Sabtu, 27 Oktober 2012

Persyaratan dan Biaya Pendidikan Spesialis FK UI, Unair, Unpad, UB, Undip, UGM, dan Unsri



PERSYARATAN DAN BIAYA PENDIDIKAN SPESIALIS
(Salah Satu Solusi Cerdas Untuk Terus Berorganisasi)
Franz Sinatra Yoga. Mahasiswa FK Unsri angk’2008.
@Franz_S_Yoga ; Fb: Franz Sinatra Yoga ; www.franzsinatrayoga.blogspot.com

NOTE:
Karena kemampuan BlogSpot untuk memuat tabel, data lengkap persyaratan dan biaya pendidikan spesialis di FK UI, FK Unpad, FK UGM, FK Unair, FK UB, FK Undip, dan FK Unsri dapat dilihat di : klik Data Lengkap Persyaratan dan Biaya


Setiap semester anda selalu deg-degan menunggu hal ini. Apa itu? Tentu saja Indeks Prestasi (IP) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Biasanya deg-degan disebabkan takut IPK kecil. Tapi, Saya rasa sebagian besar IPK kecil tidak membuat kita merasa itu jadi masalah. Toh, memang segitulah IPK kita. Dan segitu juga rata-rata IPK teman-teman kita. Biasanya yang menjadikan IPK kecil sebagai masalah bila kita tiba-tiba teringat, suatu saat orangtua akan bertanya, “berapa IPKmu wahai anakku?”. Mengingatkan saya tentang masa lalu, ketika saya ketakutan mendapatkan nilai nol, sampai akhirnya saya menyembunyikan hasil ujian tersebut. Percaya atau tidak!! Hingga saat ini, pandangan orang tua terhadap nilai sebagian besar tidak berubah.

Mungkin anda pernah merasakannya. Ketika IPK kita kecil, orangtua pasti curiga nih apakah kita kerjaannya Cuma main-main atau hura-hura saja disana. Belum lagi bila anda seorang yang aktif organisasi, bisa jadi orangtua protes. Akhirnya, anda diharuskan membatasi kegiatan organisasi, malah ada yg harus berhenti. Tentu tidak sedikit adik-adik saya yang putus ditengah jalan sekolah organisasinya karena alas an ini. Padahal, setelah tamat sekolah organisasi, walau tanpa gelar. Manfaatnya terasa sekali. Sayangnya, karena anda belum tamat dan merasakan manfaatnya. Tentu anda tidak bisa berargumen sangat hebat seperti itu. 
Tapi ada satu hal yang ingin saya share kali ini. Orangtua akan yakin bahwa organisasi itu bermanfaat bila terjadi peningkatan kualitas dari konten ketika teman-teman berbicara. Kalau teman-teman suka bercanda, sekali-kali teman-teman serius membahas suatu hal. Bila kalian memang orangnya serius, cobalah membahas hal yang tak terduga oleh orang tua kita. Salah satu hal yang paling disukai adalah tema “PENDEWASAAN DIRI”. Semua orang tua sedih melihat anaknya yang dewasa dalam artian akan segera meninggalkan mereka dan memulai pertualang hidupnya sendiri. Disisi lain, mereka akan sangat bangga akan kedewasaan yang dimiliki. 

Salah satu tema yang saya sarankan adalah tentang “masa depan karir anda”. Mungkin sebagian besar dari anda akan memilih menjadi spesialis. Ada pula yang prefer ke structural, menjadi dosen, dll dengan mengambil jenjang pendidikan S2 dan S3.  Tidak masalah. Semua bisa anda ungkapkan kepada orangtua. Sebelum itu, ada hal penting yg harus anda pahami, jika anda ingin berbicara tentang masa depan yang anda impikan. Anda harus menguasainya terlebih dahulu. Benar-benar menguasainya. Dengan demikian, apa yang anda katakan tentu berbeda dengan anda ketika kecil, berkata hanya untuk menunjukkan keinginan. Kali ini, berkata untuk menunjukkan bahwa anda akan mewujudkannya. Agar meyakinkan, saya akan berbagi sedikit info tentang penerimaan spesialis. Saya rasa hal ini juga akan berguna bagi anda dikemudian hari sebagai panduan “apa saja yang harus disiapkan sejak mahasiswa S1”. 

Beberapa informasi terkait spesialis akan saya kelompokkan berdasarkan beberapa universitas yang mungkin akan teman-teman tuju. (yang ditampilkan hanya salah satu saja, yang lain ada di link yang telah disediakan diatas.. silakan di download ya)
1.   Universitas Indonesia
Program Studi dan Lama Pendidikan



Persyaratan


Anestesiologi
- usia < 35 tahun
- Toefl > 450
Bedah Torak Kardiovaskular
- usia calon kurang dari sama dengan 35 tahun regular dan kurang dari sama dengan 40 tahun perluasan
- IPK lebih dari sama dengan 2,75
Farmakologi Klinik
- usia calon kurang dari sama dengan 45 tahun
- STR + IPK lebih dari sama dengan 2,5
- Toefl lebih dari sama dengan 450
Ilmu Bedah
- IPK 2, 75
- Toefl lebih dari sama dengan 500
- kursus ATLS
Ilmu Bedah Plastik
-usia calon <35
-IPK (profesi dokter) 2, 75
- TOEFL > 500 (sudah harus disertakan saat pemberkasan di CHS)
-sertifikat ATLS dilampirkan saat pemberkasan di CHS
- membuat pernyataan belum pernah dinyatakan gagal seleksi calon PPDS Ilmu bedah plastik di FKUI maupun FK UNAIR
- pernah mengikuti pelatihan atau terpapar pada kegiatan yang berhubungan dengan bedah plastik (medapat poin tinggi)
-pernah membuat tulisan ilmiah setelah lulus dokter dan pernah sebagai peneliti atau membantu penelitian (mendapat poin tinggi)
Ilmu Bedah Syaraf
- usia calon kurang dari sama dengan 36 tahun
- IPK 2,75
- Toefl 525
- pengalaman kerja sebagai dokter umum minimal 1 tahun
- excellent nationality
Ilmu Kedokteran Forensik
- IPK minimal 2, 5
Ilmu Kedokteran Jiwa
- usia calon regular < 35 tahun, tubel/perluasan lebih dari sama dengan 35 tahun
- Toefl 500 dengan sertifikas LIA atau PBB UI
- tidak boleh melamar lebih dari dua kali
Ilmu Kedokteran Olahraga
sesuai pesyaratan PPDS ke FKUI ditambah:
-tes psikologi
-tes bahasa inggris
-tes wawancara
Ilmu Kesehatan Anak
- usia maksimum 40 tahun
- IPK minimum 2,7
- TOEFL lebih dari sama dengan 500
- telah menjalani dokter klinis selama minimal satu tahun
- lulus tes masuk berupa ujian tulis dan wawancara
Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin
- usia calon kurang dari sama dengan 35 tahun
- IPK lebih dari sama dengan 2,75
- Toefl lebih dari sama dengan 500
- pengalaman kerja sebagai dokter umum lebih dari sama dengan 1 tahun
(melampirkan STR dan SIP untuk yang tunda PTT)
Lulus ujian saringan lainnya
Ilmu Kesehatan Mata
- usia calon regular < 35 tahun
- toefl 500
- bagi peserta wanita saat seleksi tidak sedang hamil
Ilmu Orthopaedi dan Traumatologi
1. Dokter umum:
1. Umur maksimal 35 tahun
2. IPK lebih dari sama dengan 2, 75
3. TOEFL lebih dari sama dengan 500 --> dari lembaga LIA dan PBB-UI yang berlaku 6 bulan sebelum ujian masuk
4. memiliki sertifikat ATLS
5. Memiliki STR
6. Surat jasmani dan rohani yang dinyatakan dari instansi pemerintah
7. dokter umum WNA harus memenuhi persyaratan khusus dari kolegium
Ilmu Penyakit Dalam
- usia calon regular kurang dari sama dengan 35 tahun
- usia calon perluasan kurang dari sama dengan 40 tahun
- min IPK 2, 5
- Toefl lebih kurang sama dengan 500 (ditest di program studi)
Ilmu Penyakit Jantung & Pembuluh Darah
1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lebih dari sama dengan 2,75
2. usia kurang dari sama dengan 35 tahun untuk program regular dan kurang dari sama dengan 40 tahun untuk program khusus
3. TOEFL lebih dari sama dengan 500
4. Sertifikat ACLS yang masih berlaku
5. tidak buta warna
6. test audiologi normal
7. pengalaman kerja sebagai dokter klinik minimal satu tahun
Ilmu Penyakit Saraf
1. administratif sesuai dengan ketentuan dari fakultas
2. seleksi akademik (keilmuan) berupa ujian tulis, wawancara (bahasa indonesia, inggris)
3. Psikotes dan MPPI
Ilmu Penyakit Telinga, Hidung & Tenggorok
- usia calon <35 tahun
- IPK 2, 75
- TOEFL =500
- Lulus ujian tulis
- Lulus ujian Lisan
- Tes Psikotes
-Lulus pemeriksaan umum & Khusus
-Lulus evaluasi kemampuan IT komputer
Ilmu Rehabilitasi Medik
1. riwayat kesehatan (sehat jasmani dan rohani
2. surat keterangan berkelakuan baik /tidak melakukan mal praktek
3. ranah intelektual meliputi:
-IPK prestasi selama di FK (S1) lebih dari sama dengan 2.75
-lama pendidikan di kedokteran
-TOEFL lebih dari sama dengan 450
4. ranah pendukung meliputi:
-tempat kerja sesuai profesi
-mengikuti kursus/ penataran di bidang kedokteran
-usia kurang dari sama dengan 36 tahun (program reguler)
-usia lebih dari sama dengan 36 tahun kurang dari sama dengan 40 tahun (program perluasan)
-riwayat kesehatan
- psikotes (test IQ)
-MMPI
5. ranah wawancara
Kedokteran Okupasi
- usia kurang dari sama dengan 40 tahun
- lulusan dokter IPK lebih dari sama dengan 2,7
- lulusan magister ked.kerja/ industri lebih dari sama dengan 3.0
- TOefl 500
- lulus Psikotes dan wawancara Motivasi
Mikrobiologi Klinik
-mengikuti ujian seleksi
-melakukan psikotes di departemen psikiatri RSCM , Jl. Kimia 2 No. 35 jakarta
- TOEFL Bhs. Inggris di LIA college (ditempat peserta)
- wawancara dengan KPS, SPS, Ketua Departemen atau dengan Staf yang ditunjuk
Obstetri & Ginekologi
- usia calon kurang dari sama dengan 35 tahun
- usia kurang dari sama dengan 40 tahun untuk calon peserta : TNI /POLRI, Institusi Pendidikan/staf akademik, Pemerintah daerah, RS Swasta/Negeri, Peserta perluasan/nonsubsidi)
- IPK lebih dari sama dengan 2, 75
- Nilai TOEFL (ujian Internal)
Patologi Anatomik
- usia calon regular < 36 tahun, tubel/TNI/Perluasan staf pengajar Negeri (PTN) atau swasta (PTS) < 40 tahun
- IPK lebih dari sama dengan 2, 70
- Toefl 450-500 (toefl Internasional / Toefl Institusional yang diakui), IELTS lebih dari sama dengan 6,0
- memiliki pengalaman kerja di fasilitas pelayanan kesehatan minimal selama satu tahun
Patologi Klinik
- usia calon maksimal 35 tahun saat seleksi
- IPK minimal 2, 5
- Toefl 450
Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi
- usia calon maks 35 tahun
- Toefl 400
IPK =2,7
Radiologi
- usia <35 tahun termasuk HANKAM
- IPK 2.75 untuk lulusan > tahun 2006; IPK 2,5 untuk tahun lulus < tahun 2006
- Toefl Regular 450 berdasarkan test kolektif di LIA Pramuka
- Toefl tubel 425 berdasarkan test kolektif LIA PRamuka
- untuk semua peserta baru PPDSp-1 Radiologi Toefl 500 harus mengikuti pendidikan tambahan Toefl
Urologi
- usia calon kurang dari sama dengan 35 tahun tegular dan kurang dari sama dengan 40 tahun perluasan
- IPK lebih dari sama dengan 2, 75
- tidak melamar lebih dari 2 kali
Biaya Pendidikan



Weeeeeell…. Saya cukup yakin kalau teman-teman hampir saja lupa bahwa tujuan kita bukan mengulas spesialis, karena keasyikan melihat2 data spesialis. Kembali ke arus utama, membuat teman-teman mampu merancang masa depan (terlihat dewasa, red) agar mendapat kepercayaan orang tua dalam beroraganisasi. Hal pertama yang harus diungkapkan tentu saja bahwa teman-teman mampu menjelaskan rencana residensi dimasa depan karena aktif berorganisasi. (kalau tidak aktif berorganisasi, mungkin tulisan ini tidak pernah teman-teman baca) ^^

Kedua, ingatkan poin-poin penting bahwa dunia kedokteran merupakan perpaduan dari science dan art. Artinya tidak semua hal yang membuat kita sukses terletak di prestasi akademis. Dalam strategi akademik pun ada artnya, sebelum teman stress memikirkan IPK lebih baik bertanya, “berapa IPK minimal yang harus kita miliki?”. Pertanyaan yang sama pernah saya lontarkan kepada adik-adik tingkat saya. Jawaban mereka beragam dan alasannya juga cukup abstrak. Ada yang menjawab 3,5 ,ada pula yang menjawab 2,5 atau 2,75. Sayangnya banyak yang tidak mengetahui alasan kenapa mereka menyebutkan angka tersebut. Saya juga awalnya sempat bingung, walaupun cita-cita kita semua lulus cum laude, tapi perlu diingat kita harus punya target minimal. Jangan sampai kita terlalu sering membual “Di kedokteran itu yang penting skill,Yakiin deh. IPK juga ga bakalan ditanya pasien pas nanti kerja. Masa iya sebelum berobat pasiennya nanya dulu: dok, dulu IPKnya berapa?? Ga mungkin laahh!!”

 


(sumber: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=262587120525564&set=pb.107139096070368.-2207520000.1351268171&type=3&permPage=1)


Belum genap 1 tahun saya kuliah di FK, saya mendapatkan jawaban saya sendiri (jawaban kita bisa berbeda, yang penting ada alasannya). Salah satu alasan,  setelah anda membaca ulasan persyaratan spesialis di atas, adalah 2,75. Tentu anda sepakat bila IPK minimal yang cukup aman berada di 2,75. Kenapa? Karena standar itulah yang menjadi syarat untuk masuk spesialis. Tapi ada juga program studi yang menginginkan IPK berdasarkan gabungan IPK Sarjana Kedokteran dan IPK Profesi Dokter. So, salah satu persiapan yang kita lakukan adalah mempersiapkan IPK. Selain itu banyak hal lain, misalnya mengikuti seminar/kongres/pelatihan terkait bidang ilmu yang kita minati. Mengadakan penelitian terkait bidang ilmu yang kita minati ketika residensi. Semuanya akan menjadi nilai tambah untuk lulus pendidikan spesialis.

Dengan meletakkan batu-batu rencana untuk menggapainya, mengajak orangtua berdiskusi, dan jangan lupa bertanya : apakah pilihan saya benar?? Tentu hal ini membuat kedua orang tua anda merasa anda telah dewasa. Telah mampu memilah mana yang seharusnya dan tidak seharusnya. Menilai kegiatan yang bermanfaat dan tidak. Ya, itulah anda. Apakah anda merasa saya mengajarkan cara memperdaya orang tua dengan “terlihat” dewasa? Kalau anda yakin seperti itu, maka itulah adanya anda. Hanya terlihat dewasa+ berpikir tidak dewasa. “Jangan tunggu merasa dewasa baru anda terlihat dewasa, terlihatlah dewasa agar anda cepat Dewasa”.





“Berlakulah dewasa, niscaya Allah SWT akan mendewasakan sifat-sifat anda”.
Salam kami, Generasi Arif, Loyal, Adaptif, dan Unggul!!!

4 komentar:

Ulil Huda mengatakan...

Dengan postingan TS ini membuat gambaran untuk saya mau kemana saya selanjutnya.

Doakan ya bang. Sukses selalu u/ kita semua.

Mahfudhdinsyah mengatakan...

mantap bg...
targetin ipk minimal cukup 3,00. Mudah2an spt itu.. Do'akan bg.. :D

paragonblogger mengatakan...

bener banget tuh,ortu sekarang yang dipikir hanya ipk anaknya.padahal proses mendapatkan ipk yang sulit.

Ayuca mengatakan...

Aaaaak ketemu frans disini. Apakabar km dek? Udah selesai koasnya.
Anyway nice info

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by phii | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Hostgator Coupon Code