir oleh saya untuk menulisnya dan akhirnya lupa. Beberapa hari yang lalu, Ayah bercerita dengan adiknya nenek (kakek ujang) tentang kisah ini lagi, *saya nguping pembicaraan sambil makan+ baca koran layaknya detektif. Kisah ini masih semenarik dulu.
Di keluarga ayah, mayoritas saudara Ayah adalah lelaki. Dengan jarak umur yang berdekatan, saat ayah kuliah, Abang dan Adik ayah juga kuliah. Artinya 3 orang kuliah di saat yang bersamaan. Sedangkan kakek dan nenek hanyalah petani. Dengan rumah ditengah sawah, tanpa penerangan, dan berlantai tanah. Sungguh sebuah prestasi menurut saya, alhasil rata-rata saudara/i Ayah adalah sarjana walau keadaan perekonomian demikian. Bayangkan sekarang, banyak saya temui keluarga dengan rumah yang sangat layak, lantai marmer, motor bahkan mobil punya, tetapi selalu bilang ga ada uang untuk membiayai anak kuliah. *geram mode: ON.
Dengan kondisi ekonomi yang ada, tentu sangat susah membiayai 3 orang anak kuliah sekaligus. Biaya kuliah, biaya hidup, biaya kos, dll semuanya di kali 3. Akhirnya, salah seorang saudara menawarkan sebuah pekerjaan pada Ayah. Intinya Ayah sebaiknya bekerja untuk meringankan beban kakek dan nenek di rumah, karena hasil tani tentu tidak seberapa. Saudara tersebut memang bekerja di kantor perkebunan, olehnya ayah mendapat pekerjaan sebagai tukang jaga malam. Karena jadwal kuliah ayah ga menentu kadang pagi kadang sore, malam adalah waktu yang pasti free. *ga prestigious banget ya.. tapi bagi saya yg jadi anaknya, ini hebat banget... hhheehe
Dengan profesi hanya sebagai tukang jaga malam tentu ada saja pegawai yang mencemooh dan bertindak seenaknya terhadap ayah. Menariknya, tak satupun dari mereka, bahkan kepala dinas, yang mengetahui bahwa Ayah adalah seorang mahasiswa. Hanya saudara kami yang tahu. Ayahpun ketika ditanya pegawai-pegawai yang lain, (percakapan dah ditranslate dari bahasa aceh menjadi Indonesia)
P : "kalau malam kan jaga, kalau siang ngapain?",
Ayah: "Engga ada, di kosan saja, tidur, kalau ada kerjaan lain disuruh orang baru saya kerja"
Ketidaktahuan ini mungkin yang jadi penyebab sikap mereka yang seenaknya pada ayah. Tetapi Ayah tetap berjalan pada relnya, sebagai tukang jaga malam. Hal ini terus berlanjut hingga 3 tahun lebih.
Setelah bertahun lamanya, akhirnya Ayah lulus kuliah. Kalau dulu langsung diangkat jadi guru. SK Ayah sebagai guru kimia pun keluar dan Ayah ditempatkan di Bengkulu. Walaupun Ayah telah lulus dan jadi PNS (guru), Ayah selama 2 bulan setelah itu masih kerja sebagai tukang jaga malam (menunggu keberangkatan kalo ndak salah) tanpa satu orangpun yang tahu. hingga akhirnya Ayah tiba-tiba di panggil oleh kepala dinas ke ruangannya. (ada apa cerita penjaga malam dipanggil ke ruang kepala dinas). Sesampainya diruangan terjadilah percakapan seperti berikut:
KD: Yusrizal ya?
Ayah : Iya pak
KD: Kamu kerja disini sudah lebih dari 3 tahun kan?
Ayah: Iya pak
KD: jadi gini, kita mau menerbitkan SK PNS pengangkatan kamu. Nanti kamu sebagai staf disini, tapi setelah itu kamu harus kuliah lagi ya, ambil jurusan pertanian, biar kamu jadi insinyur pertanian nantinya.
Ayah: *galau *galau *galau (zaman dulu belum populer istilah galau kali ya), (mengingat SK Guru udah keluar tapi di bengkulu, dan SK Staf di banda aceh mau diterbitkan, tentu membuat ayah belum bisa memutuskan jawaban). Akhirnya ayah berkata, "saya minta waktu 3 hari untuk mikir-mikir boleh pak?
KD: ya, boleh boleh, silakan.
Dalam 3 hari, Ayah harus membuat keputusan, yeaaahhh!!! ayah langsung cabut pulang ke takengon menemui nenek dan kakek untuk meminta nasehat.
Ayah: Menjelaskan kronologis telah lulus dan diangkat menjadi guru di Bengkulu dan Niat kepala dinas mengangkatnya menjadi PNS. Termasuk tentang pangkat dan golongan, kalau guru diangkat 2C sedangkan staf dipakai ijazah SMA, artinya 2A.
Nenek: "Apa enggak capek nak? kamu kan sudah kuliah bertahun-tahun, capek, dan Ibu sudah irit membiayai kuliah kalian, gimana kalau ambil yang di bengkulu aja".
akhirnya Ayah pulang lagi ke banda untuk menemui bosnya.
KD: ya, jadi bagaimana, apakah sudah mikirnya yus?
Ayah: sudah pak, bapak tau kan saya penjaga malam disini?
KD: ya taulah, kamu kan sudah 3,5 tahun kerja disini
Ayah: iya pak, tapi mungkin ada yang bapak tidak ketahui tentang saya
KD: hah, apa memangnya yang saya tidak tahu?
Ayah: Iya pak, saya mohon maaf, jadi selama saya kerja disini saya juga kuliah pak.
KD: hah? kuliah dimana kamu?
Ayah: di Unsyah pak, sekarang saya sudah lulus dan diangkat jadi guru untuk ditempatkan di bengkulu. *sembari menunjukkan SK pengangkatan PNS guru. Jadi setelah saya bicara sama orangtua, saya memilih jadi guru pak.
KD: ambil jurusan apa kamu memangnya?
Ayah: kimia pak
KD: Jadi selama ini kamu membohongi kami ya. kapan ditanya kalau siang ngapain kamu bilang cuma dirumah tidur-tidur aja. Kenapa begitu?
Ayah: Iya pak. maaf kalau bapak merasa dibohongi. Saya malu pak. Sepertinya aneh kalau tukang jaga malam kuliah pak.
KD: Wah.. bagus kamu... bagus...diam-diam kamu kuliah, diam-diam walaupun jaga malam kamu tetap sukses. bagus-bagus. jadi begini saja, kamu berangkatlah ke bengkulu, dengan catatan dalam enam bulan kalau kamu tidak betah nanti disana, kamu balik ke sini lagi saja saya yang angkat kamu jadi PNS. Jadi nama kamu tidak akan saya coret di daftar ini selama 6 bulan ke depan. begitu ya...
Ayah: *yey* baik pak
Lalu ayah dirangkul sama kepala dinas dan diantar keluar ruangan dengan tangan masih merangkul pundak ayah. Sembari jalan, semua mata tentu tertuju sama ayah, ada apa gerangan TUKANG JAGA MALAM dirangkul sama kepala dinas sambil ditepuk-tepuk pundaknya. *yang sudah kerja beberapa tahun sebagai PNS / honorer saja mungkin belum pernah dibegitukan. Tiba-tiba kepala dinasnya berkata didepan staf yang lain: "Ini contoh sebenar-benanrnya orang, contoh dia ini, diam-diam dia ternyata sekarang sukses". *kepala dinas buat staf yang lain kepo dan keheranan.
sebulan-dua bulan sejak kejadian itu, Ayah masih menunggu keberangkatan dan tetap bekerja seperti biasa sebagai tukang jaga malam. Tapi ada yang berbeda, pegawai lain yang kerap mencemooh dan seenaknya sama Ayah tidak lagi bersikap seperti itu. Tukang jaga malam akhirnya berjaya.hehehe....
*ayah pernah bilang, "saking ga pengen dilihat orang sebagai tukang jaga malam, tiap hari ayah bangun jam 4 subuh dan langsung menyapu halaman perkantoran."
Sedangkan saya?????
Kalau di bandingkan dengan perjuangan ayah semasa kuliah, saya belum ada apa-apanya.. mau dibilang saya masuk fk, dibangga2kan orang, setelah sekian cerita darimu saya merasa masih belum ada apa-apanya dibandingkan ayah. maaf yah.. kalau franz masih menyusahkan, masih sering sms yang isinya memberatkan-meminta spp yang kadang pemberitahuannya mendadak, pergi kesana-kesini, uang kos yang mahal, dan biaya hidup yang tidak sedikit. Saya akan meniru jejak ayahanda suatu saat nanti. Tunggulah yah..!! Ayah tidak akan menyesal mendidikku hingga seperti ini. ^^
dan... saya bangga punya ayah sepertimu, Yusrizal, S.Pd- mantan tukang jaga malam yang hampir jadi Insinyur pertanian.hehhehe
Bagaimana dengan Ayah teman-teman?? ada yang mau share?? monggo...^^
Selasa, 27 Desember 2011
PROPAGANDA DAN NEGOSIASI
Disampaikan pada Online Training via skype untuk Kastrat Wilayah 4
Oleh Franz Sinatra Yoga
1. Propaganda
Kita sebagai mahasiswa kerap mendengar istilah propaganda dalam keseharian aktivitas organisasi. Untuk memahami propaganda lebih dalam, marilah kita memulai dengan menganalisis propaganda melalui identifikasi 5W + 1H.
What – Apa itu propaganda (Definisi)
Why- Kenapa kita harus melakukan propaganda (Tujuan/ latar belakang )
When – Kapan kita harus melakukan propaganda (Waktu)
Where – Dimana kita melakukan propaganda (Tempat)
Who – Siapa yang melakukan propaganda (Aktor)
How – Bagaimana cara melakukan propaganda (metode)
(Betapa untuk meraih kemerdekaan Indonesia di masa revolusi tahun 1945 – 1949 dahulu, penuh dengan kreativitas dan perjuangan para pahlawan yang pantang menyerah! Salah satunya pada tulisan propaganda di atas.)
Dalam kesemptan ini, pembahasan akan dititikberatkan pada What+Why, Where, dan How.
A.What+ Why: Propaganda dapat didefinisikan sebagai kegiatan memasyarakatkan sebuah isu/informasi untuk menarik perhatian orang lain dan menyebabkan mereka tahu, paham, serta ikut bersama sama menindaklanjuti isu tersebut.
Dalam gerakan kastrat, hal ini ditujukan untuk menyebarkan isu/info/pencerdasan sehingga mahasiswa kedokteran punya satu frame yang sama dengan kastrat untuk menindaklanjuti isu tersebut, paling tidak, jangan sampai menjadi oposisi dari gerakan yang kastrat lakukan. Mengingat propaganda tentu dilakukan pihak oposisi. INGAT isu yang dibahas kastrat adalah ISU KESEHATAN bukan ISU KEPENTINGAN MAHASISWA.
B.Where: Kita harus menentukan lokasi sosialisasi, hal ini berkaitan erat dengan media yang nantinya akan kita gunakan. Lokasi sosialisasi berdasarkan geografis, di lingkungan fakultas, kampus, provinsi, wilayah, bahkan nasional. Dari sifat lokasi terbagi menjadi dunia maya dan dunia nyata. Hal lain yang harus diperhatikan dari sosialisasi adalah populasinya, apakah bersifat heterogen atau homogen.
Salah satu contoh propaganda yang terstruktur dilakukan oleh Nazi. (coba sekarang cari apa propaganda yang dilakukan oleh NAZI). (Penugasan waktu singkat)
Berdasarkan contoh nyata tersebut, dapat kita simpulkan propaganda yang tersistem akan menimbulkan emosi yang berujung pada loyalitas. Sehingga tujuan akhir dari aktor propaganda dapat tercapai.
Tanggapan dari kawan2 kastrat wilayah 4:
[6:29:15 AM] Vardian Mahardika: propaganda yang dilakukan oleh para petinggi nazi seperti• Joseph Goebbels, Hermann Göring, Adolf Hitler , Rudolf Hess , Robert Ley ,Gertrud Scholtz-Klink, Julius Streicher itu menggunakan berbagai cara mulai dari koran, film, musik, jurnal2 pendidikan, pendekatan secara personal, pidato, radio, dll untuk membuat masyarakat jerman sepaham dengan kata lain persuasi scara besar2an agar seluruh masyarakat jerman memiliki sebuah pandangan yang sama dg mereka
[6:18:34 AM] ryan hendra: propaganda yang dilakukan oleh nazi itu selalu bertujuan ke masyarakat luas dan penyampaiannya selalu dilakukan berdasarkan tingkat intelegensi penerima informasi itu, esan-pesan Nazi terkomunikasikan dengan baik melalui beragam media seperti film, pers, radio, teater, musik, seni, dan materi-materi pendidikan di sekolah. adapun bahwa informasi yang disampaikan adalah rakyat Jerman diingatkan pada perjuangan melawan musuh-musuh dari luar negeri dan subversi kaum Yahudi.
[6:19:41 AM] saifullah: Menteri Propaganda Jerman Joseph Goebbels di Lapangan Opera Berlin. Goebbels mengecam karya-karya yang ditulis oleh orang Yahudi, kaum liberal, aliran sayap kiri, penganut pasifisme, orang asing, dan lainnya sebagai sebagai sesuatu yang "non-Jerman." Para mahasiswa Nazi mulai melakukan pembakaran buku. Perpustakaan-perpustakaan di seluruh Jerman dibersihkan dari buku-buku yang "disensor." Goebbels pun mengumumkan "pembersihan jiwa Jerman."
[6:22:56 AM] Asri Buana Citra Dewi: propaganda nazi luar biasa, sy baru tau mereka sestruktur itu untuk hanya melakukan sebuah propaganda kepada masyarakat mereka... dari sini sy tarik kesimpulan memang propaganda itu sangat penting, percuma kita berfikir namun orang lain tidak tahu... dan yang sy ambil dr nazi ini juga, diperlukan keteraturan dari masyarakat itu juga dalam mematuhi ato setidaknya mengerti dengan apa yang qta propagandakan, agar hal yang ingin disampaikan diterima dengan baik...
[6:23:45 AM] Fandaruzzahra: nazi melakukan propaganda dengan cara menguasai banak media baik perfilm.an dan mampu mengon3rol media unuk membua masarakana hana meliha, mendengar apa g mereka kehendaki...
[6:26:20 AM] oktaviana sari dewi: jadi kesimpulan yang saya dapetin, Nazi itu tekniknya ada macem-macem ada yang Menggunakan Citra Simbolik, Mengontrol Media Massa, Mengontrol Lingkungan Sosial, Mengontrol Pers, memanfaatkan budaya yang berkembang, dan masih banyak lagi yang lainnya
[6:26:27 AM] hasan neuroglia: dari yg saya baca bahwa NAZI orgx komunikator :)
Nazi terkomunikasikan dengan baik melalui beragam media seperti film, pers, radio, teater, musik, seni, dan materi-materi pendidikan di sekolah
[6:27:21 AM] Resi Lystianto Putra: Propoganda dilakukan oleh para nazi untuk mempengaruhi pikiran orang, mengkompori emosi rakyatnya dan biasanya lebih sering ke pemutar balikkan dari yg salah menjadi benar hal ni bisa tersalurkan dengan media apapun, biasanya seorang rakyat harus menurut sesuai dengan isi dari propoganda itu
C. How
(pertanyaan berpikir: apa yang pertama kali harus kita lakukan dalam melakukan propaganda??)
Mekanisme melakukan propaganda terbagi menjadi empat bagian pokok, antara lain Komitmen, Amunisi, Senjata, medan tempur, dan Sasaran.
-Komitmen : merupakan niat awal serta istiqomah dalam melakukan propaganda apapun rintangan yang dihadapi.
-Amunisi : Bahan propaganda, meliputi validitas data; pengemasan tulisan/bahasa; pengemasan isu; pengemasan tampilan –pamplet, poster-; dll.
-Medan perang dan Senjata : Dunia maya / dunia nyata dan communication skills.
Di dunia maya dapat menggunakan Web, Blog, Grup fb, Twitter, milis, NM, dll—“yakinlah bahwa dengan mereka membaca tulisan propaganda kita, maka kita dapat pahala selama tujuan kita baik. Bila mereka tidak membaca pun, kita tak pernah rugi”
Di dunia nyata dapat dilakukan diskusi; seminar; pendekatan interpersonal, orasi, dll.
-Arah tembakan (sasaran) : Otak (memnciptakan proses berpikir para pembaca-propaganda ini lebih menekankan proses berpikir pembaca, pembaca dipaparkan data yang hampir seimbang tetapi diarahkan untuk memilih salah satu, sangat cocok untuk yang berpendidikan), Jantung (menciptakan suasana semangat dan pertautan emosi, lebih memaparkan suatu kelebihan atau kekurangan, cocok untuk isu actual), Hati (menciptakan pertautan perasaan yang lebih kental, bukan emosi yang berapi-api. Proses cukup lama, tetapi hasilnya paling baik karena loyalitasnya tinggi).
Lalu manakah yang harus dikedepankan dalam mekanisme propaganda?
Sebaiknya Arah Tembakan yang dikedepankan, mengapa?? Karena arah tembakan ini merupakan sasaran kita. Sedikit promo, hhe.. dulu pas saya kampanye presbem, istilah berikut yang saya utarakan untuk motto bem, “start from the end by design”. Kita memulai dari akhir, kita mengetahui sasaran tembak kita. Praktis, karena sudah mengerti kondisi sasaran dan urgensinya , hal itu menjadi motivasi saya untuk berkomitmen. Ini yg namanya motivasi eksternal. Kadang ada niat baik, karena tidak jelas tujuannya lama kelamaan luntur karena tak termotivasi.
Dengan tau tujuan itu dan untuk tepat mengenai sasaran itu maka kita harus mendesain prosesnya dengan benar dan lebih terarah. Kenapa haru lebih terarah?? Karena waktu kita sedikit sekali untuk berkontribusi di ISMKI. Satu tahun, dipotong libur semester, dipotong libur lebaran, natal, tahun baru, dll.. mungkin 10 bulan dengan waktu efektif 9 bulan. Waktu yang sedikit memang, tetapi akan lapang bagi orang-orang yang sudah tahu tujuan dan memanajemen semua yang dia miliki untuk mencapai tujuan itu.
Akan tetapi, jangan lupakan bahwa pembahasan kita propaganda secara menyeluruh,,, jgn cuma ingat langkah awalnya saja... untuk 4 tahap tersebut saling berkaitan dan tak ada gunanya satu tahap walaupun sangat bagus tetapi tanpa tahap yang lain.
Dalam memnentukan tahapan yang dikedepankan, sifatnya sangat normatif. dipengaruhi oleh pandangan kita, berikut pengalaman. sy sudah hampir 3 thn di ISMKI, sy berkomitmen, dan saya mengajarkan itu kepada kawan di kastrat. Akan tetapi, ada satu hal yang saya sadari bahwa untuk menjaga komitmen,,kita semuanya harus memiliki motivasi internal dan eksternal yang baik. Poin pentingnya adalah temukan motivasi kalian. Ketika motivasi itu jelas,,, maka ketika komitmen lg down, bisa naik lagi dengan anggun. Bahkan ketika motivasi itu diremehkan oleh orang lain karena berbeda dengan motivasi pada umumnya, yakinlah "bahwa perbedaan pandangan selalu ada disekeliling lingkaran kastrat". Bayangkan pelangi yg berbeda warnanya...Ternyata dengan paduan yang baik,,,Sangat indah dipandang mata... bayangkan kalau ada satu warna protes dan memaksa warna lain untuk mengikuti warna yang protes,, maka hanya ada satu warna. sangat tidak indah bukan?? Ingat, perbedaan itu juga anugerah terindah yang kerap tak kita sadari.
2. NEGOSIASI/ ADVOKASI
Sebenarnya kalian telah mempelajari Negosiasi sebelum kita memulai membahas Propaganda tadi… masih ingatkah tiba2 laily meminta kalian untuk menyepakati NM jadi 6 jam lalu kalian menolak dan berargumentasi dengan alasan masing2..dan akhirnya ada SATU kesepakatan yg didapat. NM tetap 3 jam…Yap, kalian telah melakukan negosiasi.. ^^
Negosiasi adalah tawar menawar antara dua atau lebih pihak berbeda untuk mencapai kesepakatan bersama. Terdapat 2 tahapan penting dalam negosiasi/advokasi, yaitu Pra Negosiasi/ Advokasi dan Proses Negosiasi/Advokasi.
Pra negosiasi memiliki persiapan yang sama dengan propaganda. Akan tetapi yang terpenting adalah membuat range pencapaian: dari Terendah hingga Tertinggi.
Proses Negosiasi/Advokasi. Hal terpenting adalah memperkuat komunikasi kita. Dapat dilakukan dengan cara latihan, simulasi, dan pada prosesnya kita dituntut cepat dalam berpikir, kritis, dan cepat dalam bertindak.
Dalam mencari penyelesaian, tujuan Anda hendaknya agar kedua pihak memperoleh kemenangan, atau seburuk-buruknya dinyatakan seri. Analogi berikut ini adalah contoh pilihan-pilihannya.
KALAH/ KALAH Singkirkan kue tsb agar tidak satu pihakpun mendapatkannya.
MENANG/ KALAH Berikan kue tsb kepada salah satu pihak atau iris dengan tidak sama rata
SERI Iris kue tsb tepat di tengah-tengah
MENANG/ MENANG Buat dua buah kue atau buat kue yang jauh lebih besar.
Temukan dulu kepentingan yang sama, baru kemudian mencari kepentingan yang saling bersaingdengan metode berikut :
Ciptakan suasana yang memampukan kedua pihak untuk sebanyak mungkin mengemukakan buah pikiran yang relevan bagia suatu pemecahan.
Hindari penilaian dini sehingga semua buah pikiran telah dikemukakan.
Pusatkan perhatian pada masalah, bukan pada pribadi yang terlibat.
Ketahui apa yang hendak Anda capai.
Jangan menanggapi pertanyaan-pertanyaan retoris yang dimanfaatkan untuk mendukung kedudukan, bukan untuk mengemukakan kepentingan.
Setelah 2 hal penting diatas, Ada hal yang LEBIH penting lagi. Yaitu Tahapan Post Negosiasi/ Advokasi. Kenapa lebih penting, karena pada umumnya kastrat sudah pernah mencapai kedua tahap tersebut dengan cukup baik, akan tetapi terkendala dengan tahapan terakhir. Disinilah kita kenal dengan proses follow up, monitoring dan evaluasi, yang sebenarnya sangat penting untuk menyusun format gerakan selanjutnya. Mekanisme terbaik untuk tahapan ini adalah Cara Informal, terutama untuk follow up stakeholder.
02.30
FRANZ SINATRA YOGA







