Selasa, 12 April 2011

ISMKI dan kepedulian mewujudkan Indonesia sehat dan bebas asap rokok


 

Ikatan senat mahasiswa kedokteran Indonesia (ISMKI) melalui dept. Kajian Strategis dan Pengabdian Masyarakat akan memperingati  Hari tanpa tembakau sedunia (HTTS) tanggal 30 mei nanti. Mari semua institusi yang merupakan jiwa pergerakan mahasiswa kedokteran untuk mempersiapkan dan merealisasikannya.
Nasional
Untuk ranah nasional kegiatan dilakukan terpusat, di Jakarta dengan FK Ukrida dan FK UI sebagai pusat kepanitiaan. Di ranah nasional telah dijalin beberapa kerjasama, antara lain:
  1. ISMKI bekerjasama dengan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) untuk melaksanakan longmarch dan aksi simpatik bersama perwakilan BEM/FK seluruh Indonesia (berbarengan dengan kegiatan Rakornas), dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 29 Mei 2011 dengan panitia pusat BEM FK Ukrida.

  1. ISMKI bekerjasama dengan departemen pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI-Rumah Sakit Persahabatan (RSP) dan Perhimpunan dokter paru Indonesia (PDPI).  Adapun kegiatan yang akan dilakukan sebagai berikut.
A. Seminar bersama senat seluruh fakultas di UI (SARASEHAN). Akan diselenggarakan di Balai Sidang UI Depok tanggal 1 Juni 2011. Konseling mahasiswa UI, dimana tiap fakultas akan mengirimkan 10 orang delegasi. Tema: Rokok ditinjau dari berbagai aspek. Diharapkan mahasiswa bisa memahami kerugian merokok dari berbagai aspek (tidak hanya mahasiswa FK, tapi semua fakultas), bukan nya dari aspek kesehatan.
Pembicara yang akan hadir:
1. Hukum (HAM)       : * (kemungkinan Abdilla Hasan)
2. Ekonomi                  : *
3. Pendidikan              : Anis Baswedan (Rektor Paramadina, yang
  menjadikan kampus tersebut antirokok)
4. WHO/pekerja sosial/aktivis lingkungan hidup: * (Kemungkinan dari
  FKM UI)
5. Kesehatan                : dr. Sarimuda Pohan, Sp.OG
Dalam kegiatan ini juga akan mengundang pihak pers: Media Indonesia, OK Zone, RCTI, Metro TV, TV one, BEMedia, MA, Republika, dll.
 (* dalam tahap konfirmasi)

B. Talkshow. Narasumber dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Akan diadakan pada tanggal 23 Mei 2011 dengan FK Ukrida sebagai tuan rumah.

C. Lomba poster berhenti merokok melibatkan mahasiswa dan paramedis. Poster dipamerkan pada saat HTTS 2011. Hadiah berupa uang bagi 2 poster terbaik. Tema: "Save children clear in the air", ketentuan dan persyaratan akan dipublish secepatnya. Dikirimkan maksimal tanggal 20 mei 2011 melalui email dan dicetak serta dikirimkan langsung ke sekretariat departemen Pulmonologi RS Persahabatan.
Pameran poster akan dilakukan saat Rakornas ISMKI (ada stand khusus pameran poster) di lobby bawah FK UI dan poster tersebut akan dibawa saat longmarch. Pameran akan diadakan tanggal 27-29 Mei 2011

D. Pelatihan konseling berhenti merokok untuk mahasiswa FK dan persiapan penyuluhan ke sekolah-sekolah (Kerjasama dengan PDPI): Sabtu/Minggu, 20/21 Mei 2011 di Ruang Conference RS Persahabatan. Pada pelatihan ini akan dilatih cara konseling dan terapi berhenti merokok Sasarannya adalah mahasiswa kedokteran yang akan dijadikan "duta" antirokok dan akan mengisi outlet-outlet yang ada.
Syarat: mahasiswa kedokteran yang ikut bersedia menjadi "duta" dan mendapat tugas jaga di outlet-outlet antirokok yg sudah ada. Pelatihan dilakukan selama 1 hari penuh.

E. Pembuatan outlet di salemba 4 (fkui) dan stasiun UI Depok: 1-3 Juni 2011

Lokal
ISMKI bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Untuk ranah lokal, ISMKI telah menjalin kerjasama yang dapat membantu pergerakan di ranah lokal melalui PDPI. Ketua PDPI pusat akan memberikan rekomendasi kepada seluruh PDPI cabang di seluruh Indonesia agar bekerjasama dengan BEM/ SEMA Fakultas kedokteran di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan talkshow/seminar edukasi ke masyarakat umum dan pelajar dengan pembicara para dokter spesialis paru dari PDPI cabang. Sehingga masing-masing fakultas kedokteran dapat menghubungi PDPI cabang yang ada. Karena tidak semua tempat yang ada fakultas kedokterannya ada cabang PDPI.
            Ranah lokal adalah ranah di mana institusi sebagai penggeraknya. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
  1. Penyuluhan bahaya rokok kepada siswa-siswi SMP dan SMA oleh mahasiswa kedokteran di setiap institusi (Bekerjasama dengan PDPI Cabang)
  2. Longmarch kampanye anti rokok oleh mahasiswa kedokteran se-Indonesia
  3. Mengumpulkan testimoni dari stakeholder baik nasional maupun lokal sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap buruknya dampak rokok bagi masyarakat dan membubuhkan tanda tangan di spanduk yang mendukung Indonesia sehat yang bebas bahaya rokok.
  4. Senam jantung sehat untuk masyarakat
  5. Talkshow bahaya rokok dan kiat-kiat berhenti merokok demi mewujudkan kampus Indonesia bebas rokok. (Bekerjasama dengan PDPI Cabang)
Pengurus nasional melalui Departemen Kajian Strategis dan Departemen Pengabdian Masyarakat ISMKI menyarankan ke-5 kegiatan tersebut dilaksanakan di daerah institusi berada. Akan tetapi pelaksanaan di lapangan dikembalikan kepada masing masing institusi, apakah 3 dari 5 yang dilaksanakan, bahkan kelimanya + kegiatan khas dari institusi masing-masing. Konsep yang ditawarkan bertujuan mempermudah institusi untuk bergerak. Harapannya, kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh Fakultas Kedokteran anggota ISMKI.

 Untuk mendownload proposal, silakan klik link dibawah ini:
proposal HTTS 2011. kastrat-pengmas ISMKI. 

Renungan Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA

Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan

Keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tidak berbekas dalam perbuatan

Ada orang baik tapi tidak berakal, ada orang berakal tapi tidak beriman

Ada yang berlisan fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyu` namun sibuk dalam kesendirian

Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis, ada ahli maksiat tapi rendah hati bagaikan sufi

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, ada yang banyak menangis karena kufur nikmat

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut

Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan, ada juga penzina yang tampil sebagai figur panutan

Ada yang punya ilmu tapi tidak paham, ada yang paham ilmu tapi tidak mengamalkannya

Ada yang pintar tapi tukang membodohi umat, ada yang bodoh malah sok pintar

Ada yang beragama tapi tidak berakhlaq, ada yang berakhlaq tapi tidak bertuhan

Lalu di antara semua itu, di mana aku berada ?

 (Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA)

Selasa, 05 April 2011

27 bulan :)

Aviandini Toga Putri . . .  ^^
hari ini tak terasa sudah 27 bulan kita melewati hari bersama. . .
ke depan pun akan terus bersama diiringi perubahan ke arah yang lebih baik. . .
aamiin



:)     

Sabtu, 02 April 2011

sebuah transmisi, PROPAGANDA.

Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda. Beberapa orang memberikan definisi propaganda sebagai berikut:

Propaganda adalah suatu penyebaran pesan yang terlebih dahulu telah direncanakan secara seksama untuk mengubah sikap, pandangan, pendapat dan tingkah laku dari penerimaan komunikan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan oleh komunikator.-Drs. R.A Santoso Sastropoetro-

Propanganda adalah komunikasi yang dilakukan secara berencana, sistematis dan berulang-ulang untuk mempengaruhi seseorang, khalayak atau bangsa agar melaksanakan kegiatan tertentu dengan kesadaran sendiri tanpa paksa atau dipaksa. -Prof. Onong Uchyana Efendi-

Dari kedua pendapat di atas kita temukan tujuan yang sama, untuk mengubah pikiran kognitif untuk suatu kepentingan. Propaganda merupakan salah satu bentuk komunikasi massa. Propaganda sendiri berasal dari kata propagare artinya menyebar, berkembang, atau mekar. Carl I Hovlan menambahkan bahwa propaganda merupakan usaha untuk merumuskan secara tegar azas-azas penyebaran informasi serta pembentukan opini dan sikap. Pada awalnya, propaganda timbul dari kalimat sacra congregatio de propaganda fideatau dari kata Congregatio de propaganda fide atau Congregation for the Propagandation of Faith tahun 1622 ketika Paul Grogelius ke 15 mendirikan organisasi yang bertujuan mengembangkan agama katolilk Roma di Italia dan negara lain.

Unsur-unsur propaganda :
         Adanya komunikator
penyampai pesan yang merupakan pelaku propaganda. Seorang komunikator yang baik haruslah menguasai teknik teknik komunikasi publik, dan bergerak secara adaptif sesuai kondisi yang ada.
         Adanya Komunikan atau penerima pesan/ informasi.
Penerima pesan haruslah diteliti terlebih dahulu untuk menentukan celah mana yang dapat kita lalui dalam melakukan sebuah kegiatan propaganda.
         Pesan
Pesan yang disampaikan adalah pesan tertentu yang telah di-“encode” atau dirumuskan sedemikian rupa agar mencapai tujuan yang aktif. Haruslah memiliki suatu proses pengemasan yang baik agar dapat diterima dengan mudah.
         Sarana atau medium (media)
Sarana yang tepat dan sesuai atau serasi dengan situasi dari komunikan akan mempercapat sebuah kegiatan propaganda mencapai tujuannya.
         Teknik Komunikasi
Teknik komunikasi haruslah efektif dan efisien. Teknik yang dapat memberikan pengaruh yang secepatnya dan mampu mendorong komunikan melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginan atau pola yang ditentukan oleh komunikator.
         Kondisi dan situasi yang memungkinkan dilakukannya kegiatan propaganda yang bersangkutan.

Karya Klasik Lasswell, Propaganda Technique in the World war (1927)  menyebutkan bahwa “Propaganda semata merujuk pada control opini dengan simbol-simbol penting, atau berbicara secara lebih konkret dan kurang akurat melalui cerita, rumor, berita, gambar, atau bentuk-bentuk komunikasi social lainnya. (Seperti yang di kutip oleh Werner J. Severin –Jamesa W Tankard ,Jr. Teori Komunikasi, dalam Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, Terapan di Dalam Media Massa. Hal.128). hal ini menerangkan bahwa sejak dahulu kegiatan propaganda telah dilakukan tidak hanya secara lisan tetapi melalui berbagai media seperti simbol-simbol, rumor, berita, gambar, ataupun yang lain.

Teknik – teknik propaganda :
1.      Rasionalisasi, suatu proses penggunaan akal untuk memberikan suatu dasar pembenaran pada suatu persoalan dimana dasar atau alasan itu tidak merupakan suatu sebab langsung dari masalah.
2.      Sugesti, usaha membujuk atau mempengaruhi orang lain tanpa suatu dasar kepercayaan logis dengan menggunakan kemampuan verbal, kesan atau nada suara.
3.      Identifikasi, teknik ini menggunakan kemampuan seorang dalam menganalisa audiensnya untuk lebih mengenal audiensnya dan seluruh situasi, supaya dirinya bisa mengidentifikasikan dirinya dengan audiens.
4.      Konpensasi, adalah tehnik propaganda dengan tujuan akhir menunjukkan pengganti bagi sesuatu yang tidak bisa di terima dan tidak disukai atau keadaan yang tidak dapat dipertahankan lagi. Tehnis ini lebih mengutamakan usaha meyakinkan target bahwa mereka mampu melakukan perubahan untuk meemperbaiki keadaan itu. 
Radenroro Anggraeni-Staf Kastrat Nasional
*disunting kembali dengan perubahan oleh Franz Sinatra Yoga

 (Musyawarah kerja wilayah, sept 2009. diskusi bersama teman2 dari sriwijaya, andalas, lampung, dan syah kuala)

Jumat, 01 April 2011

Bagaimana mendirikan Kastrat

Ada dua macam manusia di dunia ini : mereka yang mencari alasan dan mereka yang mencari keberhasilan. Orang yang mencari alasan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya tidak selesai, dan orang yang mencari keberhasilan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya dapat terselesaikan.~ Alan Cohen

Hal terpenting dalam melakukan sesuatu anda harus mengetahui “fungsi”. inilah Bentuk konkret alasan yang disebut Alan cohen dalam quote-nya. “Fungsi” berguna dalam mencapai tujuan. Menciptakan suatu hal tanpa mengetahui fungsi ibarat melukis diatas air, sia-sia belaka!!! Untuk mendukung fungsi tersebut perlu dibentukya badan yang saat ini kita sebut departemen/kementerian kastrat. Bila di universitas kita belum mempunyai kastrat. Hal pertama yang anda lakukan adalah mempelajari “mengapa kastrat harus ada diantara mahasiswa” yang nanti akan menjadi argumentasi dalam mendirikan kastrat. Setelah itu,  Jalan yang dapat ditempuh, antara lain.

1.       Rekomendasi dari kongres mahasiswa/ sidang umum senat mahasiswa
Musyawarah masih menjadi kultur pergerakan aktivis kampus dalam mengambil keputusan.  Musyawarah menyediakan ruang demokrasi dan sarana menghasilkan komitmen bersama yang dengannya terbangun tanggung jawab bersama. Dalam lembaga kemahasiswaan seperti BEM/SEMA/PEMA/dan sebagainya, kongres mahasiswa atau sidang umum senat mahasiswa merupakan merupakan forum pengambilan kebijakan tertinggi dalam dunia kemahasiswaan sebagai penjabaran prinsip “dari, oleh, dan untuk mahasiswa”. Kongres atau sidang umum menjadi sarana penyusunan wacana pergerakan mahasiswa secara konstitusional berupa rekomendasi-rekomendasi yang mengikat BEM/SEMA/PEMA/ dan sebagainya. Apabila kita ingin mendirikan kastrat di institusi kita saat ini, jalur rekomendasi merupakan salah satu pilihan. Kita dapat memberikan usulan untuk mendirikan kastrat yang akhirnya disepakati sebagai rekomendasi. Karena semua rekomendasi yang disepakati dikongres atau sidang umum menjadi amanat yang harus dilakukan kepengurusan lembaga mahasiswa selanjutnya.

2.       Hak prerogratif ketua senat terpilih
Hak prerogratif adalah hak khusus atau hak istimewa yang ada pada seseorang karena kedudukannya sebagai kepala negara, misal memberi tanda jasa, gelar, grasi, dan amnesti. Lingkungan kampus sebagai virtual society memiliki sebuah sistem pemerintahan sendiri yang kita kenal sebagai lembaga mahasiswa. Dalam proses regenerasi, setiap ketua BEM/SEMA/PEMA memiliki tenggang waktu untuk mempersiapkan kabinet organisasi. Tenggang waktu ini kerap dimanfaatkan ketua terpilih untuk mendiskusikan hasil evaluasi kepengurusan sebelumnya dan menciptakan hal hal baru yang inovatif. Ketua organisasi ini memiliki hak prerogratif Baik dalam hal struktural maupun fungsional. Pendirian kastrat dapat dilakukan melalui hak istimewa ini. Alangkah baiknya sebelum hak ini digunakan dilakukan diskusi terlebih dahulu dengan bakal pengurus/ staf ahli organisasi. Sehingga suasana kebersamaan penuh komitmen tetap menjadi kultur organisasi, walaupun dalam eksekusinya melalui hak prerogratif. 

Dalam perjalanannya, menciptakan sebuah departemen baru tidaklah semudah apa yang kita pikirkan. Terkadang departemen ini salah arah, para anggota departemen kurang aktif karena tidak mengetahui apa yang dapat mereka lakukan, dll. Tapi yakinlah bahwa ide itu ada kakinya sendiri. Manfaat penciptaan departemen ini akan kita rasakan dikemudian hari. Termasuk dalam fungsinya sebagai wadah produksi intelektual muda yang kritis, peka terhadap sekitar, dan bertindak nyata.

Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk generasi mendatang, tapi kita bisa mempersiapkan generasi mendatang untuk masa depan.~Franklin D. Roosevelt~

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by phii | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code