Jumat, 18 Mei 2012

FORMALITAS GERAKAN

Aktivis oh aktivis..
semakin menjauhi hari pertama saya ngampus, semakin banyak saya bertemu berbagai tipe aktivis. Baik yang benar-benar aktivis, atau yang menganggap dirinya aktivis karena aktif di berbagai kegiatan. Well, yang kedua belum tentu aktivis. Aktivis itu bukan babu gerakan, bukan panitia seumur hidup, bukan buat proposal-kasih ke dekanat-mengerjakan-selesai, bukan itu inti aktivitas ekstrakulikuler yang dilakukan mahasiswa. Aktivis selalu dapat mengidentifikasi "jiwa" dari aktivitas tersebut.

Sayangnya, banyak hal yang menutupi proses identifikasi "jiwa" itu. Salah satu yang paling sering adalah formalitas gerakan. Banyak punggawa-punggawa BEM terkukung oleh formalitas ini. Ironisnya, mereka tidak tahu bahwa lawan mereka sebenarnya adalah "formalitas gerakan". Tahu lawan saja tidak, bagaimana mungkin menang. Saya sangat iri mendengar cerita dosen-dosen saya tentang gerakan mereka tempo dulu sangatlah bebas, mahasiswa dan dosen bagai teman, ide mahasiswa selama tidak melanggar etika dan hukum selalu didukung (entah darimana sumber dananya), antar angkatan sangat dekat bagai kakak dan adik, setiap acara yang diadakan menggoreskan kenangan indah di memori, dan semua acara serasa bertujuan. Mereka mendapatkannya karena gerakan yang dilakukan tidaklah seformal sekarang, internal BEM saja kadang tidak saling dukung. Bagaimana menyatukan satu fakultas? apakah hal ini terjadi di kampus anda? bisa saja..

karena itu, saat ini kita perlu "informalitas gerakan" untuk merefresh semua yang ada. Kadang hal-hal sepele tapi penuh makna muncul dari kegiatan informal ini. Ingat, informalitas gerakan bukan artinya gerakan sembarangan, tetapi metodenya yang informal. Jadi tetap saja harus terstruktur. Contoh simple, untuk melakukan kaderisasi kadang sebuah bidang PSDM harus melakukan seminar yang memakan waktu berbulan bulan. Padahal dalam seminar, yang diserap peserta hanya sedikit karena seseorang hanya bisa fokus terus menerus hanya 2 jam saja, sedangkan seminar dari jam 8.00-16.00. Kenapa tidak menyiapkannya dalam waktu 1 minggu. Misalkan, menghubungi ketua kaderisasi yang lama dan meminta izin untuk berkunjung bersama teman-teman BEM ke kosan/ rumah beliau di hari libur. Jangan lupa ingatkan beliau untuk memberi sedikit materi dan BANYAK pengalaman kepada kawan-kawan kita. Mungkin hasil yang didapatkan berbeda dari seminar. Menurut anda, manakah yang lebih efisien? Sebuah formalitas atau informalitas gerakan?

Tentu prinsipnya "dima bumi dipijak, sinan langit dijunjuang". Kita harus mampu untuk melihat sikon. Kadang kita harus bersikap formal, tapi kalau banyak hal dengan cara informal bisa lebih efektif, why not? Toh kita kan MAHASISWA... agent of change!


Minggu, 06 Mei 2012

Terlalu Banyak Hambatan Klasik di MPA ISMKI

Sebagai ketua, rasanya agak tabu membeberkan kekurangan organisasi/ himpunan yang diketuai. Tapi kali ini tidak bagi saya. Semua harus kita awali dengan kejujuran dan introspeksi. Jangan takut untuk dinilai salah oleh orang ketika kita benar-benar salah. Sapa tau nantinya kita malah mendapat inspirasi untuk berubah. Mumpung saya lagi ada sedikit waktu senggang, saya ulas tentang beberapa kelemahan MPA ISMKI saat ini (sebenarnya kelemahan dalam 1 bulan belakangan).

Sejak bulan desember, saat ini memasuki bulan keenam amanah kami sebagai MPA ISMKI. Amanah yang berat karena amanah ini diwariskan tanpa warisan. Bahkan program kerjapun tak ada. Sekarang, alhamdulillah telah terdapat beberapa kejelasan. Dalam 4 bulan pertama, semua baik-baik saja. Rasanya ada 10 kali kami melakukan Net Meeting. Memasuki bulan kelima, semua menjadi berantakan lagi... lagi dan lagi... masalahnya hampir sama, masalah klasik yaitu kesibukan dari masing-masing MPA. Maklum, MPA ini berasal dari kalangan yang sudah sepuh. Campuran sejawat angkatan 2008 dan 2007. Jadi agak sulit mengatur waktunya walaupun hanya 4 orang.
berpose di depan kantor gubernur Jambi

Dapat dibilang ini juga kesalahan saya, 8 minggu yang lalu saya baru masuk koass alias dokter muda. Membutuhkan adaptasi yang luar biasa. 3 minggu yang lalu saya pergi ke jambi untuk koass di RS Jiwa Jambi selama 2 minggu, disana tidak ada sinyal modem smart. So, saya benar-benar hilang dari peredaran dunia maya. 3 minggu belakangan tidak ada NM sama sekali. Rencananya tadi malam mau mengadakan NM, tetapi beberapa MPA tidak mengonfirmasi dan ada yang berhalangan. Jadi, NM dibatalkan. Again. Sebelumnya juga banyak kejadian yang menghambat komunikasi kami ber4, sinyal internet. Ada juga beberapa kondisi seperti sakit, sehingga MPA tidak mungkin kan dipaksa ikutan NM. Bahkan beberapa tugas MPA yang seharunya sesuai deadline menjadi molor. Termasuk NM MPA dan BAPIN, hingga saat ini belum dapat dilaksanakan. Alhamdulillah NM MPA-WILAYAH, MPA BPN, dan MPA PHN sudah terlaksana. 

Ingin rasanya direct meeting (DM), akan tetapi dari segi perizinan sangat tidak memungkinkan. Padahal pembahasan kita tentang rekomendasi ketika rakornas masih tersisa. Semakin hari rakornas juga semakin dekat. Untung salah satu MPA berada di Bandung dan mudah-mudahan bisa mewakili kami yang tidak dapat berangkat rakornas. Jujur, menjalankan amanah sebagai seorang organisator bersamaan dengan koass merupakan sesuatu yang sulit. Mungkin inilah yang terjadi pada generasi beberapa tahun sebelumnya.

Sekarang bukan saatnya lagi menggerutu. Yang ada di pikiran saya hanyalah satu. Bagaimana mengefektifkan semua fungsi MPA?? mengingat kita masih punya sisa waktu 7 bulan ke depan untuk merubah apa saja yang perlu diubah. Saya juga sangat yakin dengan kemampuan ketiga orang MPA lainnya. Mereka adalah generasi-generasi yang berkualitas, contohnya Mega, dulunya adalah PH PSDM Nas ISMKI, mas Aldi dulu menjabat koord KIK Nas ISMKI selama 2 periode, dan Arya Giri adalah seorang ketua BEM dan duta kesehatan bali. Mereka orang-orang yang luar biasa. Karena itu saya optimis bahwa kejadian 1 bulan terakhir tidak akan terulang kembali.

Insya'Allah setelah rakornas, akan ada sedikit perubahan teknis kerja di lapangan. Hal ini akan di diskusikan setelah rakornas. Insya'Allah hari rabu malam, 9 mei 2012 kami NM untuk membahas rekomendasi MPA.

Sebagai info tambahan: dulu, sebelum saya jadi MPA, salah satu keinginan saya adalah merubah paradigma DPM FK di Indonesia. DPM dan BEM itu harus dalam satu payung. Karena di beberapa universitas, kadang DPM dan BEM seringkali kurang harmonis. Diharapkan dengan adanya sebuah pelatihan, yang namanya "temu legislatif" kerja DPM dan BEM sinergis. Tapi karena MPA ini ga pernah punya fungsi EO dan tenderisasi gimana cara mengadakannya?? ternyata Allah berkehendak lain. Alhamdulillah melalui beberapa kali perbincangan yang awalnya hanya via facebook, Insya'Allah pihak DPM FK Unsri bersedia menjadi tuan rumah "temu legislatif" tersebut. Mudah-mudahan memang benar-benar terwujud ya. aamiin.



Sabtu, 05 Mei 2012

Tak Perlu Menunggu Tua untuk Melakukan Hal Besar

Mahasiswa selalu identik dengan kegiatan kampus, baik akademik maupun non akademik. Untuk urusan akademik seorang mahasiswa sibuk ya sebuah keniscayaan. Sedangkan untuk urusan non akademik, mahasiswa- apalagi mahasiswa kedokteran- sibuk merupakan pemandangan dalam kategori kadang biasa saja, bahkan menjadi luar biasa. Kegiatan non-akademik sangat banyak tipenya, hal inilah yang mendorong terciptanya badan (semi)otonom yang menampung minat dari mahasiswa.

Minat mahasiswa pun sangat beragam, selama saya kuliah hampir 4 tahun, saya banyak menemui beragam prestasi yg timbul karena diiringi minat yang besar. Akan tetapi, jarang yang saya temui orang dengan minat dan kemampuan yang merata disetiap bidang. Contohnya tidak susah, seperti saya, dari segi minat saya memang lebih suka tulis menulis. Minat di bidang lain memang ada contohnya di bidang olahraga, akan tetapi hanya sebatas penonton-kadang pun tidak sempat menonton walau ingin. Sangat wajar bagi saya bila tak menorehkan prestasi di bidang tersebut. Dan rasanya sayapun tidak bisa dipaksa untuk memiliki minat secara instan terhadap olahraga. Begitupun sebaliknya, bila orang lain yang suka olahraga dipaksa untuk ikut karya tulis, jangankan prestasi-minat pun belum tentu.  empat tahun saya disini, saya banyak belajar bahwa setiap diri manusia itu unik. KeUNIKAn itulah yang mewarnai hidup kita, karena itu jangan pernah paksa seseorang mengikuti apa yang menurut kita benar. Tugas kita tidak pernah dituntut hingga taraf "memaksa". Karena yang benar menurut kita, belum tentu benar dimata orang lain. Ingatlah, Jika anda masih ingin memaksa, paksalah diri anda untuk "membuka pikiran". =D

Seperti yang saya katakan sebelumnya, sangat unik!! pada semester 1-4 minat-minat kami para mahasiswa tersalur langsung ke badan yang ada di fakultas mengingat saat semester 3-4 adalah masa menjadi pengurus. Akan tetapi setelah memasuki semester 5-6-7, kami pensiun. Akan tetapi minat yang dimiliki mahasiswa bukannya mengendor, malah elasi. Kenyataan yang ada, minat mereka malah semakin unik, kadang saya tersenyum melihat ekspresi minat sejawat di kelas. Bisa anda bayangkan suasana pasar yang heboh dengan jualan?? bayangkan itu terjadi di kelas kami saat jam istirahat/ tidak ada dosen. SERU pokoknya. Apa saja bisa di jual dari pena, beng-beng, keripik, tempe, baju, parfum, alat kesehatan, buku, bros, jilbab, rok, pulsa, dll. Ada yang bilang fenomena ini muncul karena "profesi dokter kurang menjanjikan". "Makanya pada dagang semua". Tentu itu hanya gurauan saja. ^__^ Tak ketinggalan, sayapun sebagai teman yang baik tentu ikut serta dalam meramaikan dunia pemasaran. Banyak loh yang saya jual, buku, keripik, alat kesehatan, dan micromotor. Sampai-sampai saya jadi bahan candaan teman-teman karena jualan terus. Hehehe. 

Berdagang dan Minat berdagang itu bagi sebagian kecil mahasiswa dibutuhkan (termasuk saya), bagi sebagian sedang mahasiswa menganggapnya hanya buang-buang waktu (karena itu mahasiswa adalah pasar potensial), dan bagi sebagian besar orangtua hal ini menjadi suatu kegiatan yang harus dihindari oleh anaknya. Sayapun tak luput dari ketakutan seperti ini, kenapa? intinya nasihat oangtua sangat baik. Orangtua saya berpesan sangat singkat, "lihatlah beberapa contoh yang ada saat ini, banyak mahasiswa yang kerja sambil nyari duit dengan tujuan awal yang luhur. Akan tetapi ketika seseorang sudah dapat menghasilkan uang, biasanya akan ketagihan dan kuliahnya keteteran. Alhasil, kuliah hancur..jadi orang kaya lewat bisnis juga urung". Awalnya sayapun kurang percaya, hingga melihat dengan mata kepala sendiri nasib beberapa orang yang seperti itu. Lebih sibuk nyari duit daripada menyelesaikan studinya. 

Walau telah jelas ultimatum yang diberikan kedua orangtua, minat pada dunia dagang (istilah kerennya bisnis kali ye) membuat saya menemukan prinsip terpenting bagi mahasiswa yang memiliki minat serupa. "Kalau mau berbisnis / cari duit selama sekolah boleh-boleh saja, asalkan jangan mengganggu prestasi belajar". Saya tulis prestasi belajar, bukan waktu belajar. Karena waktu belajar pasti terganggu bila kita memulai bisnis. Hal terpenting bagaimana kita memanfaatkan waktu yang ada secara maksimal. Kalau ga bisa menerapkan prinsip ini, sepertinya tunda saja dulu niat anda untuk berbisnis.Setelah meyakinkan orangtua, sayapun mengantongi SIB (surat izin berbisnis).

Akhirnya saya memulai dagang dari hal-hal kecil, yang umum dilakukan mahasiswa. Selama proses itu, kurang lebih bulan januari 2010 saya memikirkan bentuk bisnis yang lain, yaitu fotokopian. Sayang, sepertinya bisnis seperti itu agak mustahil dilakukan. Kala itu saya hanya berpikir bahwa untuk memulai bisnis seperti itu membutuhkan modal yang besar, modal yang besar hanya mampu saya dapatkan kalau saya sudah kerja, dan artinya saya harus menunda keinginan ini hingga saya tamat dan bekerja. sekitar tahun 2015 (5 tahun setelahnya). Jangan-jangan nanti ga semangat atau ga sempat lagi bisnis hal seperti itu. 

Melalui berbagai proses, akhirnya saya dan teman seribu situasi alias si Rahman Setiawan "nekat" mencari modal membangun fotokopian. Saya sempat seperti orang aneh loh, bayangkan aja. Saya kira bisa bangun fotokopian dengan modal 3 juta. Ternyata ga bisa ya. hahaha.. (saya juga baru tahu). Banyak yang ga percaya, hingga akhirnya RF Fotokopi buka dan berlokasi di area dinas kesehatan provinsi sumsel setelah 2 tahun 2 bulan sejak ide buka fotokopian muncul (hemat umur 3 tahun). Banyak pengalaman senang dan sedih dalam mengumpulkan modalpun kami alami. Pernah kami kekurangan modal, dan masing-masing mendapat tugas untuk mencari tambahan modal tersebut. Saya yang kebingungan sempat menelfon keluarga yang segi ekonomisnya lebih baik dari keluarga saya, saya tahu mereka orang baik dan dengan menahan malu sayapun mencoba menyampaikan niat saya untuk meminjam uang. Jawabannya singkat: nanti dicek dulu dan dikabari lagi. Ternyata sampai sekarang pun tak pernah lagi ada pembahasan soal hal itu. Sayapun malu untuk menanyakannya. Alhasil saya cuma meminjam modal sama orangtua saja. Ini benar-benar meminjam kawan!! bukan ngomong "pinjam" terus ga mengembalikan karena menganggap uang orangtua juga. Sekarang, walaupun sempat ada pegawai yang bermasalah dan ganti pegawai, alhamdulillah fotokopian kami sudah berjalan 2 bulan dan menurut pendapat sebagian orang keuntungannya lebih dari cukup dengan standar kami yang hanya mahasiswa. Tapi bagi saya pribadi, masih kurang. hehe. Karena saya tahu, masih ada hal besar lain yang dapat saya lakukan. Dan saya tak perlu menunggu tua untuk melakukan hal besar tersebut.

Saya sangat bersyukur dibukakan pikiran oleh Allah SWT berpikir seperti itu, karena tak sedikit manusia dengan tipikal menunggu saat yang tepat "saja", menunggu mapan untuk melakukan kebaikan, menunggu kaya untuk memulai bisnis, pokoknya judulnya "MENUNGGU". Padahal banyak "saat yang tepat" datang pada kita dan kita tak menyadarinya. Akankah menunggu lagi membuat kita menyadarinya? jangan-jangan kita melewatkannya lagi. Hal ini lah yang saya coba tularkan kepada orang-orang sekitar saya. Kebetulan kami memiliki perkumpulan yang fokus menyeimbangkan prestasi, organisasi, dan akademis (intinya kaderisasi). Adik-adik asuh saya di GALAU ada 23 orang, mereka menjadi panitia inti untuk try out terbesar yang panitianya adalah mahasiswa. Bayangkan saja, mereka baru 8 bulan jadi mahasiswa dan disuruh menghandle try out dari BSMI (bulan sabut merah Indonesia) + GALAU dan hasilnya luar biasa. 1200 peserta ikut serta dalam kegiatan ini, padahal target awalnya 1000. 



Dibanyak univ, mungkin kegiatan seperti ini hanya boleh dilakukan oleh mahasiswa semester 5 ke atas. Mengingat kegiatannya yang besar dan butuh pengalaman, kalau angkatan semester 2 mah masih bau kencur jadi kemungkinan sukses itu kecil. Karena itu, saya sangat bangga menjadi saksi hidup runtuhnya paradigma kolot seperti itu. Tujuan saya menyuruh mereka menjadi panitia simple, daripada mereka menjadi panitia kecil2an berkali-kali dalam setahun lalu akhirnya bosan. Cukuplah mereka menjadi panitia acara besar sekali dalam satu tahun. Tentu berbeda hasilnya. Disana mereka belajar optimisme, manajemen konflik, branding, menciptakan jejaring, team building, mengejar target.dll. Mereka balajar semua itu tanpa melalui teori yang kadang menjadi beban, tapi merekalah teori itu sendiri. Inilah bentuk sesungguhnya dari "belajar sambil bermain" yang kita pelajari sejak SD. Kalaupun nanti mereka mendapat pelatihan yang lebih teoritis tentang pelajaran itu, saya yakin mereka lebih mampu menyerap dibandingkan mahasiswa yang lain. Tentu mereka hemat waktu 3 semester (semester 5-semester 2). Kesimpulannya, insya'Allah tujuan saya tercapai. Malah 2 hari lalu ada yang bilang ma saya, "kak, ayo kita buat acara lagi". hehehhe.

Hal lucu lainnya, alih-alih menularkan paradigma baru pada adik-adik saya, saya malah jadi lebih optimis untuk melakukan semua hal se"muda" mungkin. Banyak target yang ingin saya capai dalam 4 tahun ke depan. Sekolah, beli mobil pakai uang sendiri, lolos paper untuk WCC, buat buku, penelitian, mengembangkan bisnis, dll. Kalau anda mau tertawa silakan. Banyak kok yang menertawakan target-target saya sebelumnya. Toh, sukses saat muda tetap saja lebih keren ketimbang suskses saat tua. Biarlah orang lain menertawakan diawal dan saya menangis, tapi akhirnya saya ikut tertawa juga. =D

Kamis, 05 April 2012

Modul Pribadi Koass Radiologi #Hidrosefalus dan Pelebaran ventrikel otak

Ketika memasuki stase radiologi, kita akan sering menjumpai CT Scan kepala dengan pelebaran ventrikel. anda masih ingat apa itu ventrikel? kalau belum cek postingan saya yang lain:  . Ketika menemui foto dengan pelebaran ventrikel, Pertanyaan bodoh yang harus kita katakan tentu saja, "kondisi apakah yang menyebabkan pelebaran ventrikel??". Postingan saya kali ini berangkat dari pertanyaan ini.


Apa itu hidrosefalus?
Hidrosefalus adalah suatu keadaan dimana terjadi penambahan volume dari cairan serebrospinal (CSS) di dalam ruangan ventrikel dan ruangan sub arakhnoid. Keadaan ini disebabkan:
1. produksi cairan serebrospinal yang berlebihan.
2. obstruksi jalur cairan cerebrospinal 
3. gangguan absorpsi cairan serebrospinal. 


Apa saja klasifikasi hidrosefalus?
Hidrosefalus dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal, yaitu:
 I. Anatomis
      A. Hidrosefalus tipe obstruksi/non komunikans
Hidrosefalus nonkomunikans/hidrosefalus obstruktif merupakan masalah bedah saraf pediatrik yang paling sering ditemukan dan biasanya mulai timbul segera setelah lahir, hidrosefalus obstruktif biasanya disebabkan oleh kelainan kongenital.
      B. Hidrosefalus tipe komunikans
Hidrosefalus komunikans dimana aliran cairan dari sistem ventrikel ke ruang sub arakhnoid tidak mengalami sumbatan, biasanya terjadi karena lebih banyak produksi CSS dibanding direabsorpsi.

II. Etiologinya
     A. Tipe obstruktif
    Kongenital

    1.1 Stenosis akuaduktus serebri
    1.2 Sindroma Dandy-Walker (atresia foramen Megendie dan Luschka)
    1.3 Malformasi Arnold-Chiari
    1.4 Aneurisma vena Galeni
    Didapat
    2.1 Stenois akuaduktus serebri (setelah infeksi atau perdarahan)
    2.2 Herniasi tentorial akibat tumor supratentorial
    2.3 Hematoma intraventrikular
    2.4 Tumor :
                     -  Ventrikel
                     - Regio vinialis
                     - Fossa posterior
    2.5 Abses/granuloma
    2.6 Kista arakhnoid
    B. Tipe komunikans
    Penebalan leptomeningens dan/atau granulasi arakhnoid akibat:

    1.1 Infeksi
                    - Mikobakterium TBC
                    - Kuman piogenik
                    - Jamur; cryptococcus neoformans, coccidioides immitis.
    1.2 Perdarahan subarakhnoid:
                    - Spontan seperti pada aneurisma dan malformasi arteriol
                    - Venus
                    - Trauma
                    - Post operatif
     1.3 Meningitis karsinomatosa
     Peningkatan viskositas CSS, seperti:
Kadar protein yang tinggi seperti pada perdarahan subarakhnoid, tumor kauda ekuina, tumor intrakranial  neurofibroma akustik, hemangioblastoma serebelum dan medulla spinalis, neurosifilis, sindrom Guillain-    Barre.
    Produksi CSS yang berlebihan:
    Papiloma pleksus khoroideus.

Referensi tambahan (+): Berdasarkan Klasifikasi Hidrosefalus menurut Etiologinya, Hidrosefalus Kongenital termasuk tipe obstruktif, yaitu Stenosis Akuaduktus Serebri, Malformasi Dandy Walker, dan Malformasi Arnold Chiari (Tipe II).

Bagaimana patofisiologi hidrosefalus?
Pada prinsipnya hidrosefalus terjadi sebagai akibat dari ketidak seimbangan antara produksi, obstruksi dan absorpsi dari CSS. Adapun keadaan-keadaan yang dapat mengakibatkan terjadinya ketidak seimbangan tersebut adalah:
1. Disgenesis serebri
46% hidrosefalus pada anak akibat malformasi otak dan yang terbanyak adalah malformasi Arnold-Chiary. Kelainan ini menyebabkan obliterasi sisterna-sisterna fossa posterior dan mengganggu saluran ventrikel IV. Berbagai malformasi serebral akibat kegagalan dalam proses pembentukan otak dapat menyebabkan penimbunan CSS sebagai kompensasi dari tidak terdapatnya jaringan otak. Salah satu contoh jelas adalah hidroanensefali yang terjadi akibat kegagalan pertumbuhan hemisferium serebri.

2. Produksi CSS yang berlebihan
Ini merupakan penyebab hidrosefalus yang jarang terjadi. Penyebab tersering adalah papiloma pleksus khoroideus, hidrosefalus jenis ini dapat disembuhkan.

3. Obstruksi aliran CSS
Sebagian besar kasus hidrosefalus termasuk dalam kategori ini. Obstruksi dapat terjadi di dalam atau di luar sistem ventrikel. Obstruksi dapat disebabkan beberapa kelainan seperti: perdarahan subarakhnoid post trauma atau meningitis, di mana pada kedua proses tersebut terjadi inflamasi dan eksudasi yang mengakibatkan sumbatan pada akuaduktus Sylvius atau foramina pada ventrikel IV. Sisterna basalis juga dapat tersumbat oleh proses arakhnoiditis yang mengakibatkan hambatan dari aliran CSS. Tumor fossa posterior juga dapat menekan dari arah belakang yang mengakibatkan arteri basiliaris dapat menimbulkan obstruksi secara intermiten, di mana obstruksi tersebut berhubungan dengan pulsasi arteri yang bersangkutan.
4. Absorpsi CSS berkurang
Kerusakan vili arakhnoidalis dapat mengakibatkan gangguan absorpsi CSS, selanjutnya terjadi penimbunan CSS. Keadaan-keadaan yang dapat menimbulkan kejadian tersebut adalah:
- Post meningitis
- Post perdarahan subarakhnoid
- Kadar protein CSS yang sangat tinggi
5. Akibat atrofi serebri
Bila karena sesuatu sebab terjadinya atrofi serebri, maka akan timbul penimbunan CSS yang merupakan kompensasi ruang terhadap proses atrofi tersebut.

biasanya regio mana saja yang sering terjadi obstruksi aliran CSS?
1. Foramen Interventrikularis Monroe
Apabila sumbatan terjadi unilateral maka akan menimbulkan pelebaran ventrikel lateralis ipsilateral.

2. Akuaduktus Serebri (Sylvius)
Sumbatan pada tempat ini akan menimbulkan pelebaran kedua ventrikel lateralis dan ventrikel III.

3. Ventrikel IV
Sumbatan pad aventrikel IV akan menyebabkan pelebaran kedua ventrikel lateralis, dan ventrikel III dan akuaduktus serebri.

4. Foramen Mediana Magendie dan Foramina Lateralis Luschka
Sumbatan pada tempat-tempat ini akan menyebabkan pelebaran pada kedua ventrikel lateralis, ventrikel III, akuaduktus serebri dan ventrikel IV. Keadaan ini dikenal sebagai sindrom Dandy-Walker.

5. Ruang Sub Arakhnoid di sekitar medulla-oblongata, pons, dan mesensefalon
Penyumbatan pada tempat ini akan menyebabkan pelebaran dari seluruh sistem ventrikel. Akan tetapi apabila obstruksinya pada tingkat mesensefalon maka pelebaran ventrikel otak tidak selebar seperti jika obstruksi terjadi di tempat lainnya. Hal ini terjadi karena penimbunan CSS di sekitar batang otak akan menekan ventrikel otak dari luar.

Bagaimana cara mendiagnosis Hidrosefalus??
1. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik:

Gejala yang menonjol pada hidrosefalus adalah bertambah besarnya ukuran lingkar kepala anak dibanding ukuran normal. Di mana ukuran lingkar kepala terus bertambah besar, sutura-sutura melebar demikian juga fontanela mayor dan minor melebar dan menonjol atau tegang. Beberapa penderita hidrosefalus kongenital dengan ukuran kepala yang besar saat dilahirkan sehingga sering mempersulit proses persalinan, bahkan beberapa kasus memerlukan operasi seksio sesaria. Tetapi sebagian besar anak-anak dengan hidrosefalus tipe ini dilahirkan dengan ukuran kepala yang normal. Baru pada saat perkembangan secara cepat terjadi perubahan proporsi ukuran kepalanya. Akibat penonjolan lobus frontalis, bentuk kepala cenderung menjadi brakhisefalik, kecuali pada sindrom Dandy-Walker di mana kepala cenderung berbentuk dolikhosefalik, karena desakan dari lobus oksipitalis akibat pembesaran fossa posterior. Sering dijumpai adanya “Setting Sun Appearance / Sign”, yaitu adanya retraksi dari kelopak mata dan sklera menonjol keluar karena adanya penekanan ke depan bawah dari isi ruang orbita, serta gangguan gerak bola mata ke atas, sehingga bola mata nampak seperti matahari terbenam.

Kulit kepala tampak tipis dan dijumpai adanya pelebaran vena-vena subkutan. Pada perkusi kepala anak akan terdengar suara “cracked pot”, berupa seperti suara kaca retak. Selain itu juga dijumpai gejala-gejala lain seperti gangguan tingkat kesadaran, muntah-muntah, retardasi mental, kegagalan untuk tumbuh secara optimal. Pada pasien-pasien tipe ini biasanya tidak dijumpai adanya papil edema, tapi pada tahap akhir diskus optikus tampak pucat dan penglihatan kabur. Secara pelan sikap tubuh anak menjadi fleksi pada lengan dan fleksi atau ekstensi pada tungkai. Gerakan anak menjadi lemah, dan kadang-kadang lengan jadi gemetar.

2. Pemeriksaan penunjang. Selain dari gejala-gejala klinik, keluhan pasien maupun dari hasil pemeriksaan fisik dan psikis, untuk keperluan diagnostik hidrosefalus dilakukan pemeriksaan radiologi diagnostik salah satunya CT Scan Kepala.

(Bayi normal dan dengan hidrosefalus)






 

 --------gambaran otaknya---------------->





---------gambaran CT Scan kepala -------->









                                                                 



 (pada dasarnya gambaran pembesarn ventrikel pada bayi dan orang dewasa sama, 
pembesaran ventrikel ditegakkan apabila lebarnya lebih dari 7 mm)

Bagaimana metode penyembuhannya?
1. Terapi medikamentosa
Obat-obatan yang sering dipakai untuk terapi ini adalah:
- Asetasolamid
Cara pemberian dan dosis: Per oral, 2-3 x 125 mg/hari. Dosis ini dapat ditingkatkan maksimal 1.200 mg/hari.
- Furosemid
Cara pemberian dan dosis: Per oral 1,2 mg/kg BB 1x/hari atau injeksi IV 0,6 mg/kg BB/hati.
Bila tidak ada perubahan setelah satu minggu pasien diprogramkan untuk operasi.

2. Terapi pintas / “Shunting”
Ada 2 macam:
EksternalCSS dialirkan dari ventrikel ke dunia luar, dan bersifat hanya sementara. Misalnya: pungsi lumbal yang berulang-ulang untuk terapi hidrosefalus tekanan normal.
Internala. CSS dialirkan dari ventrikel ke dalam anggota tubuh lain
- Ventrikulo-Sisternal, CSS dialirkan ke sisterna magna (Thor-Kjeldsen)
- Ventrikulo-Atrial, CSS dialirkan ke sinus sagitalis superior

- Ventrikulo-Bronkhial, CSS dialirkan ke Bronhus.
- Ventrikulo-Mediastinal, CSS dialirkan ke mediastinum
- Ventrikulo-Peritoneal, CSS dialirkan ke rongga peritoneum.

b. “Lumbo Peritoneal Shunt”
CSS dialirkan dari Resessus Spinalis Lumbalis ke rongga peritoneum dengan operasi terbuka atau dengan jarum Touhy secara perkutan.
Bagaimana melakukan Shunting?
1. Sebuah kateter ventrikular dimasukkan melalui kornu oksipitalis atau kornu frontalis, ujungnya ditempatkan setinggi foramen Monroe.
2. Suatu reservoir yang memungkinkan aspirasi dari CSS untuk dilakukan analisis.
3. Sebuah katup yang terdapat dalam sistem Shunting ini, baik yang terletak proksimal dengan tipe bola atau diafragma (Hakim, Pudenz, Pitz, Holter) maupun yang terletak di distal dengan katup berbentuk celah (Pudenz). Katup akan membuka pada tekanan yang berkisar antara 5-150 mm, H2O.
4. Ventriculo-Atrial Shunt. Ujung distal kateter dimasukkan ke dalam atrium kanan jantung melalui v. jugularis interna (dengan thorax x-ray  ujung distal setinggi 6/7).
5. Ventriculo-Peritneal Shunt
a. Slang silastik ditanam dalam lapisan subkutan
b. Ujung distal kateter ditempatkan dalam ruang peritoneum.
Pada anak-anak dengan kumparan silang yang banyak, memungkinkan tidak diperlukan adanya revisi walaupun badan anak tumbuh memanjang.
Komplikasi yang sering terjadi pada shunting: infeksi, hematom subdural, obstruksi, keadaan CSS yang rendah, ascites akibat CSS, kraniosinostosis.
Gambar 8 dikutip dari kepustakaan 9

Apa saja diagnosis banding hidrosefalus?
Hidrosefalus perlu dibedakan dengan beberapa keadaan yang menunjukkan pembesaran tidak normal dari kepala ataupun dengan keadaan lainnya pada bayi seperti:
1. Megalencephaly: mirip seperti hidrosefalus tetapi pada megalencephaly tidak ada tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial dan terdapat kelainan mental yang berat.
2. Efusi subdural khronis: pada kelainan ini terjadi pembesaran kepala, tetapi pada hidrosefalus perluasan skull lebih sering terjadi pada daerah parietal dari pada frontal. Pada efusi subdural khronis transiluminasi positif di daerah frontoparietal tetapi negatif pada hidrosefalus.
3. Pelebaran ventrikel sebagai akibat atrofi serebral: kelainan sering pada penyakit degenerasi dan metabolik.

Kalau sudah diterapi, apakah pasti sembuh?
Keberhasilan tindakan operatif serta prognosis hidrosefalus ditentukan ada atau tidaknya anomali yang menyertai, mempunyai prognosis lebih baik dari hidrosefalus yang bersama dengan malformasi lain (hidrosefalus komplikata).


DAFTAR PUSTAKA
1. Chin LS, Aldrich EF, Dipatri AJ, Eisenberg HM, Hydrocephalus in Sabiston Textbook of Surgery, 17th Edition, Elseiver. Saunders, 2004. halaman 2135-2176.
2. Golden JA, Bonnemann CG, Hydrocephalus in Textbook of Clinical Neurology, Sauders, 2004, Halaman 553-556.
3. Saanin, S, Hydrosefalus, Available at File: //G:\Hidrosefalus, html accessed in February 2006.
4. Sri M, Sunaka M, Kari K, Hidrosefalus, Available at www.emedicine.com, accessed on February 2006.
5. Price SA, Wilson LM, Vetrikel dan Cairan Cerebrospinalis, dalam Patofiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi 4, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1994. hal. 915-6.
6. Satyanegara, Hidrosefalus dalam Ilmu bedah Saraf, Edisi Ketiga, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998. Hal. 273-281.
7. Stranding S, Ventricular System and Cerebrospinal Fluid, in Gray’s Anatomy The Anatomical Basis of Clinical Practice, thirty nine edition, Churchill Livingstone, New York, 2005. Page 287-94.
8. Putz. R, Pabts. R, Sobbtta-Atlas Anatomi Manusia, Bagian 1, edisi 20, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1997, Halaman 296-298.
9. Pendiagnosaan Hidrosefalus di Kalangan Pesakit Muda dan Pertengahan Umur, Available at www.yahoo.com, accessed February 2006.
10. Widmaier EP, Raff H, Strang KT, Structure of Nervous System, in Human Physiology The Mechanism of Body Function, ninth edition, MC Graw Hill, New York, 2003. page: 189-190, 199.
11. Guyton AC, Hall JE, Cerebral Blood Flow; the cerebrospinal Fluid; and Brain Metabolism in Medical Physiology, tenth edition, WB Saunders Company, Philadelphia, 1997. page 711-3.
12. Marieb EN, Central Nervous System, in Essentials of Human Anatomy & Physyology, Seventh Edition, The Benjamin Cummings Publishing Company, Inc, California, 2003. page 222-3.
13. Victor, M, Ropper, AH, Disturbances of Cerebrospinal Fluid and Its Circulation in Adams & Victors Principles of Neurology, 7th Edition, Mc Graw Hill, 2001, 650-663.
14. Sjamsuhidajat. R, Jong WD, Hidrosefalus in Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 2004. halaman 808-811.
15. Shunt for Hydrocephalus, available at www.yoursurgery.com, accessed on January 24, 2006.
16. Hidrosefalus Buat Kepala Bayi Membesar, available at file: //G:\ Berita Terkini. Php. Htm, accessed February 2006.
 sumber: http://ilmubedah.info/hidrochepalus-20110207.html

Modul Pribadi Koass Radiologi # Istilah-istilah dan penjelasan teknik radiologi diagnostik

Pada awal stase radiologi, salah satu kesulitan yang saya alami terkait terminologi. Banyak terminologi yang terkenal di radiologi tapi masih sangat asing ditelinga kita sebagai koass baru, berikut saya copy materi dari salah satu sumber dan cukup membantu memecahkan masalah bila teman-teman memiliki kesulitan serupa dengan yang saya alami.

JENIS-JENIS RADIODIAGNOSTIK
1. Radiografi Konvensional
Sinar X merupakan bagian dari spektrum elektomagnetik, dipancarkan akibat pengeboman anoda wolfram oleh-oleh elektron-elektron bebas dari suatu katoda. Film polos dihasilkan oleh pergerakan elektron-elektron tersebut melintasi pasien dan menampilkan film radiografik.

Tulang dapat menyerap sebagian besar radiasi, menyebabkan pajanan pada film paling sedikit, sehingga film yang dihasilkan tampak berwarna putih. Udara paling sedikit mnyerap radiasi, menyebabkan pajanan pada film maksimal, sehingga film tampak berwarna hitam. Diantara kedua keadaan ekstrem ini, penyerapan jaringan sangat berbeda-beda menghasilkan citra dalam skala abu-abu (grey scale). Film polos bermanfaat untuk: Dada, abdomen, sistem tulang: trauma, tulang belakang, sendi, penyakit degeneratif, metabolik dan metatstatik.

Terminologi yang digunakan dalam Radiografi Sinar X :

a. Hiperradiolusen : udara bebas

b. Radiolusen : Paru normal, lemak

c. Intermediate : Soft tissue/ cairan, jantung,hepar, gnjal, ascites, urine, darah, dsb.

d. Radiopak : Ca-density / Bone density, tulang perkapuran.

e. Hyperradiopak : Metal density, logam

Contoh gambar Foto X- Ray :
Radiologi1

2. CT Scan
Pemeriksaan dengan menggunakan CT Scan dapat mendeteksi kelainan – kelainan seperti perdarahan otak, tumor otak, kelainan – kelainan tulang, kelainan di rongga dada & rongga perut dan khususnya mendeteksi kelainan pembuluh darah jantung (koroner) dan pembuluh darah umumnya (seperti penyempitan pembuluh darah ginjal, dll) Lama pemeriksaan mulai dari beberapa detik sampai 2 jam.

CT Scan menggunakan sinar X tetapi saat ekspos sinar tidak langsung mngenai film tetapi ditangkap oleh detektor diteruskan ke komputer monitor lalu ke printer. Ukuran gambar (piksel) yang didapat pada CT Scan adalah Radiodensitas ukuran tersebut menggunakan skala Houndsfield Unit (HU). HU sendiri adalah pengukuran densitas jaringan.
Jaringan HU Warna

Udara

Lemak

LCS

Otak

Darah

Tulang

-1000

-100

0

30

+100

+1000

Hitam ↓↓↓

Hitam ↓↓

Hitam ↓

Abu-abu (-)

Putih ↑↑

Putih ↑↑↑

Terminologi yang digunakan :

a. Isodens : Jaringan Otak Normal

b. Hipodens : Abses otak, infark

c. Hiperdens : perdarahan Otak

3. MRI (Magnetik Resonansi Imaging)
MRI atau Magnetic Resonance Imaging menggunakan medan magnit dan frekuensi radio, jadi tidak mengionisasi jaringan, tidak ada efek biologik. Memakai istilah isointens, hipointens, hiperintens, kekuatan magnit disebut dengan satuan TESLA (1 Tesla= 10.000 Gauss). MRI adalah suatu alat diagnostik teknologi tinggi yang digunakan untuk membuat visualisasi dari penampang tubuh manusia.

Pemeriksaan MRI memakai prinsip magnetik, tidak menggunakan sinar X (tidak ada radiasi). Melalui pemeriksaan ini dapat mendeteksi kelainan – kelainan saraf & jaringan lunak seperti pada keluhan: sakit/nyeri kepala, sakit daerah punggung, pinggang, nyeri/bengkak daerah persendian, kelainan payudara, kelainan pembuluh darah, kelainan pada abdomen (perut), dll. Lama pemeriksaan 20 menit – 1.5 jam.

MRI memberikan hasil yang diperlukan oleh dokter untuk menegakkan diagnosa atas penyakit yang diderita oleh pasien dan juga menentukan rencana pengobatan yang tepat sesuai dengan indikasi penyakit yang diderita oleh pasien.
a. Keuntungan menggunakan MRI :

- Tidak menggunakan sinar X,

- Tidak Merusak Kesehatan pada penggunaan

   yang tepat,

- Banyak pemeriksaan tanpa memerlukan zat

   kontras,

- Detail anatomis yang sangat baik terutama

   pada jaringan lunak,

- Dapat memperlihatkan pembuluh darah

  tanpa kontras : Magnetic resonansi

  angiography (MRA).

b. Kerugian menggunakan MRI

- Biaya operasional mahal,

- Citra yang kurang baik pada lapangan paru,

- MRI lebih sulit ditoleransi dengan waktu

   pemeriksaan yang lebih lama

  dibandingkan CT scan,

- Kontra indikasi pada pasien yang

  mengunakan pacemaker, benda asing logam

  pada mata dan penggunaan protesa logam.



4. USG (Ultrasonografi)
Pemeriksaan menggunakan gelombang suara/ultrasound untuk mendeteksi kelainan – kelainan di organ perut (hati, kandung empedu, limpa, ginjal, dll), payudara, kandungan, kehamilan, pembuluh darah, dll. Khususnya pada kehamilan, USG 3D/4D dapat melihat rupa janin seperti sebuah foto dan dapat melihat gerakan bayi yang dapat direkam dalam CD. Untuk payudara, USG biasanya dipakai untuk skrinning benjolan/keluhan pada wanita – wanita usia < 35 tahun atau sebagai pemeriksaan pelengkap dan atau lanjutan setelah dilakukan mammografi pada wanita usia > 35 tahun.
Contoh Foto USG pada ginjal (tanda panah : batu ginjal)
USG
Terminology yang sering dijumpai pada ultrasonografi antara lain:

· Isoechoic atau normoechoic, misalnya untuk

  hepar, lien, atau ginjal yang normal.

· Hypoechoic atau echopoor atau echoluscent,

  misalnya abses hepar dan tumor uterus.

· Hyperechoic atau echorich atau echodens,

  misalnya batu ginjal dan adanya kalsifikasi di

  suatu jaringan.

· Unechoic atau echofree (hitam), misalnya

  urine, ascites dan darah.

Pemeriksaan ultrasonografi biasanya ditujukan untuk kepala bayi, tiroid, mammae, jantung, organ abdomen, kebidanan dan kandungan serta pada tulang.
5. Media Kontras
Media kontras merupakan zat yang membantu visualisasi beberapa struktur selama melakukan beberapa teknik pemeriksaan radiodiagnostik, bekerja berdasarkan prinsip penyerapan sinar X, sehingga mencegah pengiriman sinar tersebut pada pasien. Zat kontras yang paling sering digunakan adalah barium sulfat yang dapat memperlihatkan bentuk saluran pencernaan dan sediaan iodine organic yang banyak digunakan secara intravena pada CT untuk memperjelas gambaran vaskuler dan berbagai organ. Agen-agen kontras juga dapat digunakan pada lokasi tertentu, misalnya:
BNO kontrast.png

· Arteriografi pada sistem arterial

· Venografi pada sistem vena

· Mielografi pada teka spinalis

· Kolangiografi pada sistem bilier

· Artrografi pada persendian

· Histerosalpingografi pada uterus dan

· Sialografi pada kelenjar saliva.


ANATOMI OTAK CT–SCAN / MRI (MAGNETIK RESONANSI IMAGING)
1. Potongan Sagital Otak MRI:
AnaOtak sagital1.png AnaOtak sagital2
2. Potongan Coronal Otak MRI
AnOtak coronal1 Anotak coronal2
3. Potongan Axial Otak MRI
AnOtak Axial1 AnOtak Axial2

Keterangan gambar:

1. Sinus Sagital sup.

3. Lobus Frontal

4. Lobus Parietal

13. Ventrikel Lateral

16. Corpus Callosum

17. A. Serebri Media

20. Foramen Monro

22. Ventrikel III

23. Sinus Frontal

31. Aqueduct Serebri

43. Arteri Basiler

44. Ventrikel IV

45. Cerebellum

48. Pons

50. Sinus Sphenoid

52. Medulla

55. Sinus Sigmoid

63. Lidah

67. Fornix

72. Thalamus

73. A. Meningeal


HASIL FOTO CT SCAN DAN MRI

CT scan dan MRI normal

Gambaran hasil foto ct-Scan normal yang memperlihatkan perbedaan densitas (udara, lemak, soft tissue dan tulang)
MRI

Hasil foto Kepala normal MRI dengan menggunakan Proton Density (PD), T1-weighted, T2 dan MRA
CT dan MRI kontras

Hasil foto ct- scan dan MRI tanpa kontras (-) dan dengan menggunakan kontrast (+) pada tumor kepala
 AVM MRI


Aneurisma.MRI
Hasil foto MRA pada kelaianan pembuluh darah “arteriouvenous malformation”  dan MRA Aneurisma
CT scan dan MRI pd pasien sama

Perbedaan hasil foto Ct scan dan MRI pada pasien yang samaLesi pd hipokampus

Gambar Kiri: CT-Scan memperlihatkan beberapa Metastase dan gambar Kanan: Gambar MRI memperlihatkan Lesi pada Hipokampus

GAMBARAN UMUM STROKE
1. Defenisi
Menurut Who Monica (Monitoring Trends and Determinants in Cardiovascular Disease Project stroke adalah manifestasi kllinik dari gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun menyeluruh (global) yang berlangsung dengan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan maut, tanpa ditemukan penyebab selain dari pada gangguan vaskuler.
2. Klasifikasi
Menurut Neurological Institute, stroke dibagi atas etiologi:
a. Stroke Iskemik atau Infark (Non Hemorrahagic Stroke) karena :

- Trombosis

- Emboli

b. Stroke Perdarahan (Hemorrhagic Stroke) yang terdiri dari:

- Perdarahan Intraserebral

- Perdarahan Sub Arachnoid

3. Vaskularisasi Otak
Otak tidak mempunyai cadangan energi, sehinga kebutuhan energi otak sangat ditentukan oleh suplai energi lewat aliran darah sistemik. Suplai darah pada otak lewat sepasang arteri karotis interna dan vertebralis, yang membentuk sistem sirkulus willisi di dasar otak.
4. Patofisiologi
Pada stroke iskemik berkurangnya aliran darah ke otak menyebabkan hipoksemia daerah regional otak dan menimbulkan reaksi-reaksi berantai yang berakhir dengan kematian sel-sel otak dan unsur pendukungnya, sedangkan pada stroke hemoragik gejala-gejala klinik yang timbul semata- mata karena kerusakan sel akibat proses hemolisis darah yang keluar dari pembuluh darah otak yang pecah merembes ke massa otak sekitarnya.
GAMBARAN CT SCAN KEPALA PENDERITA STROKE ISKEMIK / INFARK.
 Stroke infark1.png
Pada beberapa kasus, bisa ditemukan area otak tidak menunjukkan abnormalitas pada beberapa jam awal stroke, kemungkinan region yang terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan dengan menggunakan CT Scan atau karena bagian dari otak (brainstem, cerebellum) dengan menggunakan CT Scan tidak menunjukkan bayangan yang jelas. CT Scan menunjukkan nilai positif pada stroke iskemik pada beberapa pasien dengan serangan stroke sedang sampai dengan berat setelah 2-7 hari serangan akan tetapi tanda-tanda iskemik sulit didapatkan pada 3-6 jam kejadian. Tanda-tanda infark pada CT Scan yaitu terdapat area hypodens focal, pada cortical, sub cortical, Attenuasi daerah infark berkurang (10-25 HU).

GAMBARAN CT- SCAN HAEMORAGIK STROKE
Haemoragik stroke.png Haemoragik sub arachnoid.png
Gambaran Ct Scan yang tipikal pada Perdarahan Intra serebral memperlihatkan suatu area bulat, oval atau tidak teratur tergantung lokasi dan ukurannya, batas tegas dengan peningkatan attennuasi (35-80 HU). Ukurannya bervariasi dari beberapa mm sampai lebih 500 mm persegi. Haemoragik memperlihatkan bayangan hyperdens pada gray / white matter. Pada perdarahan Sub Arachnoid Ct Scan memperlihatkan gumpalan atau lapisan darah tipis yang hyperdens juga terlihat pada sulci hemisfer.


CONTOH KASUS:

Nama : Mr XX

Umur : 50 Tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Makassar

Diagnosis Klinis : Hemiparese sinistra susp. NHS
Hasil Foto CT – Scan:

- Tampak Hipodens pada ganglia basalis kanan

- Sulci dan Gyrus dalam batas Normal

- Tidak Tampak midline shift

- Sistem Ventrikel dan subarachnoid dalam

   batas normal

- Kalsifikasi fisiologis pada pineal body dan

  pleksus choroideus

- Tulang-tulang yang terscan intak

KESAN :
- Infark Serebri Dextra,
RENCANA INTERVENSI FISIOTERAPI

Penekanannya adalah pada contributing factor (impairment) yang mengakibatkan terjadinya gangguan aktivitas fungsional dalam list of problem.

Dibuat tujuan intervensi fisioterapi yang meliputi tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.

Harus terukur/measurable sehingga dapat dievaluasi, achievable dan realistis serta secara fungsional sangat berarti bagi pasien/klien harus disertai:

Cara pencapaian tujuan

Alokasi waktu pencapaian

Kondisi-kondisi seputar pasien dan lingkungan yang memungkinkan tujuan tersebut dapat dicapai

KESIMPULAN DAN SARAN
1. Radiodiagnostik merupakan pemeriksaan yang sangat menunjang untuk menegakkan diagnostik suatu penyakit termasuk profesi Fisioterapi dan bisa digunakan untuk mengetahui suatu kondisi apakah sesuai dengan modalitas yang digunakan.
2. Pengetahuan ilmu Radiodiagnostik terutama yang berhubungan erat dengan kondisi-kondisi yang ditangani Fisioterapi sebaiknya semakin ditingkatkan.

Literatur:

1. Sjahrial Rasad.2008. Radiologi Diagnostik.

    Edisi dua

2. Pradip R.Patel .2002Lecture notes

    Radiologi . Edisi kedua Penerbit erlangga

3. Madyawati,2009.Kesesuaian Diagnosis

    Berdasarkan Skor Klinik Dengan Gambaran

    CT-Scan Kepala Penderita Stroke.FK-

    UNHAS.

4. Asriyani Sri,dkk.2009. Radiologi. Bahan

    Kuliah S1 Fisioterapi FK Unhas. Makassar

5. Setiawan,2008. Pemeriksaan Fisioterapi

    pada Kondisi Neuromuscular. Prodi

    Fisioterapi FK-UNHAS. Makassar.

6. Sunardi. CT –Scan dan MRI pada Sistim

    Neurologis. http://www.scribd.com

7. http://www.radiologyinfo.org

8. http://www.prep4usmle.com

9. http://www.radiology.co.uk

 

sumber: http://ishakphysio.blogspot.com/2010/10/radiology-for-physiotherapy.html

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by phii | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code