Minggu, 19 Februari 2012

Komik Lucu AFIKA (Dijamin ketawa deh... hahaha)

Diceritakan : Sule belum menyerah sama afika

 Usaha ketiga yang semakin desperate...





sumber: http://ristizona.blogspot.com/2012/02/komik-lucu-afika-vs-sby.html
Afika vs SBY sempat menjadi trending topic di Twitter pada tanggal 18 februari 2012, topik ini menjadi hangat karena adanya sebuah komik pendek yang bercerita tentang Afika dan Sby, entah siapa yang terlebih dahulu yang mengetweet ini, tapi dengan cepat Komik Afika vs SBY ini menyebar dengan cepat. 
Pada gambar terlihat SBY memintanya sedikit Oreo yang sedang dicicipi Afika, walaupun ini hasil potongan video tapi cukup lucu setelah digabung menjadi sebuah komik pendek.



Bagaimana? :D
Kamu mungkin pernah melihat iklan Oreo yang dibintangi oleh dua anak kecil, salah satu anak kecil tersebut bernama Afika. Wajahnya yang imut menggemaskan dan suaranya yang khas anak kecil yanglucu membuat Afika sekarang jadi idola.  

Afika
Karena keimutannya sekarang banyak yang membuat avatarnya dengan gambar gerak saat Afika sedang mencicipi biskuit bahkan ada juga yang membuat komiknya. Kebetulan ada beberapa komik yang saya dapat dari blog Tvkomik, silahkan dilihat. Untuk melihat komik parodi dari tv lainnya bisa mengunjungi blog tersebut.

Komik parodi iklan oreo

Komik Afika - Sparta

Komik parodi Afika

Komik afika dan Spata


Renungan hidup buat kita semua... "Kisah Nyata Bapak Tua Penjual Amplop"

Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat, saya selalu melihat seorang bapak tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas di lihat, barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat.

Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun bapak itu tetap menjual amplop. Mungkin bapak itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.

Kehadiran bapak tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran bapak tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat bapak tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu bapak itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri bapak tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkusan plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih.

Astaga, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi bapak tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.

Bapak itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Bapak itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp 7.500. “Bapak cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp 250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu.

Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si bapak tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, bapak tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp 10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat bapak tua itu untuk membeli makan siang. Si bapak tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis.

Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di facebook yang bunyinya begini : “bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap..”.

Si bapak tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka semoga saja perbuatan baik kita dapat berbuah menjadi suatu akibat yang baik pula, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya bapak tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si bapak tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.

Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si bapak tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si bapak tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si bapak tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Oleh : Rinaldi Munir, Bandung 

Sabtu, 18 Februari 2012

Badan Pers Nasional ISMKI di Ujung Tanduk?

Ikatan senat mahasiswa kedokteran Indonesia (ISMKI) ibarat rumah besar dan utama bagi mahasiswa kedokteran di Indonesia, salah satu bagian yang melengkapinya adalah badan pers nasional atau lebih dikenal dengan BPN ISMKI.  Walaupun BPN seatap dengan ISMKI, ternyata perasaan terkotak-kotak masih saja menjadi cerita unik dari keseharian organisasi ini. Alhasil terciptalah perasaan bahwa ISMKI dan BPN itu terpisah.

Banyak etiologi  yang kami identifikasi melalui pertemuan dunia maya MPA-BPN ISMKI, hal yang paling mengejutkan adalah minimnya pengetahuan pengurus BPN tentang ISMKI itu sendiri, dan saya yakin hal itu sama saja bila saya bertanya kepada PHN/PHW ISMKI mungkin banyak yang tak mengerti tentang hierarki BPN dan ISMKI, apalagi bila ditanya soal koordinasi mereka sebagai keluarga satu atap. Hal ini kabarnya disebabkan pula dari “ketidaktahuan” yang diturunkan secara herediter.

Hal ini malah mengingatkan saya pada setahun yang lalu, ketika saat itu saya malah menjadi bagian PHN ISMKI dan cukup dekat dengan BPN karena ada haris (kadiv spectrum BPN 2010-2011 dari FK Unsri) dan kegiatan saya di kastrat sehingga mengisi artikel di majalahnya BPN, Spektrum. Kalau tak begitu, mungkin sayapun tak begitu kenal dengan BPN.  Disaat yang bersamaan, sayapun merasa ada kejanggalan tentang banyaknya munas dan muswil di dalam ISMKI yang berakibat seolah-olah semua berjalan sendiri-sendiri dan banyak habis waktu untuk menyelaraskan gerakan. 

Saya akhirnya menyampaikan uneg-uneg ini pada sekjend dan wasekjen internal, saya sampaikan pula solusi yang dapat mengatasi 2 permaslaahan sebelum ini, yaitu mengadakan munas bersama. munas yang sebenarnya, MUNAS ISMKI. Kita subtitusi yang selama ini terjadi, munas ISMKI adalah munasnya PHN. Padahal di dalam ISMKI juga ada Bapin, BPN, PHW, dan MPA. Seharunya semua organ tersebut duduk bersama ketika munas, tidak seperti sekarang ini yang hanya duduk untuk pemaparan singkat tentang kondisi terkini. Alhamdulillah, berkat inisiatif mas faza,  pada akhir tahun 2012 akan diadakan munas ISMKI yang seutuhnya. Hal ini bisa dijadikan batu landasan bagi BPN untuk bersama-sama membangun keluarga ISMKI, jadi tak ada lagi yang merasa di anak tirikan.

Tak berhenti sampai disitu, masalah-masalah lain pun terkuak dalam NM yang cukup singkat. Ada rasa sedih cukup mendalam atas hal yang baru saja saya ketahui, bahwa pada kenyataannya keaktifan pengurus BPN, bahkan Kepala Divisi hanya 50%. Banyak yang ingin keluar dari kepengurusan dan ada beberapa yang mengundurkan diri karena beberapa alasan. Saya miris, padahal disisi lain ISMKI, PHN sedang dalam kondisi terbaiknya menurut saya. Lah kenapa di BPN tidak, sangat jauh tertinggal. Tapi yang membuat saya salut adalah sang Direktur BPN, wanita muda angkatan 2009 bernama Tine yang entah bagaimana masih bertahan, dan mengungkapkan bahwa 80% proker masih dapat terlaksana. 

Tentu kami sebagai MPA langsung penasaran, kok bisa banyak pengurus tidak aktif? Jawabannya simple, “Mereka merasa tidak dapat apa2 dri bpn. Jadi istilahnya ga dapat untung. Ada juga yang karena kadiv nya  ga aktif, jd malas2an juga.” Kemudian,  “Jadi istilahnya kami kurang terkenal. Kalo kakak2 bs membantu gimana caranya membuat kami dikenal dan terkenal mungkin anggota bpn nantinya dapat lebih produktif. Kalo anggota ismki (PHN/PHW nampaknya) kan bisa terkenal, jd yang produktif banyak. Kalo kami kurang begitu. Sebetulnya sudah ada ide sharing artikel, tapi pelaksanaannya terhambat. Jadi, mungkin nantinya bpn bisa menawarkan potensi penulis anak fk itu bisa terkenal diantara fk se-indo”. Sebuah jawaban tulus dari adik saya, yang saya apresiasi keberaniannya mengatakan hal ini kepada kami. Sayapun mempublish ini agar teman-teman tau, beginilah perasaan saudar/I kita di sana. Bukan ingin menunjukkan kelemahan kita. Orang yang mengakui kesalahan dan mau memperbaiki selalu lebih baik dibandingkan orang yang bertahan dengan kesalahan yang ditutup-tutupinya. Bagi saya, ada kalanya kita dengan lantang berbicara, “bukan bertanya apa yang diberikan organisasi kepada kita, tapi apa yang kita berikan kepada organisasi”, tapi kadang tidak semua kondisi dapat disamaratakan, pada kasus ini Saya dan teman-teman MPA dan BPN harus berpikir tentang manfaat bagi pengurus BPN, kalau tidak, jangan harap anda melihat kemajuan BPN di kemudian hari.

Belum selesai masalah soal minimnya pengetahuan ISMKI, keaktifan anggota, dan manfaat BPN bagi pengurus. Saat ini BPN malah merasa semakin galau dengan adanya warta ISMKI dari Infokomnas. Saya sudah menduga hal ini, Karena itu sebelum NM berlangsung saya mengundang Indah (sekbid Infokomnas untuk gabung NM, sayangnya yang bersangkutan berhalangan). Kegundahan ini muncul dari pengurus, mereka awalnya keberatan dengan adanya warta ismki itu. Seperti menyaingi eksistensi BPN yang bahkan belum eksis. 

Karena hal itulah saya menyampaikan pertanyaan pembuka, Apa perbedaan Spektrum dan Warta ISMKI? Dan jawabannya : spektrum adalah majalah yang isinya lebih universal seputar dunia kedokteran, disamping fakultas kedokterannya. Di spektrum, rubrik untuk ismkinya kan terbatas, cuma 2-3 halaman. Jadi memuat acara besarnya ismki aja, sedangkan warta ISMKI lebih menitikberatkan update info tentang bidang-bidang di ISMKI.  Saya rasa, jawaban ini sudah cukup jelas dan mampu untuk menghapus kegundahan dan kegalauan dihati pengurus. Kami dari MPA juga berkomitmen untuk menjaga konten publikasi spectrum dan warta ISMKI agar tidak terjadi overlapping. Ditakutkan, ketika terjadi  overlapping, niscaya salah satu (Spektrum atau Warta ISMKI) dapat saja kolaps. Bagaimanapun, bagi pengurus BPN spektrum adalah jantung mereka. Produk mereka yang utama dan inti dari BPN itu sendiri. Bayangkan bila spectrum kolaps?? Hanya karena ketidakhatian kita dalam memilah konten publikasi. Semoga tidak pernah terjadi.

Suasana diskusi kami seakan tambah suram penuh keharuan mendengar kisah-kisah tersebut. BPN serasa di ujung tanduk. Hingga sampailah kami ke agenda penyampaian pertimbangan. Disinilah kami merasa bahwa, masih ada sejuta cercah (bukan secercah lagi) harapan BPN untuk bangkit. Karena apa yang di alami BPN hampir sama dengan yang dialami MPA, kita sama-sama kurang eksis dibandingkan PHN/ PHW. Tentu langkah awal adalah mempertahankan hal-hal kecil yang penting dalam pengakaran BPN terutama di LPM masing masing FK, seperti kata arya giri bahwa sebenarnya dia cukup terkesan karena BPN berani mengeluarkan merchadisenya..ini salah satu upaya yg efektif untuk mengenalkan BPN...jadi gara-gara temen2  pers pake jaket BPN..banyak mahasiswa yang tanya BPN itu apa...itu modal yg bagus lo.... Hal seperti ini wajib dipertahankan, menurut arya juga untuk mengatasi persoalan tentang pemahaman hubungan BPN dengan ISMKI tolong dipaparkan dengan jelas di munas, rasanya masih banyak yang belum paham hubungan ini. Insya’Allah munasnya di Makassar pada bulan maret, kebetulan wasekjen Interna ISMKI berada disana, saya rasa bang taufik bisa membantu nanti. 

Komisi satu MPA, mega, juga menambahkan soal BPN yang kurang mengenal ISMKI.Menurutnya, tine yg sudah mulai kenal banyak bisa menceritakannya pada pengurus skrg, dan yg terpenting pada pengurus BPN selanjutnya. mungkin tine bisa bikin eval selama setahun ini dan turunkan pada pengurus BPN selanjutnya, jg bimbing pengurus BPN selanjutnya. Ada banyak jalan untuk menghidupkan BPN. sama seperti kami yg mmenghidupkan MPA, dulu sangat banyak orang yg tidak kenal MPA, kemudian kami mengadakan sosialisasi dan melekatkan MPA dalam setiap tindakan kerja. masalah komitmen pengurus yg kurang, benar karena mereka merasa kurang berkembang atau tidak mendapatkan sesuatu di BPN, bisa dilakukan upgrading pengurus, atau klo mau bikin LKMM BPN. ilmu jurnalis adalah ilmu yg luarbiasa wah buat saya. saya skrg justru lg berburu ilmu jurnalis dan sempet kepikiran masuk BPN. hawa jurnalis itu yg harus tine dan jg temen2 disini tularkan (termasuk MPA) agar BPN bisa naik daun saya berani bilang sama kamu, pemimpin manapun di dunia ini wajib punya skill jurnalis, minimal menulis. dan ISMKI punya banyak pemimpin, itu ladang bagus buat BPN.

Saya pribadi sih simple simple saja, saya memberikan pertimbangan pada BPN untuk memiliki Pelatihan jurnalistik nasional, membuat spektrum dalam bentuk online, dan pada munas nanti mohon dipertimbangkan untuk mengangkat penerus dengan background ISMKI. Pelatihan jurnalistik nasional ini dapat mengajak tokoh-tokoh keren seperti bang karni ilyas, ferdiriva, najwa shihab, raditya dika, dll. Satu lagi, saya sarankan BPN untuk membuat buku, kalau kata mas aldi buat buku tentang pengalaman dokter insternship. Apapun judul dan tema bukunya,  yang terpenting antusiaslah kalian membuatnya. Dengan begitu, BPN akan eksis dengan sendirinya disamping royalti juga mengalir ke kas BPN. Kenapa tidak dicoba bukan??

Masih ada harapan dari BPN, sejuta cercah harapan malah. ^^. Malam ini saya dapat pelajaran berharga, yaitu antar PHN-PHW-BAPIN-BPN-MPA itu saling terikat, karenanya harus saling peduli. Bagaikan sistem organ , bila ada yang sakit maka organ lainpun akan merasakan sakit dan nyerinya. Itulah kita seharusnya, ISMKI.

mecintai ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) secara holistik, berarti juga mencintai MPA-ISMKI, BPN-ISMKI, BAPIN-ISMKI, PHW ISMKI, dan PHN ISMKI. Jangan merasa asing dirumah sendiri- Franz Sinatra Yoga

Kepanitiaan Paling GILAAA yang Saya Temukan!!

Anda sudah tahu tentang BSMI? (bulan sabit merah Indonesia)
Anda sudah tahu tentang G.A.L.A.U? (generasi arif, loyal, adaptif, dan unggul)

sedikit bercerita, jadi BSMI itu adalah sebuah perhimpunan yang bergerak di bidang kemanusiaan. Di sini berkumpulah orang-orang dengan berbagai macam latar belakang dan profesi, tetapi bersatu dengan sebuah visi, kemanusiaan. BSMI cabang palembang, saat ini diketuai oleh dokter Budi Santoso, banyak mahasiswa kedokteran, keperawatan, akbid, dan cabang ilmu lain yang tergabung di BSMI palembang. Saya sendiri adalah mahasiswa kedokteran menjelang S.Ked yang terdata sebagai calon pengurus Diklat Yankes (pendidikan, pelatihan, dan layanan kesehatan).

GALAU sendiri adalah sebuah perkumpulan yang kami bentuk, ya tentu isinya adalah anak-anak FK yang Galau-galau...eitts, kita Galau-nya lebih elit ya, menjurus ke hal hal seperti organisasi, akademik, dan prestasi. ahaha... Jadi ceritanya, kali ini kita mau mengadakan Try Out, dengan mengusung nama BSMI. Tetapi, sebagai relawan adalah adek2 GALAU,,, ^^

Mengadakan sebuah try out bukanlah hal mudah. Pernah ada yang berkata pada saya, kami dulu ngadain TO ini panitianya seangkatan. Itupun kurang maksimal. Hal itu juga di alami oleh kepanitiaan TO kami kali ini. Tapi walaupun banyak kendala, saya dapat melihat dengan kasat mata bahwa kepanitiaan TO ini adalah kepanitiaan kegiatan terbaik yang saya lihat dalam kurun waktu 3,5 tahun terakhir. Tapi kita lihat juga nanti hasil akhirnya ya... kenapa saya berani bilang begitu?

1. Untuk mengadakan sebuah TO yang besar, mencakup seluruh SMA di palembang. Kepanitiaan ini hanya mengandalkan 23 orang panitia aktif.... serasa mustahil, tapi begitulah adanya. karena memang hanya ada 23 adik asuh di GALAU, dibantu dengan 6 orang kakak asuh sebagai pengarah.

2. sebelum anda percaya atau engga, saya ingin menyampaikan rasa bangga saya dulu pada adik asuh bernama sella (Fatimah Shellya Shahab) yang berani mengambil posisi ketua panitia. Padahal sebelumnya dia sendiri belum pernah jadi ketua di kegiatan-kegiatan seperti ini. Hingga sejauh ini, saya tau bahwa dia lagi belajar keras menaklukan kekhawatiran "takut TOnya ga sukses".Sebuah kegiatan besar banget dengan orang yang ingin "belajar" sebagai ketuanya?? why not...

3. Awal rencana TO ini adalah bulan mei... setelah berjalan beberapa waktu, februari ini dipertimbangkan bahwa TO akan dimajukan menjadi maret karena mei itu adek-adek SMA telah UN dan banyak yang ikut intensif, pasti bosen ama TO. Dan panitia kecil ini merasa sanggup untuk menyukseskan TO bulan maret. Wahh... jangankan saya, dr. rachmat hidayat sebagai ketua Diklat Yankes aja kaget.... tapi, ketika adik-adik merasa sanggup... apa lagi hal yang perlu di ragukan??

4. Tak berhenti sampai disitu, perlu diketahui bahwa FK selama bulan februari ini libur. So, banyak yang mudik. Alhasil, panitia aktif yang 23 orang hanya menjadi belasan orang lagi yang stay di palembang. Selebihnya komunikasi dilakukan via YM, FB, HP, dll.... tetapi koordinasi dan komunikasi tetap terjaga baik, walaupun saya sempat dibuat menunggu adik asuh yang tak kunjung datang di madang... ternyata ada miskom. Tetapi, progress mereka bisa saya katakan super gesit!! semua bergerak, apa yang bisa di bantu, semua saling membantu... tidak memikirkan tugasnya sendiri saja. Itulah essensi kepanitiaan, Bahu-membahu!!

5. Mereka adalah panitia yang BERANI.... hebat!! sebelum saya pulang ke bengkulu, saya sudah ke NF, nanyain tentang master soal dan koreksi jawaban.... jadi master soal harganya 300 ribu/ master (kalo SNMPTN ada 4 master, jadi 1,2 juta) dan 1500 per LJK+koreksi (SNMPTN ada 3 LJK, artinya 4.500/ siswa). Data ini telah saya infokan kepada adik asuh GALAU... mereka nanya, kak bisa ditawar ga ya?? hahaha... saya bilang kayanya ga bisa dek... soalnya harga itu kata orang TOnya dari pusat. Mereka ga putus asa, bahkan tak menghiraukan perkataan saya....(senior juga bisa salah). ^^. Tau apa yang mereka lakukan?? adik-adik saya tercinta ini malah NAWAR harga ama NF... =___=" hahaha... saya juga ga habis pikir, ada ada aja adek saya ini... tapi ternyata hasilnya ??????
Asslmkm.wr.wb.
Mnndklnjuti pmbicaraan bbrp wktu lalu mngnai rncana krjasama TO dg pihak NF, dan tawaran / prmintaan untuk mndpat diskon biaya LJK dari Rp. 1.500 / lbr mnjdi Rp. 700 / lbr maka kk' smpaikn sebagai berikut :

Diasumsikn jml pesertanya ktkanlah 400 orang (kita ambil kmungkinn trburuk, yang paling kecil). Brrti untuk LJK diperlukan sebanyak 400 x 3 lbr = 1.200 lbr LJK

Harga normal :
Per master soal : Rp. 300.000,- x 4 (TPA, K. Dasar, K. Jurusan IPA + IPS) = Rp. 1.200.000
Per LJK : Rp. 1.500 x 1.200 lbr = Rp. 1.800.000
Total = Rp. 3.000.000
Setelah kk' smpaikn ke pusat hrga tawaran dari pihak panitia, yang meminta diskon biaya LJK dari Rp. 1.500 / lbr dturnkan mnjdi Rp. 700 / lbr, mka pihak pusat mngtakn bahwa untuk LJK itu hrganya tidak bs klo di bwh Rp. 1.000, itu sdh hrga minimal. Oleh krn itu kk' mnwarkan bgmna klo harga LJK nya dijadikan Rp. 1.000 / lbr dan hrga master soal nya jg didiskon dari yang tadinya Rp. 300.000 mnjd Rp. 250.000, shngga diperoleh sebagai berikut :
Per master soal : Rp. 250.000,- x 4 (TPA, K. Dasar, K. Jurusan IPA + IPS) = Rp. 1.000.000
Per LJK : Rp. 1.000 x 1.200 lbr = Rp. 1.200.000
Total = Rp. 2.200.000

dari master hemat 200 ribu,,, kalau peserta 1000 orang, hemat LJK+Koreksi x 1.500 = 1,5 juta... lumayan banget kan?? saya berkata "mantap" sembari mengacungi jempol dan kepala bergeleng-geleng ga habis pikir. hhe

6. Tantangan kembali malang melintang, salah satunya adalah tempat acara... sudah keliling cari tempat, dan harganya parah, belasan juta... mana mungkin sanggup.. sampai akhirnya adik asuh ke SMK 3 Palembang,,,
Ass, temen2... alhmdllah zaila udah hubungi smk n 3 & mrka bisa utk tgl 25 maret, utk sewa aula mrka minta 5jt dgn kapasitas 600 org... Nah kapasitas 600 org it dlm kondisi normal kalo kondisi TO mungkin cuma bisa tampung 400 org (jarak antar peserta agak berjauhan), seandainy kita dapet peserta lebih dri 400 org, ap kita perlu juga utk pinjam pakai ruang kelas?
Ada jalan keluar sekarang... setelah mengetahui hal ini, saya pribadi langsung bersyukur.. nih buktinya 
Franz Sinatra Yoga Coba tanya kalau kelas aja berapa? Kelas+ aula berapa?

Alhmd. Jalan kita dimudahkan.
 
Memang bakat adek-adek saya ini luar biasa, di tengah rasa syukur saya,,, mereka malah memberikan kejutan lagi dikemudian hari.
tadi udah kami survey ke SMK 3 nya, dan udah negosiasi, ruang kelas jumlahnya ada 30, masng2 kelas jumlahnya 40 siswa, dan ada satu aula besar di depan yang suka d pake nikahan, tadi udah nego jadi dapet harganya 30 ruang kelas Rp.2.500.000 dan aula juga Rp. 2.500.000 , di ruang kelas tadi udah kami survey jenis kursinya beda2, ada yang kursi kayu biasa, ada juga yang kursi kaya kita kuliah, jadi kalo buat TO satu kelas itu bisa beda2 jumlahnya 20-30 siswa, aula muatannya 600 orang (kalo acara nikahan) kalo buat TO kami asumsikan 400 orang, jadi kalo pake aula dan ruang kelas kita bisa tampung +- 1000 siswa :) dan udah DIBOOKING yaa atas nama GALAU, dan tad kami dah diskusi sama anak pupdok mores, kt mores kalo bisa kt mulai sosialisasi tanggal 24-25 ini, mumpung masih libur dan biar bisa dapet peserta banyak, poster juga udah siap. trus kami tadi jg mikirin tentang tiket, konsep kami tadi tiket it sbagai bukti pembayaran, nomor peserta dan kartu buat undian juga ada disitu, nanti yg buat undian bagian pingirnya di sobek dan masukkan di kotak doorprize. segitu dulu sementara sok atuh komennya :)
 Wah... saya ampe ga habis pikir dari 5 juta untuk aula jadi 2,5 juta.... nyewa kelas 2,5 juta. jadi hanya 5 juta SAJA nanti yang keluar,,,, hebat-hebat banget lah mereka.... Udah gesit, jago nawar pula. Kurang GALAU apa lagi???? ^^

7. Seksi-seksi panitia lain pun tak kalah gesitnya...
dari acara dengan cepat, simsalabim, langusng jadi draft acara yang "super"
teman2 galau +kakak2,salam galau :)
ini rundwon acara baru fix
Tempat : SMK Negeri 3 Palembang ( kelas + aula )
Hari / tanggal : Minggu / 25 Maret 2012
Waktu : 07.00 – 15.00 WIB, dst....

Dari bendahara, si mentari dan eno selalu gesit menyusun anggaran dana, mana yang harus dikurangi dan berapa budget yang diperlukan...... belum lagi dari pubdok, mores, syahid, dkk sudah siap poster dan pamflet untuk dicetak. Umay yang sibuk buat surat-menyurat. Uty yg pusing ama tanggal. Dari danus, fitri sudah menentukan apa saja dana yang dibutuhkan dalam langkah pertama ini, dan masih banyak lagi adik adik seperGALAUan lain yang ga sempat disebutin satu-persatu nama dan sumbangsihnya disini....
sempat saya SMS sama kakak asuh Eno, saya bilang... no, sumpah, mereka ni super gesit banget,,, 
Yapp....salut lah pokoknya... hahahha....bukan rekayasa, emang begitulah keadaanny!!
8. Hal menakjubkan lainnya.... kami memulai ini tanpa dana..... walaupun sekarang ada dana pinjaman, tapi pada awal bergerak kami memulai ini tanpa dana... Karena orientasi kami adalah agar adik-adik asuh belajar menjadi panitia yang hebat. Bukan belajar mencari uang dari kegiatan. Toh, keuntungan TO (kalau ada) diharamkan masuk kantong sendiri,,, karena apa?? karena sebagian besar disumbangkan untuk kegiatan kemanusiaan dan sebagian lagi diperuntukkan bagi kaderiasasi kakak-adik asuh GALAU. Walaupun demikian,,, adik-adik saya yang luar biasa tetap antusias seantusias-siasnya.... 

9. Nah... masalah baru yang dihadapi adalah masalah tanggal.... ternyata tanggal 25 maret siswa SMA sederajat pada UAS, mari nantikan keputusan "gila" yang akan mereka ambi!! saya menunggu dengan berdebar-debar... hahaha. mengingat mareti itu hanya 2 minggu lagi. =____=

Akhir kata... Saya ingin sampaikan, bahwa "Kalian telah menginspirasi Saya".
Semoga Hasil dari Proses yang baik ini tak kalah menakjubkan!!!!!!!!!


 (bermain siapa yang bisaaaa!!!!!!) 
*saya sebagai konseptor merasa jadi korban atas game yg saya pimpin sendiri.hahha


 

Kamis, 16 Februari 2012

Cara Buat Status di Facebook Muncul di Twitter

Kini pengguna Facebook bisa menampilkan update status langsung ke Twitter. Fitur resmi ini sebelumnya hanya untuk halaman. Namun sekarang bisa dari profile pribadi. Ingin mencobanya? Caranya seperti ini:
  • Klik Tautkan Profile Saya Ke Twitter.
  • Akan terbuka halaman Twitter. Silakan ijinkan aplikasi Facebook.
  • Profile Facebook Anda telah tertaut di Twitter.
  • Terdapat menu untuk mensetting apa saja yang akan dishare ke Twitter.
  • Saat update status di Facebook, silakan set privasi ke Publik. Kalau diset Hanya Teman maka tidak bisa tampil di Twitter.
  • Ini tampilan di Twitternya.

Sayangnya mention di Twitter tidak bisa masuk ke Facebook. Kalau bisa mungkin lebih asik. Bisa tahu kalau ada yang komentar di Twitter.

sumber: http://darmawanku.com/2011/11/07/bikin-update-status-facebook-muncul-di-twitter/ 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by phii | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code